Kementan Bantu Padat Karya Perbaikan Irigasi Tersier, Simalungun

0
562

Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki kepedulian tinggi terhadap sarana dan prasarana pertanian. Hal ini dimaksudkan agar produksi pangan tetap terjaga dan tidak terganggu dengan rusaknya jaringan irigasi, misalnya.

Belum lama ini Kementan memberikan bantuan senilai Rp600 juta untuk kegiatan padat karya. Bantuan ini diberikan kepada Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dengan dana tersebut diharapkan dapat memperbaiki talang irigasi yang jebol akibat longsor, sehingga lahan yang semula tidak produktif dapat dioptimalkan.

Kegiatan perbaikan saluran irigasi tersier ini dilaksanakan di Desa Nagori, Negeri Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Harapan Tani. Jaringan irigasi tersier yang rusak diperbaiki. Setelah baik, petani diharapkan dapat memeliharanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, program padat karya merupakan suatu kegiatan produktif yang dilaksanakan dalam rangka memberikan kesempatan kerja dan menambah penghasilan bagi petani pada saat musim panceklik.

“Program padat karya infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga dapat memberikan peningkatan produksi pertanian, juga pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja bagi petani dan masyarakat sekitarnya yang belum punya pekerjaan tetap,” katanya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, bantuan ini merupakan kegiatan padat karya mencakup kegiatan infrastruktur prasarana dan sarana pertanian yang perlu penanganan segera — yang berdampak terhadap pertanaman, sehingga produksi komoditas pertanian tetap dapat berjalan.

“Tak hanya mensejahterakan petani, program padat karya juga bisa sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan program padat karya oleh masyarakat (P3A dan Poktan) dilakukan melalui pola transfer dana pemerintah langsung ke rekening kelompok penerima manfaat,” katanya.

Adapun fokus utama program tersebut adalah pada pembangunan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, atau pengembangan prasarana dan sarana pertanian lainnya dengan melibatkan warga atau swadaya masyarakat. “Pelaksanaan fisik dilakukan oleh kelompok tani penerima manfaat tersebut secara padat karya yang dibimbing oleh petugas pertanian yang ada di daerah,” jelas Sarwo Edhy.

Perbaikan Talang Irigasi di Kabupaten Simalungun, Desa Nagori Negeri Dolok dikerjakan secara bersama oleh P3A Harapan Tani sebagai penerima bantuan padat karya dari Kementan. Lahan seluas 430 hektare (ha) sebelumnya tidak dapat dilakukan pertanaman karena rusaknya talang irigasi. “Dengan perbaikan talang irigasi ini diharapkan produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan memberikan nilai tambah bagi para petani,” katanya.

Sarwo Edhy menambahkan, agar setelah dibangun dan diperbaiki, maka kewajiban dari seluruh komponen masyarakat dan petani untuk bersama-sama menjaganya, dilakukan pemeliharaan pada bangunan air tersebut agar fungsinya terus terjaga.

Stimulus Ekonomi Buat Petani

Sementara itu, pemerintah juga berencana menggulirkan insentif terkait pandemi COVID-19 kepada para petani gurem sebesar Rp600.000/bulan. Saat ini tercatat petani yang berhak mendapatkan bantuan atau tergolong kategori miskin sebanyak 2,44 juta orang.

“Tentunya pemerintah akan memberikan BLT sebesar Rp600.000, di mana Rp300.000 berupa bantuan tunai dan Rp300.000 lagi dalam bentuk sarana dan prasarana produksi pertanian,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas secara virtual dengan Presiden Joko Widodo di Bogor, Selasa (28/4/2020).

Airlangga menambahkan, insentif ini dibutuhkan guna mempertimbangkan nilai tukar petani. Pemberian stimulus untuk menjaga produksi pangan di dalam negeri tetap berjalan lancar di tengah pandemi virus korona atau COVID-19. “Ini sedang dalam pembahasan agar para petani nanti bisa mendapatkan semacam insentif untuk melakukan tanam di musim pasca panen raya ini,” kata Airlangga.

Dalam pembukaan rapat, Presiden meminta stimulus ekonomi COVID-19 juga menyasar kepada para petani. Hal ini guna menjaga produksi pangan di dalam negeri berjalan dengan lancar. “Program stimulus ekonomi juga benar menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita artinya menjangkau petani kita,” katanya.

Kendati meminta produksi pangan berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan domestik, Presiden mengingatkan seluruh proses produksi harus berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Upaya demi memutus rantai penularan COVID-19 ini tetap menjadi perhatian bersama.

Presiden juga berpesan kepada jajarannya untuk menjaga manajemen pengelolaan. Di tengah ancaman krisis pangan, seperti yang telah disampaikan Organisasi Pertanian dan Pangan (FAO), hal tersebut menjadi sangat penting.

Jokowi meminta jajarannya untuk mewaspadai kemungkinan kemarau panjang 2020, meskipun prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak ada cuaca ekstrem tahun ini.

Mengutip situs resmi FAO, hingga akhir Maret 2020, dampak pandemi COVID-19 pada ketahanan pangan belum diketahui. Namun, COVID-19 telah memiliki efek negatif yang signifikan terhadap orang-orang yang berada di sepanjang rantai pasokan makanan, mulai dari produsen ke pengolah, pemasar, pengangkut dan konsumen.

Presiden Jokowi juga mendapatkan laporan sejumlah daerah mengalami defisit bahan pokok. Berdasarkan catatannya, kelangkaan paling menyeluruh secara nasional tejadi pada bawang putih. Sebanyak 31 provinsi mengalami kekurangan stok satu bumbu dapur utama tersebut.

Selain itu, dia juga mendapatkan laporan 7 provinsi terjadi kekurangan stok beras. Kemudian, defisit jagung terjadi di 11 provinsi, cabai besar terjadi di 23 provinsi, cabai rawit 19 provinsi, bawang merah 1 provinsi, telur ayam 22 provinsi, dan gula pasir di 30 provinsi. Jokowi menuturkan hanya kebutuhan minyak goreng saja yang dipastikan mencukupi bagi 34 provinsi. Sebab itu, selain menjaga kelancaran produksi, dia juga meminta pendataan kebutuhan bahan pokok setiap daerah harus dilakukan dengan cepat. Dengan demikian dapat segera diketahui daerah yang surplus dan daerah yang defisit bahan pokok tertentu. PSP