Raksasa Pertanian UEA Investasi 100.000 Hektare, Menteri LHK Akan Siapkan Lahan

0
173
Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menhan Prabowo Subianto, meninjau lokasi food estate di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dan Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (9/7/2020).
Menteri LHK Siti Nurbaya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan akan menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk investasi raksasa pertanian Uni Emirat Arab (UEA), Elite Agro LLC.

“KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) siap untuk memfasilitasi penyediaan lahan tersebut, karena pemerintah memang sedang menyiapkan dalam agenda food estate,” jawab Siti Nurbaya saat  dengan Duta Besar RI Uni Emirat Arab (UAE) Husin Bagis secara virtual, Jumat (25/9/2020).

Berdasarkan siaran pers KLHK, Elite Agro LLC, perusahaan sektor pertanian asal UEA, sejak 2019 telah mengawali kerjasama dengan Badan Litbang Kementerian Pertanian terkait “Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization” di Lembang, Jawa Barat pada lahan seluas 19 ha, namun terkendala dalam penyediaan lahan.

Elite Agro LLC UEA juga telah memulai penjajakan kerja sama bidang pertanian atau Food Estate di Kalimantan Tengah yang memerlukan lahan 100.000 hektare, dan menemui kendala yang sama, yaitu lahan.

Soal kebutuhan lahan untuk riset, Menteri Siti menawarkan untuk menggunakan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), dalam hal ini khusus untuk penelitian pertanian, yang perizinannya pun dapat diproses relatif cepat.

Sementara untuk investasi produksi, Menteri Siti menjelaskan, food estate di Kalimantan Tengah sudah mulai dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum di daerah eks transmigrasi. Sekitar 148.000 hektare sudah mulai disiapkan dengan skema daerah irigasi.

“Kami juga sedang menyiapkan sekitar 31.000  hektare lahan untuk  food estate  dan dalam manajemen pangan strategis  Kementerian Pertahanan  dalam bentuk pinjam pakai dari kawasan yang sudah tidak berfungsi baik sebagai hutan,” katanya.

Husin Bagis menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Siti Nurbaya yang telah memberikan solusi untuk percepatan pelaksanaan kerjasama pemerintah UEA–Indonesia.

Husin beranggapan kerjasama ini akan menguntungkan bagi kedua negara.  “Kami yakin dengan berinvestasi di Indonesia akan mendorong investor lain dari Timur Tengah seperti Qatar untuk berinvestasi juga di Indonesia,” katanya.

Sugiharto