KKP Inisiasi Bandeng Kartini Jadi Produk Unggulan Jepara

0
315

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara kembali melakukan terobosan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mulai menggarap model pengembangan usaha budidaya bandeng berbasis klaster secara terpadu di Kabupaten Jepara.

“Jepara ini punya potensi tambak yang cukup luas, terutama tambak-tambak idle dan ini bisa kita optimalkan lebih produktif. Komoditas bandeng saya kira jadi alternatif yang akan kita inisiasi pengembangannya. Tahun ini kita akan mulai fokuskan dengan penerapan model klaster di Kecamatan Donorojo. Saat ini sudah mulai on progres terutama terkait dengan perencanaan baik teknis maupun kajian model bisinisnya,” kata Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo dalam penjelasannya di Jepara. Minggu (27/06/2021)

Di depan Bupati Jepara, Dian Satriadi, saat kunjungan ke BBPBAP Jepara beberapa hari lalu, Sugeng juga berharap ada komitmen dan tanggungjawab untuk berkolaborasi mengembangkan ekonomi lokal berbasis perikanan budidaya. Menurutnya, KKP akan all out mendukung program program di daerah selama ada komitmen tinggi dari Pemda terutama berkaitan dengan fasilitasi kemudahan akses yang dibutuhkan termasuk aspek regulasi yang pro terhadap iklim usaha budidaya.

“Kami punya inovasi, punya konsep dan saya kira ini mesti kita elaborasi dengan kerja sama yang kuat dengan Pemda dalam hal ini Dinas Perikanan dan Bappeda. Mari kita keroyok bareng-bareng agar betul-betul inovasi ini bisa bermanfaat bagi ekonomi masyarakat dan daerah. Kami sejak dulu punya komitmen dan terus berupaya mendorong potensi Jepara ini bisa dioptimalkan,” tegasnya.

Bandeng Kartini

BBPBAP Jepara tengah menginisiasi pengembangan produk lokal berbasis bandeng. Melalui pengembangan klaster budidaya bandeng, pihak Balai juga tengah merancang sebuah model bisnis yang terpadu untuk mengoptimalkan nilai tambah pada masing masing segmen bisnis dari hulu ke hilir.

Dikatakan Sugeng, untuk di hilir, pihaknya akan menginisiasi sebuah brand image yang diberi nama “Bandeng Kartini” sebagai produk lokal khas Jepara. Karakteristik kualitas bandeng Jepara khususnya di desa Clering yang lebih baik disinyalir akan memiliki daya tarik tersendiri. Munurutnya, pengembangan produk unggulan lokal ini akan menumbuhkan usaha penghela yakni UMKM pengolahan produk bandeng khas Jepara ini.

“Kualitas bandeng Jepara yang baik harus kita tangkap sebagai produk unggulan lokal. Jadi, ke depan orang akan mengenal Jepara dengan Bandeng Kartini-nya. Jika ini berkembang saya rasa akan tumbuh UMKM yang menggerakkan ekonomi. Oleh karenanya, ke depan nanti kita bisa elaborasi untuk bagaimana strategi pengembangan produknya mulai dari diversifikasi olahan sebagai produk yang siap saji (ready to eat) hingga pemasaran produk baik secara konvensional maupun secara online. Saya rasa ini bisa kita bangun dengan kerja sama antar pihak terkait,” imbuhnya.

Sugeng menargetkan dari awal pengembangan klaster 5 hektare dapat dihasilkan produksi minimal 10 ton dengan nilai ekonomi mencapai minimal Rp180 juta per siklus, dalam 1 tahun bisa dua kali siklus. Ini jika dijual dalam bentuk fresh. Menurut Sugeng, ke depan akan dirancang bagaimana melakukan diversifikasi produk sehingga ada added value minimal 50%. Disamping itu, nantinya ada mata rantai bisnis yang terlibat dan ini akan memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat.

“Potensi pengembangan lahan masih luas, jadi nilai ekonominya nanti bisa lebih besar. Ada perputaran uang sehingga memicu ekonomi lokal bergerak. Untuk lebih detail, nanti kami akan petakan rantai nilainya sehingga tahu persis nilai keekonomian tiap-tiap segmen usaha,” pungkas Sugeng.

Sementara itu, BBPBAP Jepara juga tengah menggagas kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memanfaatkan dana CSR nya bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha budidaya bandeng terpadu di Jepara.

Tahun 2021, BBPBAP Jepara telah menetapkan program prioritas di berbagai daerah diantaranya klaster bandeng di Jepara, klaster udang di Kutai Kertanegara dan Tangerang, klaster nila salin di Pati, pengembangan segmentasi budidaya kepiting dan lainnya.Buyung