Biobestari Agritan: Varietas Baru Padi Gogo yang Bersifat Amfibi

Peneliti Balitbangtan Dr. Iswari Saraswati Dewi

0
414
Peneliti Balitbangtan Dr. Iswari Saraswati Dewi

Tahun ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melepas sejumlah varietas unggul baru, salah satunya Biobestari Agritan. Ini adalah varietas baru dari padi gogo.

Menurut Peneliti Balitbangtan  dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) Dr. Iswari Saraswati Dewi, produktivitas padi Biobestari cukup baik karena memiliki produktivitas rata-rata 5,8 ton/hektare (ha) dan potensi hasil sekitar 7,5 ton/ha. Saat ini produktivitas nasional padi gogo hanya sekitar 4 ton/ha.

Sebagai informasi, BB Biogen merupakan lembaga litbang berkelas dunia dalam mengembangkan sumberdaya lokal Indonesia berbasis bioteknologi. BB Biogen sendiri memiliki fungsi sebagai unit pelaksana teknis di bidang penelitian dan pengembangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. BB Biogen terbentuk berdasarkan SK Mentan No. 631/Kpts/OT.140/12/2003, yang secara efektif sejak Januari 2004. BB Biogen mempunyai tugas dan mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian.

Untuk tahu lebih jauh tentang padi gogo Biobestari Agritan serta perbedaannya dengan padi gogo lainnya, berikut petikan wawancara Agro Indonesia dengan Iswari Saraswati Dewi:

Apa perbedaan padi gogo Biobestari dengan padi gogo yang lainnya?

Padi gogo biasa dikenal sebagai padi yang ditanam di tanah kering dan bukan sawah yang tergenang air. Akan tetapi padi gogo Biobestari ini bersifat amfibi, artinya padi gogo ini bisa ditanam di persawahan juga dan apabila ditanam di sawah hasilnya akan tetap stabil.

Kelebihan Biobestari dibandingkan dengan padi gogo yang lain?

Biobestari memiliki produktivitas rata-rata 5,8 ton/ha dan potensi hasil sekitar 7,5 ton dibandingkan dengan produktivitas padi gogo biasanya. Kemudian, umurnya genjah (<110 HSS),  masa panennya lebih cepat dari padi gogo biasanya yaitu 109 hari. Kemudian agak tahan terhadap hama dan penyakit seperti WBC (wereng belang cokelat), HDB (Hawar Daun Balteri) dan blast.

Bisa jelaskan lebih detail bagaimana ketahanan padi gogo biobestari ini terhadap penyakit dan hama ?

Tahan terhadap Hawar Daun Bakteri patotipe III dan patotipe IV saat fase vegetatif, agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri patotipe III dan tahan HDB patotipe IV saat fase generatif, tahan terhadap penyakit blast ras 133, ras 013, ras 041, ras 131 dan ras 053 serta agak tahan ras 073 dan ras 173 dan agak tahan terhadap Tungro.

Berapa luas yang ditargetkan penanaman padi biobestari ini?

Padi gogo luasannya tidak seperti padi sawah jadi di lebih kecil dan karena juga padi gogo ini ditanamani di pegunungan, lahan kering dan total yang dipakai sekitar 2 juta ha lebih. Jadi dianjurkan ditanam mengikuti kaidah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo pada lahan kering di bawah 600 m dpl.

Kemudian bagaimana mutu berasnya?

Mutu berasnya bagus, padi ini adalah turunan IR64 (diirradiasi dengan sinar gamma 50 GY) dan sudah dikenal petani dengan rasa beras yang enak dan butirannya juga bagus dan apabila dikomersilkan mereka tidak khawatir karena sudah dikenal rasanya oleh konsumen.

Di daerah mana saja padi gogo biobestari potensial untuk ditanamani?

Sebelum pandemi Covid-19 lalu sudah mulai dikembangkan di Indramayu. Selanjutnya akan kita kembangkan di daerah dengan kesesuaian lahan dan agroklimat untuk tanaman pangan semusim, serta mempunyai potensi pasar untuk dibina menjadi sentra daerah dan sentra unggulan. Daerah yang dimaksud adalah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.

Kemudian sudah menanami di daerah mana saja? Dan bagaimana hasilnya?

Kami sudah memulai menanam di Indramayu dan sudah mulai panen. Di sawahnya luasnya 5000 m2 di Cikamarung, Indramayu. Dan hasilnya mulai panen dan mendapat GKP (gabah kering panen) sekitar 6 juta ton.

Setelah dikembangkan di Indramayu, selanjutkan akan ditanam dimana?

Banyak. Jadi sekarang kami tengah membuat benih yang mau kita kembangkan, pengembangannya kalau sekitar Bogor ini juga ada dan di Jawa barat. Rencana selanjutnya ada di beberapa daerah Sumatera Selatan dan Lampung (OKU, timur, selatan), Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, Banyuasin;  Sumatera Barat (Dharmasraya, Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawah Lunto)

Kapan rencana padi gogo Biobestari Agritan ini akan dikomersilkan?

Jadi pengembangan Padi Gogo Biobestari ini ada dua yaitu karena sentra produksi seperti Lampung atau karena pemasaran tersebut bagus untuk padi gogo. Dan pengembangan itu kita keluar Jawa karena di luar Jawa lumayan banyak orang menanam padi gogo.

Dan untuk rencana komersial belum ada karena kami masih ditahap pengembangan dan komersialnya tergantung dari mereka (petani dan distributor) yang jual tetapi harganya tidak terlalu berbeda jauh dengan beras yang dari padi sawah.

Bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan sentra produksi dari padi gogo Biobestari Agritan tersebut?

Pada lokasi dimana petani sudah biasa melakukan kegiatan budidaya padi gogo perlu dilakukan sosialisasi mengenai varietas unggul padi gogo yang baru dilepas, teknologi budidaya padi gogo terkini (contoh PTT padi gogo dan sistem tanam larikan/largo) agar produksinya dapat ditingkatkan.

Kemudian, upaya untuk meningkatkan produksi dan pengembangan padi gogo dapat dilakukan dengan cara penerapan teknologi aplikatif antara lain: Penggunaan varietas Unggul berdaya hasil tinggi dan tahan OPT utama padi gogo; Penggunaan teknologi yang dapat membantu pengelolaan hara yang efektif dan efisien;  Penggunaan teknologi yang dapat membantu perlindungan tanaman terpadu yang aman lingkungan; Teknologi pasca panen yang dapat membantu meningkatkan rendemen dan menjaga kualitas beras yang dihasilkan.

Atiyyah Rahma