Lahan Tidur Jadi Penyuplai Makanan Alternatif Pengganti Beras

0
239

Sejumlah aset lahan tidur milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah dimanfaatkan untuk menjaga pemenuhan sumber pangan di kota ini. Hal ini dilakukan dengan menanami lahan tersebut dengan tanaman pangan karbohidrat, seperti umbi-umbian. Dan beberapa lahan telah memasuki masa panen sehingga di masa pandemi Covid-19 bisa menjadi suplay makanan alternatif pengganti beras.

Diketahui, penanaman lahan aset pemkot dengan tanaman alternatif telah dilakukan sejak September lalu. Selain umbi-umbian, ada juga lahan yang dimanfaatkan untuk menanam sayur mayur.

Adapun lokasi aset lahan berada di tiga lokasi yaitu, di Desa Oro-oro Ombo, Kelurahan Songgokerto, dan Kelurahan Dadaprejo. Dan secara simbolis Walikota Batu, Dewanti Rumpoko ikut memanen sumber pangan alternatif pengganti beras di Kelurahan Dadaprejo.

Dalam arahannya, Dewanti menjelaskan bahwa komoditi pangan yang selama ini bergantung kepada negara lain berpotensi terhenti. Seperti Malaysia yang sudah mulai tidak mengekspor beberapa komoditi hasil pertaniannya ke negara lain.

“Dikhawatirkan Tiongkok dan Thailand jua melakukan hal yang sama. Karena itu kita harus melakukan langkah antisipasi,” ujar Dewanti, Jumat (18/12/2020).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan instruksi kepada seluruh pemerintah daerah untuk menggalakkan penanaman bahan pangan karbohidrat alternatif pengganti padi. Dengan langkah ini diharapkan bisa menjaga stabilitas ketersedian sumber pangan.

Adapun di Kota Batu, dirinya telah meminta kepada para Camat untuk memanfaatkan lahan ast milik Pemkot Batu yang masih ada dan memungkinkan dijadikan lahan pertanian.

Diketahui, di Desa Oro-oro Ombo lahan aset pemkot yang telah dimanfaatkan untuk penanaman bahan pangan asternatif seluas 2000 meter persegi. Kemudian di Kelurahan Songgokerto seluas 3 hektar, dan di Kelurahan Dadaprejo seluas 5,5 hektar.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono menambahkan selain lahan aset Pemkot Batu, ada beberapa kawasan hutan yang dimanfaatkan dengan penanaman serupa. Hal ini dilakukan kelompok LMDH untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan di Kota Batu.

“Ada 6 LMDH yang sudah melakukan hal itu, seperti di Desa Tulungrejo, Sumberbrantas, Gunungsari, Giripurno, Sumbergondo dan Punten,” ujar Sugeng.

Dalam kegiatan tersebut, juga digalakkan ‘Gerakan Gemar Makan Sayur’. Tercatat ada sebanyak 250 paket sayuran yang dibagikan kepada masyarakat terutama yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan gizi. Elsa Fifajanti