Pandemi COVID-19, Pentingnya Menjaga Keamanan Pangan

0
1054
daging sapi

Kementerian Pertanian mengajak semua pihak termasuk masyarakat luas untuk berkontribusi dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman, sehat, dan bergizi di tengah pandemi COVID-19.

“Saat ini kita sedang dihadapkan pada upaya pemulihan pasca pandemik Covid-19, dan potensi kerawanan ketersediaan pangan yang sangat mungkin terjadi, seiring dengan kondisi yang menekan penurunan produktivitas usaha penyediaan pangan. Oleh karena itu kami mengajak agar semua pihak dapat ikut bertindak, karena urusan pangan adalah urusan semua orang, dan semua bisa berkontribusi,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI I Ketut Diarmita katanya dalam pernyataan menyambut perayaan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day), Minggu (7/6/2020).

Salah satunya yaitu pangan segar asal hewan. Ketut menjelaskan bahwa pangan segar asal hewan memiliki nilai dan kualitas yang tinggi bagi kesehatan manusia, karena mengandung protein hewani yang merupakan asam amino essensial yang tidak dapat diganti dengan protein nabati atau protein essensial sintetis lainnya. Asam amino essensial sangat bermanfaat bagi pertumbuhan serta berperan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akan tetapi, disisi lain pangan segar asal hewan memiliki karakteristik mudah rusak (perishable food) dan berpotensi membahayakan (potentially hazardous). Untuk itu, Undang-undang mengatur aspek mulai dari pengawasan, pemeriksaan, pengujian, standardisasi, sertifikasi dan registrasi terhadap produk dan unit usaha, sejak produk pangan asal hewan diproduksi di kandang sampai dengan siap dikonsumsi di meja makan. Selain itu juga untuk memastikan produk pangan asal hewan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan Halal (bagi yang dipersyaratkan).

Dalam kesempatan ini Ketut juga menghimbau agar masyarakat bisa lebih cerdas dan bijak dalam memilih pangan asal hewan, tidak tergiur dengan produk yang murah dan membeli di tempat-tempat resmi dan terdaftar sesuai dengan aturan yang ditetapkan, serta tidak mudah percaya dan meyakini informasi yang belum jelas kebenarannya (hoax) terkait pangan asal hewan.

Di tempat terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa Pemerintah memastikan pangan yang aman bagi masyarakat.

“Pemerintah berperan memastikan pangan yang aman dan berkualitas bagi rakyatnya, petani dan peternak memastikan penerapan cara bertani/beternak yang baik, pelaku usaha pengolahan pangan menjamin pangan diproses secara aman, dan masyarakat konsumen memastikan terpenuhi hak-nya dalam memperoleh pangan yang aman, sehat dan bergizi, dengan perannya dalam memilih, menangani dan mengolah pangan dengan cerdas dan benar,” ungkapnya.

Atiyyah Rahma