Berharap Ada Regulasi yang Menguntungkan Penggiat Hidroponik

0
113
Dadan Ramdani, Founder Kotahira Bogor

Hidroponik adalah salah satu teknik dalam dunia agroteknologi yang berkaitan dengan teknik menanam tanaman menggunakan inovasi teknologi sederhana. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman tanpa media tanah, namun diganti menggunakan media air. Bisakah media tanam diganti menggunakan air? Jawabannya tentu saja bisa. Hal ini justru lebih memudahkan bagi yang ingin bercocok tanam namun tidak memiliki lahan tanah yang cukup. Terlebih jika hidup di area perkotaan yang umumnya minim lahan pertanian atau perkebunan.

Sejak teknik hidroponik pertama kali ditemukan oleh W.A. Setchel dan W.F. Gericke, teknik ini terus mengalami perkembangan dan inovasi. Hingga saat ini pun sudah banyak teknik-teknik baru yang dikembangkan berdasarkan teknik hidroponik untuk menanam sayuran. Teknik tersebut dapat dibedakan berdasarkan sistem media tanamnya, antara lain sistem kultur air dan kultur agregat.

Untuk mengupas lebih jauh tentang bercocok tanam dengan sistem hidroponik, Agro Indonesia telah berbincang-bincang dengan Dadan Ramdani, salah satu penggiat hidroponik, founder Kotahira (Koperasi Tani Hidroponik Sejahtera) Bogor dan pengelola kebun hidroponik Askifarm PT Astra Komponen Indonesia. Nah apa saja harapan penggiat hidroponik kepada pemerintah dan bagaimana kiprah mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan di tanah air khususnya sayuran segar dan sehat? Berikut petikan wawancara dengan pria ramah kelahiran 10 November 1972 ini.

Apakah menanam menggunakan media tanah sudah mulai bergeser?

Dibilang bergeser tidak juga. Sebenarnya media tanah merupakan sesuatu yang vital untuk bercocok tanam karena tanah berfungsi sebagai penopang tanaman dan penyedia nutrisi berupa unsur hara, vitamin, dan air bagi tanaman. Jika kebutuhan nutrisi tanaman tersebut dapat dipenuhi dengan baik, maka tanaman dapat tumbuh dengan subur meskipun media yang digunakan bukan tanah. Cara menanam tanaman dengan teknik hidroponik pertama kali ditemukan oleh W.A. Setchel dan W.F. Gericke yang merupakan ilmuwan pertanian dari Universitas California. Mereka mencoba inovasi baru dengan mengganti media tanam menjadi air, dan benar-benar memperhatikan asupan nutrisi yang diperlukan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh subur.

Apa yang anda pelajari dengan teknik hidroponik?

Teknik menanam sayuran hidroponik dengan sistem kultur air sebenarnya telah dilakukan sejak abad ke 15 oleh suku bangsa Aztec. Bangsa Aztec sering menanam berbagai macam tanaman dengan memanfaatkan kubangan air ataupun kolam kecil sebagai media tanamnya. Kini cara tersebut banyak diadaptasi oleh petani-petani sayuran air, seperti misalnya kangkung air, bayam air, dan masih banyak lagi sayuran lainnya. Cara ini sebenarnya juga mengadaptasi dari cara perkembangbiakan bunga teratai, eceng gondok, maupun tanaman-tanaman air lainnya. Meskipun tidak menggunakan media tanah, tanaman-tanaman tersebut dapat tumbuh subur dengan menyerap unsur hara yang terdapat di dalam air. Selain itu, adanya plankton-plankton di air juga membantu dalam menyuburkan tanaman.

Pendidikan anda Fakultas Pertanian?

Hemm…saya bukan lulusan Fakultas Pertanian tetapi IT, aneh ya? Kendati agak melenceng, tetapi belajar hal baru seperti hidroponik ternyata lebih asyik dan setelah terjun di bidang pertanian saya justru lebih banyak berinovasi dan tentu saja membangun  sebuah usaha yang  menjanjikan bagi seorang entrepreneur. Bukan saja menjadi usaha paruh waktu, melainkan sudah menjadi tren usaha baru yang ditekuni sebagai profesi utama karena oportunisitasnya begitu menjanjikan seiring meningkatkan kesadaran pola hidup sehat masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Menurut anda apa saja keunggulan sayuran hasil kebun hidroponik?

Sayuran hidroponik lebih menghasilkan produk relatif lebih segar dan pasti bebas pestisida. Selain warnanya yang lebuh segar, sayuran hidroponik lebih terasa lebih renyah dan sehat.  Kesadaran masyarakat akan hidup sehat saat pandemi Covid-19 membuat permintaan sayur dari kebun hidroponik yang dibudidayakan terus mengalami peningkatan permintaan. Mestinya seiring dengan meningkatkan perekonomian masyarakat, sayuran hidroponik akan menjadi pilihan masyarakat yang menerapkan hidup sehat. Karena pertanaman secara hidroponik merupakan budidaya yang terukur sesuai kebutuhan tanaman terhadap unsur hara.

Bagaimana dengan produk Kotahira?

Kami memproduksi sayuran hidroponik dengan kualitas terjamin yang bebas residu kimia berbahaya. Mengingat, kami melakukan  pencegahan hama dan penyakit dengan cara alami, ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Selain itu, harga sayuran yang kami budidayakan harganya terjangkau

Kapan anda bergabung dengan Kotahira dan mengapa anda bergabung? Mengingat background anda bukan pertanian.

Saya bergabung dengan Kotahira sejak 2018. Kendati background saya bukan pertanian, namun saya suka sekali bercocok tanam dan budidaya dengan sistem hidroponik memudahkan saya untuk menyalurkan hobby bercocok tanam.

Apa harapan anda kepada pemerintah terkait hidroponik?

Harapan saya, pemerintah seyogyanya memperhatikan penggiat-penggiat hidroponik di tanah air. Di sisi lain, regulasi pemerintah daerah sebaiknya hasil budidaya (sayuran) hidroponik yang sudah dibudidayakan bisa mengisi ruang pasar swalayan yang ada di daerahnya. Harapan yang lain, tentu saja saya berharap pemerintah memberikan izin khusus untuk peredaran nutrisi atau pupuk hidroponik ke seluruh nusantara. Mengingat saat ini petani masih terkendala mahalnya pengiriman melalui udara.

Apa mimpi anda?

Mimpi saya banyak… tapi yang utama adalah saya sangat bermimpi memiliki supermarket khusus sayuran hidroponik yang berada di setiap daerah di Indonesia, agar petani hidroponik makin sejahtera dan terbantu. Saya ingin sekali mengangkat taraf hidup petani di sekeliling tempat tinggal saya untuk bersama-sama bercocok tanam secara hidroponik.

Shanty