Perum Bulog Mulai Serap Beras Petani

0
282

Perum Bulog  mulai melakukan penyerapan beras medium untuk tahun 2021 dengan pola jemput bola membeli beras serta gabah petani . Hal ini ditandai dengan masuknya beras medium ke Gudang Bulog Gampong Darat – Meulaboh sebanyak 500 ton pada hari Senin (22/02/2021 ).

Penyerapan ini  hasil kerjasama dengan mitra lokal  guna mengoptimalkan musim panen raya yang puncaknya akan berlansgung sekitar bulan Maret – April 2021. Penyerapan Pengadaan ini dalam rangka memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).

Berdasarkan data prakiraan produksi GKG (Gabah Kering Giling) dari BPS periode bulan Maret – April 2021, Provinsi Aceh mempunyai produksi GKG sebesar 425 ribu ton.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, ada dua grand master plan kegiatan supply chain dan pelayanan publik Bulog yaitu menjaga stock beras cadangan pemerintah, penyediaan stok sesuai kebutuhan penjualan, kualitas standar dan harga kompetitif serta sinergi dengan mitra kerja untuk meningkatkan jaminan pasokan dan efisiensi biaya persediaan.

“Tahun ini Perum Bulog akan lebih selektif dalam melakukan penyerapan gabah beras dan memaksimalkan kegiatan jemput bola ke petani guna mendapatkan stok sesuai yang dibutuhkan untuk kegiatan penjualan ataupun penyaluran lainnya, dengan tambahan serapan dari Meulaboh – Aceh hari ini sebanyak 500 ton maka total serapan beras  Bulog dari Petani  tahun 2021  per hari ini sudah sebanyak 30 ribu ton”, kata Suyamto.

Selain itu Bulog juga akan memaksimalkan strategi pengadaan dalam negeri saat puncak panen raya pada bulan Maret – April sebagai upaya memperoleh jaminan pasokan beras PSO dan menjaga stok beras CBP/PSO sesuai penugasan yang diberikan. Selanjutnya, BUMN sektor pangan ini juga melakukan pengadaan GKG dengan Sistem Kontrak / Perjanjian Terikat dengan Mitra Kerja Pengadaan (MKP).

“Sampai saat ini stok yang dikuasai Bulog hampir mencapai 1 juta ton, dan harapannya saat panen raya nanti Bulog akan dapat menyerap secara maksimal gabah beras dari petani guna menjaga stabilisasi harga di tingkat petani dan mencukupi kebutuhan stok sesuai penugasan dan kebutuhan penyaluran”. tambah Suyamto.

Menurutnya, dengan pengaplikasian sistem Supply Chain Management yang digunakan dalam mengintegrasikan rencana penjualan dan pasokan dengan tetap memperhatikan rencana bisnis (penyaluran, penjualan, pengolahan, pengadaan, produksi dan keuangan) kedalam suatu rencana terpadu diharapkan kedepannya Bulog agar lebih optimal dalam melakukan penyerapan beras/gabah melihat dari peluang pasar di masyarakat. Buyung N