Indonesia-Korea Kerja Sama Pulihkan Lahan Gambut di Jambi

0
105
Distrik 7 HLG Londerang yang akan menjadi area replanting dalam rangka pemulihan lahan gambut yang dilaksanakan melalui kerja sama Indonesia-Korea

Proyek kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea untuk memulihkan lahan gambut bekas kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi dimulai. Proyek itu diharapkan bisa memulihkan kawasan hutan lindung gambut Londerang, seluas 12.000 hektare yang tercabik-cabik akibat pembangunan kanal yang tidak sesuai.

“Meskipun dalam kondisi pandemi, kita tetap melakukan yang terbaik untuk keberhasilan proyek ini, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Direktur Korea-Indonesia Forest Center (KIFC) Lee Sung-gil saat peresmian kantor proyek di Kota Jambi, Rabu (24/3/2021).

Peresmian kantor itu juga menandai dimulainya pelaksanaan proyek. Peresmian kantor dilakukan secara secara tatap muka dan virtual tersebut dihadiri oleh para pejabat lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemerintah Provinsi Jambi. Turut hadir perwakilan dari Korea Forest Service (KFS) antara lain serta perwakilan dari Kedutaan Besar Korea di Indonesia.

Kantor proyek kerja sama Indonesia-Korea untuk pemulihan lahan gambut di Jambi

Peresmian kantor ini juga menandai 10 tahun kontribusi KIFC terhadap kerja sama kehutanan antara Indonesia dan Korea yang telah terjalin dalam satu dekade terkahir.

Proyek pemulihan lahan gambut ini akan menelan biaya sebesar 3 juta dolar AS yang seluruhnya berupa hibah dari KFS. Proyek akan berlangsung sampai akhir tahun 2022.

Lokasi proyek berada di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang yang merupakan bagian dari Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Mendahara-Batanghari di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi.

Bentang alam tersebut didominasi oleh ekosistem lahan gambut yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, sebagai akibat dari pembangunan drainase untuk kegiatan pertanian dan perkebunan

Dengan diresmikannya kantor tersebut, kegiatan proyek akan segera dimulai yang akan diawali dengan survei lapangan untuk kegiatan-kegiatan Rewetting dan Replanting; Revitalisasi masyarakat di 10 desa sekitar lokasi proyek; dan Pembangunan mini education center.

Survei yang dilaksanakan akan menjadi bahan penting dalam menyusun rancangan detil kegiatan lapangan.

Sugiharto