<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments for agroindonesia.co.id</title>
	<atom:link href="http://agroindonesia.co.id/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agroindonesia.co.id</link>
	<description>AgroIndonesia</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 11:32:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Pertarungan Baru Sesama LSM by adam</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/07/20/pertarungan-baru-sesama-lsm/comment-page-1/#comment-4040</link>
		<dc:creator>adam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 19:40:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1928#comment-4040</guid>
		<description>hormat kami...
dengan kami sampaikan tanggapan kami dengan adanya somasi LSM kepada Menhut ( pemerintah indonesia )
kami juga memiliki LSM yakni Lingkaran nurani
dengan menolak atas somasi tersebut karena tidak memiliki dasar yang jla... bangsa ini punya harga diri jangan biarkan siapapun untuk mengatur bangsa dengan dengan kepentingan asing.... pamarintah harus tegas jangan biarkan LSM yang dipakai oleh asing untuk mengganggu seinci lahan di repubik ini...
salam nasionalime
Muhammadun H Adam
Direktur Lingkaran Nurani</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hormat kami&#8230;<br />
dengan kami sampaikan tanggapan kami dengan adanya somasi LSM kepada Menhut ( pemerintah indonesia )<br />
kami juga memiliki LSM yakni Lingkaran nurani<br />
dengan menolak atas somasi tersebut karena tidak memiliki dasar yang jla&#8230; bangsa ini punya harga diri jangan biarkan siapapun untuk mengatur bangsa dengan dengan kepentingan asing&#8230;. pamarintah harus tegas jangan biarkan LSM yang dipakai oleh asing untuk mengganggu seinci lahan di repubik ini&#8230;<br />
salam nasionalime<br />
Muhammadun H Adam<br />
Direktur Lingkaran Nurani</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Memandu Rakyat Membangun KBR by Abdul Kasim</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/06/14/memandu-rakyat-membangun-kbr/comment-page-1/#comment-3990</link>
		<dc:creator>Abdul Kasim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 12:55:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1839#comment-3990</guid>
		<description>jika berjalan lancar da dapat benar-benar direalisasikan maka pembuatn KBR bagi Masyarakat Desa Puupi Kecamatan Sawa Kab Konawe Utara Provinsi Sultra ibarat Gayung Bersambut. 
sampai sejauh ini di Sulawesi Tenggara Informasi soal KBR ini masih belum tersosialisasi, bahkan usulan KBR dari Masyarakat Dampingan Kami (desa Puupi) telah selesai termasuk pembentukan Calon Kelompok tani Pengelola KBR dari Pemerintah desa telah selesai di Buat namun setelah diajukan ke Dishut, masih belum ada gambarannya terutama mekaisme perolehan dana pembuatan KBRnya..

Salam Lestari

Abdul Kasim, S. Hut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika berjalan lancar da dapat benar-benar direalisasikan maka pembuatn KBR bagi Masyarakat Desa Puupi Kecamatan Sawa Kab Konawe Utara Provinsi Sultra ibarat Gayung Bersambut.<br />
sampai sejauh ini di Sulawesi Tenggara Informasi soal KBR ini masih belum tersosialisasi, bahkan usulan KBR dari Masyarakat Dampingan Kami (desa Puupi) telah selesai termasuk pembentukan Calon Kelompok tani Pengelola KBR dari Pemerintah desa telah selesai di Buat namun setelah diajukan ke Dishut, masih belum ada gambarannya terutama mekaisme perolehan dana pembuatan KBRnya..</p>
<p>Salam Lestari</p>
<p>Abdul Kasim, S. Hut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sengon Unggul KPWN Kebanjiran Pesanan by Andi W</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2009/04/23/sengon-unggul-kpwn-kebanjiran-pesanan/comment-page-1/#comment-3966</link>
		<dc:creator>Andi W</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 07:44:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=642#comment-3966</guid>
		<description>Saya sudah lama cari info soal sengon karena saya tertarik untuk tanam sengon di lahan saya. Lahan saya luasnya kurang lebih 4 Ha di daerah rempang Batam Kepulauan Riau. Dimana bisa saya memperoleh bibiynya? Berapa harganya? jika ada yang sudi membantu, dapat ke email saya atau ke Hpku.081364226528. Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah lama cari info soal sengon karena saya tertarik untuk tanam sengon di lahan saya. Lahan saya luasnya kurang lebih 4 Ha di daerah rempang Batam Kepulauan Riau. Dimana bisa saya memperoleh bibiynya? Berapa harganya? jika ada yang sudi membantu, dapat ke email saya atau ke Hpku.081364226528. Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bentuk Aliansi Empat Sekawan by agus</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/02/16/bentuk-aliansi-empat-sekawan/comment-page-1/#comment-3943</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 16:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1535#comment-3943</guid>
		<description>mau tanya...kalo berinvestasi secara individu minimal brp juta??dan berapa bagi hasilny?? kemuddian untuk pribadi kalo beli JUN dimana dan berapa??? trmksh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya&#8230;kalo berinvestasi secara individu minimal brp juta??dan berapa bagi hasilny?? kemuddian untuk pribadi kalo beli JUN dimana dan berapa??? trmksh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Penerapan BK dan Kisah Sukses Ghana by afnil</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/04/13/penerapan-bk-dan-kisah-sukses-ghana/comment-page-1/#comment-3933</link>
		<dc:creator>afnil</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 05:56:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1675#comment-3933</guid>
		<description>PAJAK EXPORT BIJI COKLAT,KEBIJAKAN YANG BERPIHAK?
Satu lagi produk agro setelah CPO,dikenakan kebijakan Depkeu yang baru ,dengan diterapkannya Pajak Eksport (PE) per  1 April yaitu :biji coklat.Sungguh bagi saya kebijakan ini, beraroma pesanan /berpihak pada salah satu stakeholders dalam bisnis biji coklat.Menurut saya, stakeholders dalam bisnis coklat itu  yaitu :
1.Petani/perkebunan coklat
2.Pedagang (mulai dari pengepul s/d exportir)
3.Prosesing (seperti Grup Ceres,Effem,BT)
Kenapa saya bilang kebijakan sangat berpihak pada salah satu stakeholders?Berikut ini analisa saya :
Fakta :
1.Organisasi masyarakat percoklatan yang saya tahu cuma Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI)dimana pengurus pusatnya, banyak berasal dari kelompok Prosesing.
Komentar saya tentang fakta ini:Tidaklah aneh, banyak asosiasi komoditi di Indonesia,para pengurusnya banyak dikuasai/bahkan diprakarsai pendiriannya oleh perusahaan besar dan kuat/kelompok dari prosesing komoditi tersebut.Contoh : terigu (pasti kita tahu semua, perusahaan mana yang berkuasa dan coba cari tahu siapa pengurusnya).Atsiri (cari tahu siapa pengurusnya, apa perusahaannya).Pakan ternak,jagung, kopi dan masih banyak yang lain.Perusahaan yang kuat/besar dlm bidangnya pastilah berusaha menjadi key person dalam asosiasi.Tujuannya jelas, dgn menjadi key person dalam asosiasi ,bisa dekat dengan birokrat terkait, bisa mengarahkan kebijakan dengan mengatasnamakan asosiasi padahal tujuannya melindungi bisnisnya.
2.Perusahaan prosesing dalam biji coklat pada setahun terakhir banyak yang tutup.Yang dulunya belasan sekarang tinggal hitungan jari.
Komentar saya tentang ini : Dgn kemajuan IT dan murahnya biaya komunikasi  siapa saja, dimana saja  orang mudah mencari pasaran eksport .Beda dgn dulu, ekportir cuma dari etnis tertentu yg punya relasi diluar atau yg punya dana untuk komunikasi atau jalan2 ke LN untuk cari info eksport.Akibatnya banyak ekportir dadakan atau yg dulu pengumpul daerah, yang memasok ke Prosesing atau ke ekportir sekarang bisa jadi eksportir (thank’s to IT).Akibatnya prosesing yang tidak kuat/efisien  atau tidak punya afiliasi dengan perusahaan diluar atau tidak punya produk lanjutan (consumer goods) kalah bersaing dan akhirnya tutup. 
 3.Alasan pemerintah menerapkan PE agar biji coklat diolah dulu sehingga ada added value.
Analisa saya terhadap fakta ini:
Jika kebijakan ini dilaksanakan kelompok mana yang akan diuntungkan /dirugikan?
1.Petani adalah kelompok yang  paling dirugikan karena harga biji coklat akan jauh dari harga dunia karena otomatis ekportir akan membebankan PE pada harga pembelian dari pengumpul daerah dan seterusnya, ujung-ujungnya harga pada level petani akan tertekan.
2.Pedagang (mulai pengepul s/d eksportir) tidak dirugikan atau diuntungkan karena akhir dari perdagangan adalah eksportir, tentunya mereka akan menyesuaikan pembelian dengan harga dunia  dikurangi PE.
3.Kelompok Prosesing adalah yang paling diuntungkan.Faktanya harga dilapangan yang terbentuk, adalah harga dominan terbentuk dari persaingan antara prosesing dengan eksportir.Jika harga pembelian eksportir rendah karena ada beban PE,sedangkan produk olahan prosesing tidak dikenakan PE (powder dan butter) tentunya keuntungan menjadi  tinggi.
Analisa lebih lanjut, walau ekportir tidak diuntungkan/dirugikan,lama2  prosesing akan menjalankan strategi menaikan harga beli dibanding eksportir sehingga eksportir tidak mendapatkan profit yg menarik, jika dia adalah ekportir dadakan akan mengalihkan ke komoditi lain, jika sebelumnya pungumpul daerah akan kembali ke pangkuan prosesing.Celakanya, prosesing ini tinggal hitungan jari dan mereka sudah dalam 1 asosiasi, sangat memungkinkan ber oligopoli (seperti jagung tapi sudah dicoba dipatahkan Pak Fadel dulu .(saya coba tulisan yang akan datang ).Inikah  yang dinginkan pemerintah (Depkeu ) untuk menyemarakan poly-poly ?Udalah Depkeu,kalian ngurus diri sendiri ngak becus (gayus gate) ngurusin bidang agro/dagang segala kayak yang pintar semua (eksperimen tak holistik).Sudahkah kalian konsultasi dengan instansi terkait dan asosiasi lain selain ASKINDO?
Kesimpulan 
Dengan uraian di atas saya mencium aroma yang kuat bahwa PE ini adalah pesanan/berpihak pada pihak2  tertentu tapi sangat merugikan petani.Jika kebijakan ini “tulus” untuk added value kenapa tidak dilaksanakan pada saat prosesing coklat masih banyak berdiri (perusahaan yang kolaps kebanyakan 100 % PMDN).Sungguh banyak kebijakan dari Pemerintah khusus dalam agro yang berpihak pada yang kuat dan mengada-ada (coba search key words “bogasari””vitamin”).
Saya sangat mendukung added value daripada jual raw matrial.Tapi kebijakan juga harus dilaksanakan pada waktu yang tepat.Yang jadi pertanyaan:jika aroma ini benar, apakah ini bisa dikatagorikan “MAFIA KEBIJAKAN”?
NB: Forum Agromania silahkan tulisan disebarkan.Saya harap forum ini tidak hanya trade saja tapi juga tempat menyalurkan aspirasi untuk pembelaan yang berbau agro.Pernah saya lihat di TV 1 tahun yang lewat ada eksportir cangkang sawit tongkangnya ditangkap polisi karena tidak ada surat karantinanya(tak ada saya ketemukan komentar hal ini pada forum agro),sungguh lucu eksport koq minta surat karantina (urusan karantina mah urusan negara tujuan eksport) jangan2 kita export makanan,BPOM juga turun.ha..ha..ha.(ngurus  makanan import china yg lolos ngak becus).
 Afnil
Dari Asosiasi Tanpa Bentuk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PAJAK EXPORT BIJI COKLAT,KEBIJAKAN YANG BERPIHAK?<br />
Satu lagi produk agro setelah CPO,dikenakan kebijakan Depkeu yang baru ,dengan diterapkannya Pajak Eksport (PE) per  1 April yaitu :biji coklat.Sungguh bagi saya kebijakan ini, beraroma pesanan /berpihak pada salah satu stakeholders dalam bisnis biji coklat.Menurut saya, stakeholders dalam bisnis coklat itu  yaitu :<br />
1.Petani/perkebunan coklat<br />
2.Pedagang (mulai dari pengepul s/d exportir)<br />
3.Prosesing (seperti Grup Ceres,Effem,BT)<br />
Kenapa saya bilang kebijakan sangat berpihak pada salah satu stakeholders?Berikut ini analisa saya :<br />
Fakta :<br />
1.Organisasi masyarakat percoklatan yang saya tahu cuma Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI)dimana pengurus pusatnya, banyak berasal dari kelompok Prosesing.<br />
Komentar saya tentang fakta ini:Tidaklah aneh, banyak asosiasi komoditi di Indonesia,para pengurusnya banyak dikuasai/bahkan diprakarsai pendiriannya oleh perusahaan besar dan kuat/kelompok dari prosesing komoditi tersebut.Contoh : terigu (pasti kita tahu semua, perusahaan mana yang berkuasa dan coba cari tahu siapa pengurusnya).Atsiri (cari tahu siapa pengurusnya, apa perusahaannya).Pakan ternak,jagung, kopi dan masih banyak yang lain.Perusahaan yang kuat/besar dlm bidangnya pastilah berusaha menjadi key person dalam asosiasi.Tujuannya jelas, dgn menjadi key person dalam asosiasi ,bisa dekat dengan birokrat terkait, bisa mengarahkan kebijakan dengan mengatasnamakan asosiasi padahal tujuannya melindungi bisnisnya.<br />
2.Perusahaan prosesing dalam biji coklat pada setahun terakhir banyak yang tutup.Yang dulunya belasan sekarang tinggal hitungan jari.<br />
Komentar saya tentang ini : Dgn kemajuan IT dan murahnya biaya komunikasi  siapa saja, dimana saja  orang mudah mencari pasaran eksport .Beda dgn dulu, ekportir cuma dari etnis tertentu yg punya relasi diluar atau yg punya dana untuk komunikasi atau jalan2 ke LN untuk cari info eksport.Akibatnya banyak ekportir dadakan atau yg dulu pengumpul daerah, yang memasok ke Prosesing atau ke ekportir sekarang bisa jadi eksportir (thank’s to IT).Akibatnya prosesing yang tidak kuat/efisien  atau tidak punya afiliasi dengan perusahaan diluar atau tidak punya produk lanjutan (consumer goods) kalah bersaing dan akhirnya tutup.<br />
 3.Alasan pemerintah menerapkan PE agar biji coklat diolah dulu sehingga ada added value.<br />
Analisa saya terhadap fakta ini:<br />
Jika kebijakan ini dilaksanakan kelompok mana yang akan diuntungkan /dirugikan?<br />
1.Petani adalah kelompok yang  paling dirugikan karena harga biji coklat akan jauh dari harga dunia karena otomatis ekportir akan membebankan PE pada harga pembelian dari pengumpul daerah dan seterusnya, ujung-ujungnya harga pada level petani akan tertekan.<br />
2.Pedagang (mulai pengepul s/d eksportir) tidak dirugikan atau diuntungkan karena akhir dari perdagangan adalah eksportir, tentunya mereka akan menyesuaikan pembelian dengan harga dunia  dikurangi PE.<br />
3.Kelompok Prosesing adalah yang paling diuntungkan.Faktanya harga dilapangan yang terbentuk, adalah harga dominan terbentuk dari persaingan antara prosesing dengan eksportir.Jika harga pembelian eksportir rendah karena ada beban PE,sedangkan produk olahan prosesing tidak dikenakan PE (powder dan butter) tentunya keuntungan menjadi  tinggi.<br />
Analisa lebih lanjut, walau ekportir tidak diuntungkan/dirugikan,lama2  prosesing akan menjalankan strategi menaikan harga beli dibanding eksportir sehingga eksportir tidak mendapatkan profit yg menarik, jika dia adalah ekportir dadakan akan mengalihkan ke komoditi lain, jika sebelumnya pungumpul daerah akan kembali ke pangkuan prosesing.Celakanya, prosesing ini tinggal hitungan jari dan mereka sudah dalam 1 asosiasi, sangat memungkinkan ber oligopoli (seperti jagung tapi sudah dicoba dipatahkan Pak Fadel dulu .(saya coba tulisan yang akan datang ).Inikah  yang dinginkan pemerintah (Depkeu ) untuk menyemarakan poly-poly ?Udalah Depkeu,kalian ngurus diri sendiri ngak becus (gayus gate) ngurusin bidang agro/dagang segala kayak yang pintar semua (eksperimen tak holistik).Sudahkah kalian konsultasi dengan instansi terkait dan asosiasi lain selain ASKINDO?<br />
Kesimpulan<br />
Dengan uraian di atas saya mencium aroma yang kuat bahwa PE ini adalah pesanan/berpihak pada pihak2  tertentu tapi sangat merugikan petani.Jika kebijakan ini “tulus” untuk added value kenapa tidak dilaksanakan pada saat prosesing coklat masih banyak berdiri (perusahaan yang kolaps kebanyakan 100 % PMDN).Sungguh banyak kebijakan dari Pemerintah khusus dalam agro yang berpihak pada yang kuat dan mengada-ada (coba search key words “bogasari””vitamin”).<br />
Saya sangat mendukung added value daripada jual raw matrial.Tapi kebijakan juga harus dilaksanakan pada waktu yang tepat.Yang jadi pertanyaan:jika aroma ini benar, apakah ini bisa dikatagorikan “MAFIA KEBIJAKAN”?<br />
NB: Forum Agromania silahkan tulisan disebarkan.Saya harap forum ini tidak hanya trade saja tapi juga tempat menyalurkan aspirasi untuk pembelaan yang berbau agro.Pernah saya lihat di TV 1 tahun yang lewat ada eksportir cangkang sawit tongkangnya ditangkap polisi karena tidak ada surat karantinanya(tak ada saya ketemukan komentar hal ini pada forum agro),sungguh lucu eksport koq minta surat karantina (urusan karantina mah urusan negara tujuan eksport) jangan2 kita export makanan,BPOM juga turun.ha..ha..ha.(ngurus  makanan import china yg lolos ngak becus).<br />
 Afnil<br />
Dari Asosiasi Tanpa Bentuk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on RDPT untuk Selamatkan Perhutani by agroindonesia</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/06/22/rdpt-untuk-selamatkan-perhutani/comment-page-1/#comment-3846</link>
		<dc:creator>agroindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 03:48:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1869#comment-3846</guid>
		<description>yes you can as long as you mention the source</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yes you can as long as you mention the source</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun 8.000 Kebun Bibit Rakyat by Haryadi</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/05/17/membangun-8000-kebun-bibit-rakyat/comment-page-1/#comment-3845</link>
		<dc:creator>Haryadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 03:21:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1752#comment-3845</guid>
		<description>program yg sangat bagus untuk dijalankan karena semakin hari/minggu/bulan/tahun dipedesaan sudah hampir tidak ada pohon rindang dimana2 berdiri gedung perumahan jalan2 sudah aspal dan corblok sehingga disamping jalan pohon2 ditumbangkan dengan alasan untuk merawat jalan tersebut.jadi tidak mungkin tidak kalau didaerah2 sudah kurang rindang dan juga berakibat pemanasan global.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>program yg sangat bagus untuk dijalankan karena semakin hari/minggu/bulan/tahun dipedesaan sudah hampir tidak ada pohon rindang dimana2 berdiri gedung perumahan jalan2 sudah aspal dan corblok sehingga disamping jalan pohon2 ditumbangkan dengan alasan untuk merawat jalan tersebut.jadi tidak mungkin tidak kalau didaerah2 sudah kurang rindang dan juga berakibat pemanasan global.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Indonesia Bertekad Perbesar Penguasaan Pasar Gaharu by veri</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2009/04/29/indonesia-bertekad-perbesar-penguasaan-pasar-gaharu/comment-page-1/#comment-3841</link>
		<dc:creator>veri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 07:33:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=670#comment-3841</guid>
		<description>dimana bisa jual gaharu? aku ada gaharu sumatera,. email aku : veriferdian@yahoo.co.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dimana bisa jual gaharu? aku ada gaharu sumatera,. email aku : <a href="mailto:veriferdian@yahoo.co.id">veriferdian@yahoo.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sengon Unggul KPWN Kebanjiran Pesanan by gasim</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2009/04/23/sengon-unggul-kpwn-kebanjiran-pesanan/comment-page-1/#comment-3830</link>
		<dc:creator>gasim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 08:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=642#comment-3830</guid>
		<description>pak, saya berminat untuk investasi.
apa yang perlu saya ketahui selanjutnya.
terima kasih
wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, saya berminat untuk investasi.<br />
apa yang perlu saya ketahui selanjutnya.<br />
terima kasih<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Over Dosis Impor Sapi dan Daging by broto</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2010/07/06/over-dosis-impor-sapi-dan-daging/comment-page-1/#comment-3792</link>
		<dc:creator>broto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 17:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1907#comment-3792</guid>
		<description>Masyarakat luas menginginkan harga daging sapi di pasaran tradisional yg murah, bukan sapi hidup yand murah agar bisa byk mengkonsumsi daging sehingga lebih bergizi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat luas menginginkan harga daging sapi di pasaran tradisional yg murah, bukan sapi hidup yand murah agar bisa byk mengkonsumsi daging sehingga lebih bergizi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
