HIMKI Optimis Industri Mebel dan Kerajinan Terus Tumbuh

0
160

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) tetap optimistis bahwa industri ini akan terus mengalami pertumbuhan. Hal ini terlihat pada tabel pertumbuhan ekspor tahun 2020, meskipun terjadi wabah Pandemi Covid 19 namun industri mebel dan kerajinan tetap jalan.

“Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki bisa dikelola dengan baik, Indonesia bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di Kawasan Regional ASEAN,” ujar Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur, di acara Musyawarah Daerah DPD HIMKI Bandung dan Priangan  di Hotel Santika Bandung, Kamis (25/03/2021)

Menurutnya, dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh.

Sobur menjelaskan, HIMKI akan terus melakukan pengembangan dan penguatan industri mebel dan kerajinan nasional, yang meliputi terjaminnya keberlangsungan supply bahan baku dan penunjang, desain dan inovasi produk, peningkatan kemampuan produksi, pengembangan sumber daya manusia, promosi dan pemasaran, serta pengembangan kelembagaan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri mebel dan kerajinan nasional.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja di sektor industri itu, DPD HIMKI  Bandung dan Priangan menggelar Musda. Acara ini dihadiri oleh Anggota dan Anggota Luar Biasa organisasi dan dapat dihadiri pula oleh para peninjau yang terdiri dari para Anggota Kehormatan, para tokoh dan pengusaha nasional, para pengusaha asing yang memiliki hubungan dengan organisasi serta dari unsur pemerintah.

Musda DPD HIMKI Bandung dan Priangan mengambil tema “Menjadi Lokus Terdepan Basis Produksi Industri Kreatif Nasional dalam Sinergi Organisasi yang Solid dan Mandiri”. Dalam acara itu, secara aklamasi, Anton Dwinanto terpilih sebagai Ketua DPD HIMKI Bandung dan Priangan.

Lokus Terdepan

Musyawarah Daerah DPD HIMKI Bandung dan Priangan dijadikan momentum untuk menjadikan Jawa Barat sebagai lokus terdepan basis produksi industri kreatif nasional.

Hal ini  sangat penting mengingat Jawa Barat memiliki dua pusat pertumbuhan ekonomi baru, yaitu di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka dan di kawasan pelabuhan besar di Patimban, Kabupaten Subang. Kertajati dan Subang akan menjadi kawasan pertumbuhan baru.

Dengan adanya Pelabuhan Patimban, akan terbangun segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu di kawasan Pelabuhan Patimban, di kawasan Airport Kertajati, juga kawasan di Cirebon, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri raksasa.

“Kawasan tersebut saling terkoneksi dan saling mendukung satu dengan yang lain sehingga memiliki daya saing terutama untuk produk-produk ekspor,” papar Sobur.

Dijelaskan, keberadaan Pelabuhan Patimban akan menstimulasi tumbuhnya sejumlah kawasan industri baru dalam segitiga emas Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Cirebon dan sekitarnya.

Kawasan tersebut akan menjadi metropolitan baru yang menjadi lokomotif yang menarik gerbong perekonomian Jawa Barat klhususnya dan Indonesia pada umumnya.

Dengan keduanya, ungkapnya, maka industri di kedua wilayah tersebut akan mengalahkan kekuatan industri yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Memajukan industri

HIMKI adalah himpunan yang didirikan atas dasar kesamaan visi, misi dan tujuan di antara para anggotanya untuk bersama-sama memajukan industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi institusi yang aspiratif dan akomodatif dengan semangat kesetaraan di antara sesama anggotanya.

Bagi HIMKI, industri mebel dan kerajinan nasional adalah industri yang sangat penting mengingat industri ini merupakan bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi seperti saat ini dan menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja.

Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis, karena industri ini didukung oleh local content yang cukup besar.Buyung N