Sederet Jenderal Dukung Yayasan Peduli Hutan Indonesia

0
524
Ketua TPHI Transtoto Handadhari (tengah) bersama Letjen TNI-AD Doni Monardo (kiri) dan Laksda TNI AL Teguh

Sederet jenderal aktif maupun purnawirawan memberikan dukungan kuat untuk Yayasan Peduli Hutan Indonesia. Visi-misi YPHI untuk penghijauan dan perbaikan lingkungan hidup menjadi alasannya.

Ketua YPHI Transtoto Handadhari mengungkapkan, YPHI terus mendapat dukungan luas. Nama-nama besar seperti Letjen TNI-AD (Pur) Rasyid Qurnaen (mantan Danjen Kopassus, beberapa waktu lalu meninggal),  Letjen TNI-AD (Pur) Burhanudin Amin (mantan Pangkostrad), Marsda TNI-AU (Pur) Suwitno Adi, Irjen Pol (Pur) Bekto Suprapto (mantan Wakabareskrim Polri, sekarang Sekjen Kompolnas), Mayjen TNI-AD (Pur) Suwandi (mantan Danpaspampres), Mayjen TNI-AD (Pur) Heru Tjahjono (BIN), Brigjen Pol (Pur) Sjafriadi Cut Ali (mantan Sekjen Kompolnas), Brigjen Pol Sardjono, dan lainnya sudah menyatakan dukungan terhadap YPHI.

Terakhir muncul nama besar jenderal aktif pencinta hutan Letjen TNI-AD Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memberikan dukungan penuh kepada YPHI.

“Setelah Covid-19 kita bergerak hijaukan hutan Jawa,” kata Doni dalam pesannya melalui aplikasi whatsapp seperti diungkap Transtoto, Kamis (28/5/2020). Pesan tersebut mengisyaratkan bahwa kondisi hutan dan kerentanan Pulau Jawa dari bencana lingkungan sudah semakin parah.

Transtoto menyatakan, saat ini pihaknya terus mempersiapkan Deklarasi Peduli Hutan meski pandemi COVID-19 sedang melanda Indonesia. Persiapan dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

Ketua YPHI Transtoto Handadhari bersama Sekjen Kompolnas Irjen Pol (Pur) Bekto Suprapto, dan Pembina YPHI Ir. Waskito.

Gebrakan YPHI yang juga dikenal dengan gerakan masif yaitu Gerakan Masyarakat Peduli Hutan Indonesia (GMPHI) nampaknya akan memberikan perhatian terhadap kegiatan perbaikan kondisi sumber daya hutan (SDH) secara keseluruhan dengan pilihan-pilihan prioritasnya.

Contoh kegiatan yang telah dirancang antara lain rehabilitasi hutan mangrove di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Utara, pembuatan design engineering lahan perhutanan sosial, pembudidayaan wisata alam, perencanaan carbon trade serta pendampingan pengelolaan hutan lestari.

“Pada prinsipnya kami bersama membentuk YPHI ini sebagai mitra pemerintah, pengusaha hutan, dan masyarakat yang akan mengikuti garis-garis kebijakan pemerintah,” kata Transtoto, rimbawan UGM yang pernah menjabat sebagai Dirut Perhutani  dan dikenal sangat kritis itu.

Ketua YPHI Transtoto Handadhari bersama Marsda TNI-AU (Pur) Suwitno Adi

Dukungan dari sederet jenderal melengkapi dukungan besar dari tokoh-tokoh nasional kepada YPHI. Sebut saja Prof. Emil Salim, Ir. Djamaludin yang Suryohadikusumo, para sesepuh rimbawan antara lain Ir. Waskito S, Ir. Wardono Sakeh, Dr. Untung Iskandar, Ir. Hendarsun, tokoh nasional Djarot Kusumayakti, Prof. Sri Adiningsih, politisi Senayan, akademisi, BUMN Kehutanan, asosiasi hutan dan kebun sampai seniman Samsudin BIMBO, Achmad Albar dan para wartawan secara pribadi.

Sugiharto