Enam Strategi Kemendag Soal Perdagangan Luar Negeri 2021

0
458

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki enam strategi yang akan diterapkan dalam perdagangan luar negeri tahun 2021 di tengah kondisi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung di tahun ini.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan, strategi pertama adalah pasar non tradisional , di mana Kemendag akan mencari dan memanfaatkan peluang di negara-negara non tradisional sebagai alternatif pasar ekspor.

“Kedua adalah penyelesaian perjanjian perdagangan. Kemendag menargetkan akan segera menyelesaikan 25 perjanjian perdagangan internasional,” ujar Muhammad Lutfi dalam Konferensi pers trade Outlook 2021, Senin (11/1/2021).  Selain itu, ungkapnya, Kemendag juga  akan melakukan perundingan perdagangan internasional, salah satunya dengan negara nontradisional.

Strategi ketiga adalah  keikutsertaan di Expo Dubai dan TEI, promosi dagang di dalam dan luar negeri, seperti keikutsertaan pada Expo 2020 Dubai dan Trade Expo Indonesia 2021 di Indonesia.

Sementara strategi keempat terkait misi dagang. Dalam hal ini, Kemendag akan melakukan  penguatan misi dagang yang meliputi forum bisnis, business matching serta dialog bisnis.

Menurut Lutfi, berhubung masih terbatasnya mobilitas antarnegara akibat masih adanya pandemi, pemanfaatan teknologi digital akan menjadi solusi dalam strategi ini.

Selanjutnya, strategi kelima adalah  memastikan arus barang masuk terutama bahan baku dan penolong, karena barang-barang tersebut yang nantinya akan diproses menjadi barang ekspor.

Sedangkan strategi keenam terkait masalah perizinan. Dalam hal ini, ungkap M Lutfi, Kemendag akan memberikan kepastian hukum dan proses bagi para eksportir dan importir dalam pengurusan perizinan yang dilakukan.Buyung N