Strategi Kementan Hadapi La Nina

* Alsintan, Asuransi dan RJIT

0
268

Alat dan mesin pertanian (Alsintan), asuransi dan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) menjadi bagian strategi kementerian Pertanian (Kementan) untuk menghadapi fenomena alam La Nina.

Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan dipastikan akan kerja keras untuk menghadapi fenomena La Nina. Alasannya, Alsintan, Asuransi, RJIT, dan Pompa termasuk dalam 7 langkah Kementan untuk menghadapi La Nina.

Strategi 7 Langkah Kementan untuk menghadapi La Nina disampaikan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Antisipasi dilakukan lantaran fenomena diprediksi terjadi bertepatan dengan musim tanam Oktober-Maret (Okmar)

“Pada MT Okmar ini, kita akan menghadapi La Nina. Ada ancaman banjir, longsor. Selain itu, ada pula gejala hama yang mungkin muncul karena banjir,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam webinar, Senin (26/10/2020).

Hal ini yang menjadi alasan ditetapkannya 7 hal yang harus dipersiapkan untuk wilayah daerah rawan banjir. “Saya istilahkan ada daerah merah, ada daerah kuning. Apa yang dilakukan daerah kuning beda dengan daerah hijau. Yang kedua, early warning, rajin-rajin tanya BMKG di daerah saya itu gimana?” tegasnya.

Ke-7 langkah strategi tersebut pertama adalah mapping wilayah sistem banjir. Kedua, early warning system dan rutin pantau informasi BMKG. Ketiga, pengerahan brigade La Nina (Brigade DPI-OPT), brigade alsin dan tanam, brigade panen dan serap gabah kostraling.

Keempat, pompanisasi in-out dari sawah, rehabilitasi jaringan irigasi tersier/kuarter. Kelima, menggunakan benih tahan genangan, seperti inhara 1-10, inpari 29, inpari 30, Ciherang, dan lain sebagainya. Keenam, asuransi usaha tani padi dan bantuan benih gratis bagi puso. Ketujuh, panen, dryer/pengering, dan RMU.

Menurut dia, salah satu yang harus disiapkan adalah pompanisasi in-out. Hal ini harus dilakukan agar kelancaran air pembuangan bisa dilakukan.

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy menyebutkan, Ditjen PSP siap mendukung langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena La Nina. “Baik Alsintan, asuransi, RJIT, maupun pompa kita siapkan dan akan dimaksimalkan untuk menghadapi La Nina,” tegasnya.

Menurut Sarwo Edhy, selama ini Ditjen PSP juga terus memaksimalkan hal-hal tersebut di daerah. “Saya rasa semua bisa digerakkan untuk mendukung pertanian saat musim tanam nanti. Dan juga bisa dimanfaatkan untuk menghadapi La Nina,” katanya

Alsintan Buat Padang

Sementara itu sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Alsintan Sebanyak 10 unit tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila Alsintan bisa dikelola dengan baik, maka akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan Alsintan bantuan pemerintah.

Dia juga mengatakan, Alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan.

“Ada salah satu UPJA yang mengelola Alsintan kurun dua bulan bisa mendapatkan hasil dari sewa Alsintan ke petani hingga Rp46 juta,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman Yakub mengungkapkan, ada tiga sumber dana Alsintan yang diserahkan oleh menteri kepada petani di wilayahnya.

Ketiga sumber tersebut adalah Kementan, Pemerintah Sumbar, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman. “Alsintan tersebut dibutuhkan oleh petani untuk membantu kerjanya. Alat itu dikelola kelompok tani,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat ini dari 1.300 kelompok tadi di Padang Pariaman, baru sekitar 1.000 yang sudah memiliki Alsintan. Sedangkan sisanya masih menggunakan cara tradisional.

“Kami masih mengupayakan untuk 300 kelompok lagi, baik melalui APBD Padang Pariaman dan Sumbar maupun pemerintah pusat,” katanya.

Pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan produksi padi di Padang Pariaman guna menjamin ketersedian pangan untuk warga setempat serta membantu memenuhi kebutuhan pangan kabupaten dan kota lainnya baik di dalam maupun luar Sumbar.

“Padang Pariaman surplus beras 120.000 ton per tahunnya. Beras ini tidak saja dijual di dalam Sumbar, namun juga ke luar Sumbar,” ujarnya.

Kementan memberikan bantuan senilai Rp39,4 miliar untuk pertanian di Sumbar yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp18,2 miliar, serta Ditjen PSP Rp12,8 miliar. Selanjutnya melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Rp4,3 miliar serta Direktorat Jenderal Hortikultura Rp3,9 miliar.

Alsintan Pacu Produksi

Upaya peningkatan produksi tanaman padi juga terus dilakukan di Kabupaten Kaur, Bengkulu. Salah satunya melalui memaksimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pertanian. Hal ini dikarenakan melalui teknologi tepat guna, petani dapat lebih efisien dalam meningkatkan hasil panen.

Peran Alsintan tidak hanya mendukung proses budidaya maupun pasca-panen, tetapi juga beragam pengembangan proses hasil panen menjadi produk pangan tambahan.

“Tentu saja, transformasi teknologi bagi para petani ini berjalan lebih efektif, hemat waktu, serta lebih ramah lingkungan. Dalam waktu singkat, petani dapat meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.

Dirjen PSP, Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, dengan Alsintan juga bisa mengurangi biaya produksi hingga 30%. Proses pengembangan lahan pertanian menggunakan Alsintan dapat berjalan lebih cepat. “Selain itu, biaya produksi yang dibutuhkan juga bisa berkurang cukup banyak,” katanya.

Terbukti, setelah mendapat bantuan Alsintan, petani Kaur mampu memangkas biaya produksi hingga 30% dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, petani Kaur juga tidak perlu mencari dan memberi upah bagi buruh yang diminta untuk mencangkul sawah.

“Hal ini dikarenakan traktor sudah dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam kurun waktu lebih singkat,” tambah Sarwo Edhy.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur sangat mendukung pengembangan pertanian di wilayahnya. Penyaluran bantuan Alsintan adalah pilihan yang tepat, mengingat banyak manfaat yang bisa didapatkan para petani dari penggunaan Alsintan tersebut.

“Dengan adanya petani yang teredukasi, diharapkan bisa mengubah paradigma petani konvensional ke cara kerja yang lebih modern,” ujarnya.

Plt. Bupati Kaur, Hj Yulis Suti Sutri meminta para petani Kabupaten Kaur agar memanfaatkan secara optimal berbagai Alsintan untuk mendongkrak produksi pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

“Untuk meningkatkan produktivitas dalam sektor pertanian harus memaksimalkan penggunaan Alsintan. Karena proses pengolahan semakin mudah dengan Alsintan,” kata Yulis.

Menurut Yulis, pemanfaatkan secara optimal Alsintan mempercepat pengolahan tanah dan tanaman. Terlebih lagi saat ini makin terbatas jumlah tenaga kerja pengolah tanah dan tanaman di daerah setempat.

“Bantuan Alsintan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Kaur dan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di wilayah Kabupaten Kaur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Nasrur Rahman juga menyampaikan, bantuan Alsintan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2020. Di mana bantuan Alsintan berupa pompa air dan benih padi itu diberikan kepada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Papahan Kandang, Kelompok Tani Curup Takur dan Kelompok Tani Tebat Penangkis. PSP