Panen Raya Padi Diproyeksi Capai 5 Juta Hektare

0
637
Panen Padi (ilustrasi)

Panen raya akan dimulai dari bulan Maret-April dengan area luas sawah 5 juta hektare. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Margo Hotel Depok, Jawa Barat, Senin (13/1/2020).

“Saya sudah hitung-hitung, Januari ini  kita sudah mulai panen. Februari mulai masuk 30-40%, Maret 50-60% dan klimaksnya akan terjadi pada April. Akumulasinya ada di sana,” ujar Mentan Syahrul.

Dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Mentan Syahrul juga menyampaikan bahwa untuk panen raya padi ini, semua agenda sudah harus dipersiapkan. Selain panen, Kementan selanjutnya fokus pada penyerapan gabah sehingga harga gabah petani tidak anjlok dan  memberikan keuntungan pada petani.

“Penyerapan gabah tetap jalan, tetapi kita fix dari panen raya itu akumulasi ada di Maret, April. Oleh karena itu agenda kita sudah siap di situ, sehingga hasilnya dinikmati pada saat panen nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Syahrul menyatakan pentingnya membangun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Plus yang berbasis digital, atau Kostratani (Komando Strategis Pertanian). Pasalnya, penyuluh adalah ujung tombang pembangunan pertanian modern sehingga keberhasilan pertanian dilakukan dari lapangan.

“Selain peningkatan produksi, Kementan juga fokus menciptakan pengusaha milenial. Petani harus berperan penuh dari hulu ke hilir yakni mulai tanam, produksi, petik dan pemasaran dilakukan sendiri hingga ke tingkat ekspor,” terang Syahrul.

Selain itu, pada kesempatan ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pun melakukan pencanangan dan sosialisasi Kostraling. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menekankan agar industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak lagi gudang-gudang di penggilingan padi.

“Kementan memiliki program Quick wins, dimana penggilingan bermitra dengan petani dan konsumen. Pasokan harus sustain menjadi hal yang paling utama,” jelasnya.

“Akan ada kerjasama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras 300 ribu ton tahun ini, ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman. Pangsa ekspor yang yang potensial di Timur Tengah, PNG dan negara lain,” ujar Suwandi.

Atiyyah