Kementan Minta Asuransi Cairkan Klaim Petani Kena Musibah

0
251

Bencana alam yang terjadi Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Kabupaten Belu, merusak lahan pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta asuransi bisa segera mencairkan klaim agar beban petani menjadi ringan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kondisi bencana alam yang melanda NTT menyebabkan banyak kerusakan lahan pertanian. “Kita minta asuransi turut bergerak cepat untuk membantu pemulihan. Segera cairkan klaim untuk lahan yang sudah diasuransikan,” katanya, Minggu (11/4/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, asuransi akan membantu petani meng-cover lahan dari cuaca buruk, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama.

“Asuransi akan memberikan klaim kepada petani jika lahannya suda diasuransikan,” katanya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu sendiri sudah mendata dan melaporkan data kerusakan lahan pertanian akibat bencana banjir. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu menyebutkan, kerusakan lahan pertanian di Desa Fatuketi seluas 2 hektare (ha), Desa Tohe seluas 5 ha.

Data itu merupakan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat yang tidak bisa lagi berproduksi pada musim pertama tahun ini. Berbeda dengan lahan yang terkena dampak bencana. Lahan terdampak bisa digarap lagi dan berproduksi manakala penyebabnya sudah ditangani.

Selain itu, Kadis Gerardus mengatakan, ada sekitar 600-an ha lahan pertanian yang terkena dampak akibat rusaknya saluran irigasi dan bendungan Maubusa tertimbun material. Kerusakan saluran irigasi kurang lebih 500 meter.

Jika saluran irigasi tersebut tidak segera diperbaiki, maka dampaknya lahan seluas 600 ha tidak dapat digarap pada musim tanam kedua.

Asuransi dan Tikus di OKU

Ancaman gagal panen kini juga membayangi para petani di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Pasalnya, tanaman padi para petani diserang hama tikus.

Itu sebabnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali mengajak para petani untuk memanfaatkan asuransi.

“Kenapa harus mengasuransikan lahan? Karena ancaman gagal panen bisa membuat petani menderita kerugian. Ini jelas turut mengganggu produktivitas. Dengan asuransi, petani tidak akan merugi,” katanya.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan, klaim sebesar Rp6 juta/ha yang akan dicairkan jika terjadi gagal panen. “Dengan klaim itu, petani tidak akan merugi. Mereka pun tetap memiliki modal untuk kembali tanam,” katanya.

Itu sebabnya, petani perlu mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), lanjut Sarwo Edhy. “Asuransi ini akan menjaga lahan sawah petani dari ancaman cuaca buruk, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama, termasuk hama tikus,” katanya.

Di Desa Srikaton, Dusun Bangunsari, hampir 30% tanaman padi di lahan persawahan mengalami rusak dan tidak bisa dipanen. Kejadian ini sering dialami petani setempat. Asuransi merupakan solusi untuk atasi kerugian petani.

1.000 Ha Lahan di Bekasi Ikut AUTP

Sementara itu Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan sekitar 1.000 ha areal sawah akan diasuransikan. Sosialisasi secara door to door ke petani pun siap digencarkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyambut baik terobosan yang dilakukan untuk membantu petani ini. Menurutnya, sosialisasi door to door akan lebih efektif agar petani lebih memahami pentingnya asuransi pertanian.

“Pertanian dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Petani harus disadarkan pentingnya asuransi pertanian agar terhindar dari kerugian,” katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nuyu Kulsum mengatakan, tingkat kesadaran para petani pemilik sawah di wilayahnya untuk mengasuransikan sawahnya terbilang kurang. Menurut dia, asuransi pertanian memiliki keunggulan, yaitu melindungi para petani dari gagal panen akibat kekeringan, banjir, penyakit, dan organisme perusak tanaman atau hama.

“Ya, petani kurang minat untuk mengasuransikan sawahnya. Padahal, preminya hanya Rp36.000/ha/musim tanam. Jadi sudah disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.000 ha sawah yang akan diasuransikan. Tim yang diterjunkan dari Dinas Pertanian mengajak petani ikut asuransi dengan cara dari pintu ke pintu (door to door).

Lalu, setelah diajak melalui door to door, tim yang diterjunkan dari Dinas Pertanian itu juga akan menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Syarat mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) itu antara lain umur tanaman padi tidak boleh lebih dari umur 30 hari setelah tanam. Kemudian, petani memiliki KTP dan bergabung dalam Kelompok Tani.

Pati Alokasi APBD Asuransi

Sedangkan Kabupaten Pati tahun 2021 kembali mendapatkan alokasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 700 ha. Asuransi akan diberikan kepada petani di 8 kecamatan di Kabupaten Pati yang mempunyai potensi banjir, kekeringan, dan hama penyakit tinggi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengapresiasi kebijakan Pemprov Jateng ini. Menurutnya, memang diperlukan kehadiran Pemerintah Daerah untuk melindungi petani kategori miskin.

“Dengan diikutkan asuransi lahan para petani itu, maka mereka sudah tidak perlu was-was gagal panen. Apalagi, saat ini curah hujan tinggi yang berpotensi lahan pertanian mengalami kebanjiran,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy berharap kebijakan seperti ini dapat diikuti daerah lain. Selain itu, dia juga berharap petani bukan kategori miskin mengikutkan lahan pertaniannya asuransi secara mandiri.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pati, Kun Saptono berharap alokasi ini bisa mengganti kerugian gagal panen para petani akibat bencana alam maupun serangan hama.

Kecamatan yang mendapatkan alokasi AUTP tahun ini adalah Kecamatan Sukolilo, Winong, Jakenan, Dukuhseti, Margorejo, Pati, Juwana, dan Kayen. “Kalau Kecamatan Gabus tahun ini tidak dapat karena Gabus sudah dapat tahun kemarin. Kuota cukup banyak hampir seluruhnya di Gabus. Jadi ini yang 700 ha selain ini,” kata Kun.

Saat ini, Dipertan Pati telah mengerahkan tim Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk mendata kelompok tani mana saja yang akan mendapatkan bantuan AUTP. “Kita menunggu data usulan dari kecamatan. Penerima bisa beda bisa sama dengan kurun waktu. Kalau sudah dua kali berturut-turut kemungkinan diminta ganti lokasi agar ada pemerataan,” katanya. PSP

Pemda Bengkulu Selatan Gratiskan Premi Asuransi Ternak

Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), melalui dinas pertanian, mengajak peternak untuk ikut program asuransi ternak. Tahun ini target ternak sapi sapi dan kerbau yang akan diasuransikan sebanyak 200 ekor.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy juga meminta pemda mendorong peternak sapi agar mengasuransikan ternaknya. Bila perlu, peternak mendapat bantuan asuransi ternak melalui dana APBD.

Banyak keuntungan peternak yang mengikuti program ini. Bila terjadi sesuatu pada hewan ternak, misalnya mati, hilang atau karena tindak kriminal seperti pencurian, peternak akan menerima klaim uang pertanggungan (UP) sebesar Rp10 juta/ekor.

Ajakan Pemda ini disambut baik peternak, sehingga setiap tahun target selalu tercapai, bahkan melampaui. Diharapkan, target tahun ini bisa tercapai dengan baik juga.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Silustero — melalui Kasi perbibitan produksi dan pakan ternak bidang Peternakan — Sri Fitri Kusumawati mengatakan, program asuransi bagi ternak ini dimaksudkan agar para peternak mengkandangkan ternaknya.

“Program asuransi yang dananya ditanggung Pemda BS untuk 200 ekor ternak pada tahun ini,” katanya.

Dia mengatakan para peternak tidak akan dipungut biaya asuransi. Sebab, biaya premi ditanggung Pemda BS. Ternak sapi yang diasuransikan harus dikandangkan, ada antingnya dan ada surat keterangan sehat.

“Sehingga ketika ternak tersebut nanti mati, maka pemiliknya akan mendapatkan uang pengganti yang besarannya Rp10 juta/ekor. Kalau sapi mati, pemiliknya diberikan uang asuransi, sehingga bisa beli lagi,” ujarnya.

Menurut Atik, program asuransi ternak gratis ini, hingga saat ini baru beberapa orang saja yang mendaftar. Dia mengimbau pemilik ternak sapi untuk segera mendaftar. “Kuotanya 200 ternak. Yang daftar baru sekitar 15 ekor. Jadi, silakan para peternak daftarkan ternaknya untuk mengikuti program asuransi gratis bagi ternaknya,” terang Atik. PSP