Suparma Optimis Raup Penjualan Rp 2,6 Triliun

0
170
Pabrik kertas

PT Suparma, Tbk, yang bergerak di bidang produksi kertas optimis kinerja perseroan tahun 2021 akan  membaik dengan target penjualan sebesar Rp 2,6 triliun. Optimisme perseroan didasarkan pada membaiknya perekonomian  dimana pertumbuhannya ditargetkan mencapai 5% . Keyakinan ini  didukung juga dengan inflasi rendah dan nilai tukar berkisar pada level Rp 14.000 an per  dolar AS. Di sisi lain jika pemerintah sukses melaksanakan vaksin Covid 19, maka perekonomian di tanah air akan semakin membaik.

Usai paparan public, Jumat (11/12/2020),Direktur  Keuangan PT. Suparma, Tbk Hendro Luhur menyatakan, tahun 2021 kendati masih dipenuhi dengan ketidakpastian, namun tetap optimis kinerja perseroan makin membaik dengan peningkatan 23,8 % atau setara dengan perolehan tahun 2019. Hal ini mengingat,  banyak potensi pasar yang masih bisa dikembangkan, karena pasar domestik juga sangat besar.

“Selain itu, dengan beroperasinya Paper Machine (PM10) pada oktober 2021 yang berkapasitas 38.000 Matrik Ton, maka penjualan bersih yang dipatok perseroan senilai Rp 2,6 Triliun akan tercapai,” jelas Hendro.

Penjualan bersih PT Suparma Tbk selama periode Sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020 mengalami penurunan sebesar 18% dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama pada tahun 2019.

Penurunan penjualan bersih tersebut disebabkan oleh penurunan kuantitas penjualan produk kertas sebesar 17,3%.  Pencapaian ini setara dengan 73,3% dari target penjualan bersih Perseroan yang sebesar Rp 2.1triliun.

Penurunan penjualan ini terutama terjadi di pasar domestic sebesar 20 persen. Namun, beban pemakaian bahan baku juga mengalami penurunan 16 % sehingga laba kotor meningkat 2,6 % dari 227,7 miliar menjadi 284,9 miliar.

Sedangkan untuk pencapaian penjualan bersih selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar Rp 1.9 triliun  dimana pencapaian ini setara dengan 91,3% dari target penjualan tahun 2020.

Kuantitas penjualan kertas Perseroan mengalami penurunan 17,3%, dari semula sebesar 169.672 MT menjadi 140.270 MT. Pencapaian ini setara dengan 71,7% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan yang sebesar 195.600 MT.

Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar 176.799 MT atau setara dengan 90,3% dari target kuantitas penjualan kertas tahun 2020.

Hendro Luhur menegaskan, hasil produksi kertas Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar 4,4 % dari semula sebesar 152.691 MT menjadi 145.939 MT atau setara dengan 74,3% dari target produksi kertas tahun 2020 yang sebesar 196.400 MT, dengan tingkat utilisasi sebesar 78,3%. Sedangkan pencapaian produksi kertas selama periode sebelas bulan yang berakhir pada tanggal 30 November 2020 adalah sebesar 180.166 MT atau setara dengan 91,7% dari target produksi kertas tahun 2020.”

Hendro menambahkan, kemampuan membayar hutang dan beban keuanganPerseroan tetap terjaga bahkan meningkat. Dengan beberapa indicator rasio lancar meningkat dari semula 1,7x menjadi sebesar 2,3x, Rasio Pinjaman Terhadap Ekuitas sebesar 0,47x,  Rasio Penjualan Bersih Terhadap Pinjaman sebesar 2,2x dan  Rasio EBITDA Terhadap Beban Keuangan meningkat ke level 7,4x dari semula 5,5x.

Diakui Hendro, Kendati pembelian PM10 sudah terbayar 100 % yang dilakukan karena kenaikan arus kas bersih mencapai dua kali lipat, namun perseroan pada tahun 2021 membutuhkan suntikan dana sebesar 8-10 juta dolar AS  yang diperlukan untuk L/C 6-7 juta dolar dan sisanya sekitar 3 juta dolar untuk pembelian bahan baku dalam negeri. Shanty