Perbaiki Hutan Gambut Terbesar di Sumatera, RER Klaim Catat Kemajuan

0
410
Areal Restorasi Ekosistem Riau [RER]. RER mencatat sejumlah kemajuan untuk menjaga dan melindungi habitat yang dilindungi di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau.

Program restorasi dan konservasi di lahan gambut terbesar di Sumatra, Restorasi Ekosistem Riau (RER) mencatatkan berbagai kemajuan dalam upaya menjaga dan melindungi habitat bagi flora dan fauna yang dilindungi.

Diinisiasi oleh Grup APRIL sejak 2013, RER bertujuan melindungi, merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.693 hektare di Riau, setara dengan luasan kota London.

Dalam Laporan Kemajuan 2019, RER fokus pada tiga hal penting, yaitu peningkatan inventarisasi flora dan fauna, kesuksesan menjaga hutan restorasi dari kebakaran selama enam tahun berturut-turut serta beberapa prakarsa penelitian keanekaragaman hayati.

Sampai dengan 2019, RER berhasil mengidentifikasi tambahan 38 jenis flora dan fauna menjadi total 797 spesies. Perinciannya, sebanyak 76 spesies mamalia, 307 spesies burung, 107 spesies amfibi dan reptil, 190 spesies pohon, 89 spesies ikan dan 28 spesies Serangga (Odonata) ditemukan di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Selama enam tahun terakhir juga tercatat tidak ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RER berkat komitmen kuat dalam merestorasi hutan, restorasi hidrologis serta pelibatan langsung masyarakat didalamnya.

“Secara keseluruhan, upaya kami dalam menjaga dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sudah terlihat dampaknya. Pada tahun 2019, sepanjang 81.200 meter kanal drainase lama di dalam area RER telah ditutup dalam upaya berkelanjutan yang direncanakan akan selesai pada 2025,” kata External Affairs Director RER Nyoman Iswarayoga, Kamis (18/6/2020).

Salah satu faktor keberhasilan RER dalam menjaga areanya bebas kebakaran dan bebas titik panas adalah kemitraan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan restorasi. Sepanjang 2019, RER memfasilitasi enam kelompok masyarakat untuk mengelola lahan pertanian tanpa bakar serta budidaya ikan air tawar yang memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan pencapaian yang dicatatkan RER tak lepas dari metode yang ditetapkan APRIL selaku induk usaha PT RAPP, yakni dengan pendekatan produksi-proteksi khususnya di wilayah Semenanjung Kampar.

Sihol menyatakan, RER juga merupakan perwujudan nyata komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 15: Life on Land (Ekosistem Daratan).

“Selain itu, RER merupakan bagian dari perwujudan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0 yang dijalankan Grup APRIL. APRIL berkomitmen 1 banding 1, dimana kami mengkonservasi atau merestorasi 1 hektare hutan alam untuk setiap hektare hutan tanaman industri yang dikelola,” jelas Sihol.

Sugiharto