Bayer Luncurkan Program Pemberdayaan Petani

0
538
(dari kiri) Kepala Kantor Regional 1 OJK DKI Jakarta & Banten Dhani Gunawan Idat, Country Lead Bayer Corp Science Indonesia & Malaysia Patrick Gerlich, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid S mewakili Wakil Gubernur Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti, Petani & pemilik BLFC Banten, Ferry Faturahman.

Bayer Indonesia, perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, meresmikan program ‘Better Life Farming” (BLF) bersama dengan Kementerian Pertanian dalam acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP),  di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Better Life Farming merupakan bentuk dari program berkelanjutan Bayer bekerjasama dengan para mitra untuk menjangkau 4 juta petani dengan 20% nya adalah petani perempuan selama kurun waktu 2020-2030.

Program ini direncanakan akan dilaksanakan di 17 provinsi untuk mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Melalui Better Life Farming Center (BLFC) Bayer dan mitra membuka akses teknologi dan pendidikan serta pendampingan termasuk akses pembiayaan bagi para petani agar mereka dapat mengelola bisnis pertanian secara profesional dan layak secara komersial,” jelas Country Commercial Lead Crop Science Bayer Indonesia & Malaysia, Patrick Gerlich.

Konsep program Better Life Farming diklaim sejalan dengan strategi Pemerintah untuk mengembangkan Korporasi Petani dan menjangkau 2,5 juta petani muda.

Nantinya kelompok tani dan petani akan diberi bimbingan pelatihan on-farm serta kewirausahaan dan difasilitasi akses pembiayaan, asuransi pertanian, serta akses pasar.

Program Better Life Farming ini adalah komitmen jangka panjang Bayer yang secara global bermitra dengan IFC, Netafim dan Swiss-Re.

Program Better Life Farming juga bertujuan mendukung Visi Pertanian Jangka Menengah Pemerintah Indonesia 2020-2024 yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan ketahanan pangan dan daya saing pertanian.

Mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024, korporasi petani yang dibangun dengan sistem industri tani yang terpadu dalam mengembangkan skala usaha tani akan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang kerap dijumpai petani.

Faktanya, banyak petani mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen sehingga menyebabkan menurunnya pendapatan mereka. Keadaan ini semakin terancam dalam masa pandemi ini.

Atiyyah