Gapki Prediksi Produksi CPO Tahun Ini Naik 2 Juta ton

0
840
buah sawit

Produksi minyak kelapa sawit mentah  (CPO) Indonesia yang spektakuler di tahun 2018 kemungkinan sulit terulang lagi di tahun 2019 ini. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi kelapa sawit Indonesia di tahun ini hanya naik sekitar dua juta ton dari produksi tahun lalu.

“Produksi kita 2018 meningkat 4 juta lebih, itu siklus, mungkin karena dampak el nino beberapa tahun ke belakang dan produksi 2019 tidak akan sebanyak 2018. Mungkin hanya naik 4 persen,” kata Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, Rabu (06/02/2019).

Data Gapki menyebutkan sepanjang tahun 2018 produksi CPO Indonesia mencapai 43 juta ton atau naik  5 juta ton dibandingkan produksi tahun 2017 yang hanya 38 juta ton.

Menurut Joko, kenaikan produksi yang mencapai rekor tertinggi itu  disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, usai dampak badai el nino yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Biasanya produksi naik 1,5-2 juta ton setiap tahunnya,” katanya. Karena itu, untuk tahun 2019 ini, Gapki hanya memperkirakan kenaikan produksi CPO Indonesia sekitar 2 juta ton.

Ekpor Naik

Joko menjelaskan kenaikan produksi CPO di tahun 2018 telah dimbangi dengan kenaikan volume impor. Kenaikan ekspor di 2018 naik 8 % ketimbang 2017 lalu. “Dari 32,18 juta ton pada 2017 meningkat menjadi 34,71 juta ton di 2018,” paparnya.

Namun, kenaikan volume ekspor itu berbanding terbalik dengan harga jual komoditas andalan Indonesia itu. Sepanjang tahun 2019 harga rata-rata CPO di psar internasional mencapai 595 dolar AS per metrik ton. Ini merupakan suatu penurunan tajam dibandingkan harga CPO di tahun 2017 yang rata-rata bertengger di posisi 714 dolar AS per metrik ton.

Untuk mengatasi pelemahan harga di pasar internasional, Joko mendukung upaya peningkatan kebutuhan CPO di dalam negeri, seperti melalui program B20 dan B30.

“Peningkatan kebutuhan domestik sangat penting agar kita punya posisi tawar tinggi di pasar internasiona” ucapnya.

Seperti diketahui, untuk meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri, pemerintah telah menerapkan program biodiesel 20% (B20) di tahun 2018.

Menurut Ketua Umum Aprobi (asosiasi produsen biodiesel Indonesia), Paulus Tjakrawan, hingga akhir tahun 2018, produksi biodiesel Indonesia mencapai 5,9 juta kiloliter. dari jumlah itu, yang diserap di dalam negeri lewat program B20 mencapai  4,3 juta kiloliter. Sedangkan sisanya sebanyak 1,6 juta kiloliter lagi diekspor. B Wibowo