Alsintan akan Tarik Minat Generasi Muda

0
893

Mekanisasi petanian atau pertanian modern akan menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.

Belum lama ini, petani di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memperoleh bantuan Alsintan  untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian berupa traktor, pompa air dan cultivator.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, batuan Alsintan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk menarik minat anak muda terjun ke pertanian.

“Tujuan utamanya tentu untuk meningkatkan produksi. Tetapi untuk memastikan ada regenerasi petani, maka anak muda harus diberikan sesuatu yang menarik minatnya. Nah, hal itu dengan mekanisasi pertanian,” kata Sarwo Edhy, Senin (4/11/2019).

Apalagi, lanjut Sarwo Edhy, mandat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah agar dunia pertanian mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya agar para siswa ini mulai mempertimbangkan untuk berkarir di dunia pertanian.

“Kementan segera menggencarkan program PMS (Petani Masuk Sekolahan). Program ini akan memperkenalkan dunia pertanian di lingkungan sekolah, baik dalam mata pelajaran maupun praktik,” tegasnya.

Menurut dia, penyusutan jumlah tenaga kerja petani lantaran petani muda enggan kotor, becek dan panas-panasan. Apalagi, upah buruh tani yang rendah juga menjadi alasan, sektor pertanian tidak disenangi kaum milenial.

“Karena itu, keberadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang modern bakal mampu menarik petani muda. Tak hanya menarik minat saja, Alsintan yang modern juga mampu menekan biaya produksi,” ujarnya.

Sarwo mencontohkan, pengolahan tanah satu hektare (ha) dengan manual/cangkul membutuhkan tenaga kerja sebanyak 30-40 orang/hari dengan lama kerja 240-400 jam dan biaya mencapai Rp2 juta-Rp 2,5 juta.

Namun, dengan mekanisasi menggunakan traktor tangan, tenaga yang dibutuhkan hanya dua orang dengan waktu kerja 16 jam/ha, dengan biaya hanya Rp900.000 hingga Rp1 juta.

Contoh lainnya, penyiangan secara manual membutuhkan tenaga kerja sebanyak 15-20 orang dengan jumlah jam kerja 120 jam/ha. Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp600.000. Namun, dengan mekanisasi menggunakan power weeder, jumlah tenaga kerja yang diperlukan hanya dua orang dengan jumlah jam  kerja 15-27 jam/ha, dengan biaya hanya Rp400.000.

Remote control

Sarwo Edhy menambahkan, mekanisasi alat dan mesin pertanian juga sudah memasuki tahap digitalisasi. Salah satu contohnya adalah traktor roda empat yang dapat dikendalikan dengan pengedali jarak jauh (remote control).

“Di Jawa, sudah banyak petani yang mengoperasikan Alsintan dengan remote control. Mereka tidak harus kotor-kotoran di sawah, pengoperasiannya cukup dari pinggir sawah saja. Digitalisasi ini yang bakal menarik minat kalangan milenial,” terangnya.

Selama ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 350.000 unit. Bantuan ini terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015 lalu, Alsintan yang telah disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada 2016 sebanyak 148.832 unit, serta 2017 sebanyak 82.560 unit. Kemudian pada 2018, Alsintan yang disalurkan mencapai 112.525 unit.

Tahun 2019, Kementan akan mengalokasikan Alsintan sebanyak 50.000 unit. Alsintan tersebut berupa Traktor Roda dua (20.000 unit), Traktor Roda empat (3.000 unit), Pompa Air (20.000 unit), Rice Transplanter (2.000 unit), Cultivator (4.970 unit) dan Excavator (30 unit).

“Alat dan mesin pertanian ini sudah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA, dan brigade Alsintan,” ujar Sarwo.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menambahkan, petani merupakan penggerak utama di sektor pertanian. Oleh marena itu, mereka harus dimanjakan. Namun demikian, pihaknya berharap para petani bisa memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

“Kami berharap, bantuan ini bisa termanfaatkan dengan baik. Kami juga berharap, bantuan bisa turut mendorong supaya generasi muda bisa kembali tertarik di sektor pertanian,” ujar Anne.

Bantuan Alsintan yang diterima Purwakarta kali ini berupa 17 unit cultivator, 15 unit mesim pompa air dan 5 unit traktor telah di distribusikan ke masing-masing kelompok tani.

Anne menjelaskan, sejak 2014 lalu para petani melalui kelompoknya kerap mendapat bantuan alat pertanian. Hingga 2019 ini tercacat, untuk bantuan traktor yang sudah disebar mencapai 281 unit. Kemudian, untuk Pompa Air, 238 unit. Sedangkan, untuk alat Cultivator mencapai 31 unit.

“Seluruh bantuan itu sengaja digelontorkan untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian para petani dalam memenuhi kecukupan pangan,” katanya. PSP