Mentan: Luas Lahan Food Estate akan Bertambah

0
135

Salah satu lokasi Food Estate Kalimantan Tengah (Kalteng) ada di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Luas lahan di Kecamatan Dadahup ini mencapai 2.000 hektare (ha). Sedangkan lahan untuk food estate di Blok A5 seluas 1.000 ha.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tahun 2021 ini Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus berusaha melakukan penambahan lahan food estate.

“Dengan food estate, kita ingin menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, di tahun 2021 kita akan upayakan penambahan luas lahan food estate. Tentu kita cari lahan yang sesuai kriteria dan bisa mendukung peningkatan produktivitas,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, pada lokasi lumbung pangan atau food estate di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), dilakukan penambahan luasan lahan yang ditanami padi, yaitu di lokasi yang kondisi ketinggian air yang memungkinkan untuk budidaya padi.

Sarwo Edhy menambahkan, sejalan dengan itu, Kementerian PUPR juga terus melakukan penataan infrastruktur irigasi berupa rehabilitasi jaringan dan konstruksi bangunan pada Daerah Irigasi Rawa Dadahup untuk dapat mengelola tata air dengan lebih terkontrol.

“Sinergi Kementan dan Kementerian PUPR dalam hal penataan lahan dan budidaya serta penataan pengairan akan meningkatkan optimasi pemanfaatan lahan pertanian dan pengaturan air irigasi untuk mencapai luasan tanam dan produksi padi pada keseluruhan lahan food estate,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR menilai program Food Estate Dadahup di Kuala Kapuas, Kalteng, dinilai layak sebagai role model. Sebab, program tersebut mampu menaikan produktivitas padi secara signifikan per hektarenya. Artinya, mampu memberikan kesejahteraan kepada petaninya secara optimal.

Food estate ini bisa menjadi model bagi semua. Harapannya, nantinya masyarakat mau melanjutkannya. Untuk itu, food estate tetap perlu didukung dengan distribusi kebijakan menyeluruh untuk kesejahteraan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR, Anggia Erna Rini dalam kunjungan belum lama ini.

Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja ke Food Estate Dadahup. Lokasinya berada di lahan milik Kelompok Tani Sang Hyang Seri di Desa Petak Batuah (A2), Dadahup, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Selain berdialog, agenda ini juga menjadi program panen raya padi Impari 42 dengan luas lahan 50 ha. Adapun luas totalnya mencapai 320 ha dengan produktivitas 4,5-5,3 ton/ha.

“Kami tentu ingin melihat langsung perkembangan food estate secara langsung, bukan hanya sekedar mendengarnya saja. Yang jelas, ada banyak hal menarik yang harus dikaji lebih dalam dan dikembangkan lagi,” kata Anggia lagi.

Serupa Anggia, Anggota Komisi IV lainnya, Bambang Purwanto menegaskan, program food estate mampu memberikan optimalisasi atas potensi lahan. Sebab, lahan lumbung pangan di Dadahup merupakan program transmigrasi 1.000 ha. “Food estate program yang bagus karena mampu menaikan produktivitas lahan dengan signifikan. Kami ucapkan terima kasih karena food estate yang digulirkan di Kalimantan Tengah mampu menaikan semangat para petani untuk terus berkarya,” tegas Bambang.

Sebagai program unggulan, Food Estate Kalimantan Tengah menempati lahan dengan luas 30.000 ha. Selain Kuala Kapuas, lokasi lainnya berada di Pulang Pisau. Untuk wilayah Kuala Kapuas memiliki total luas lahan 20.000 ha dan sudah ditanami 17.000 ha. Adapun lumbung pangan di Pulang Pisau memiliki luas 10.000 ha dan mayoritas sudah ditanami.

“Program food estate menjadi ide Presiden Joko Widodo. Progresnya bagus karena sudah ditanami dan mulai menghasilkan, seperti di Dadahup ini. Kalaupun masih ada lahan yang belum ditanami, itu karena kondisinya tertutup banjir. Untuk lahan yang sudah ditanami mampu menaikan produktivitas rata-rata 3 ton/ha,” jelas Sarwo Edhy.

Produktivitas maksimal memang diberikan program food estate. Sebelum program ini digulirkan, produktivitas lahan sawah di Dadahup hanya memberikan angka 1,5-2 ton/ha.

Mengacu lahan milik kelompok tani Sang Hyang Seri, program food estate pun memberikan banyak bantuan. Terkait optimalisasi lahan, petani mendapatkan bantuan 7,5 Kuintal/Getar.

Selain kapur, sebanyak 24 anggota kelompok tani Sang Hyang Seri juga mendapat bantuan masing-masing 300 kg/ha pupuk NPK. Ada juga bantuan benih Impari 42 sebanyak 40 kg/ha, 3 liter/haPupuk Hayati, hingga Herbisida sebanyak 3 liter/ha. Sarwo memaparkan, Kalimantan Tengah akan menjadi penyangga pangan bagi Indonesia.

“Ada banyak kemajuan dari program food estate karena mereka kini bisa menanam 2 kali. Tentu akan ditingkatkan lagi menjadi 3 kali setahun. Kalau produksinya naik, maka provisitas dan produktivitasnya tentu akan naik juga. Kalimantan Tengah akan menjadi penyangga pangan untuk wilayah timur. Jadi, Presiden Joko Widodo sangat fokus dengan food estate ini,” katanya. PSP

Petani pun Senang Bisa Jadi Pemegang Saham Korporasi

Para petani di kawasan food estate Klaster 7 dan 8, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan Saprodi dan pendampingan Kementerian Pertanian (Kementan) — yang melakukan perluasan lahan serta membangun sistem kelembagaan.

Tri Suparwanto, Ketua Gapoktan Bersama area Klaster 7 dan 8 Desa Dadahup menjelaskan, bantuan dan pendampingan tersebut berdampak langsung terhadap perbaikan ekonomi petani dan masyarakat sekitar.

Ketua Gapoktan Bersama area Klaster 7 dan 8 Desa Dadahup, Tri Suparwanto berterima kasih atas bantuan Saprodi dan pendampingan Kementerian Pertanian (Kementan) karena berdampak langsung terhadap perbaikan ekonomi petani dan masyarakat sekitar.

Menurut dia, lebih dari 180 petani dan pemangku kepentingan lainya yang sudah memegang saham korporasi bersama pada food estate Kalimantan Tengah.

“Kami sudah dibimbing Kementan dalam membentuk korporasi petani. Bahkan ada 180 pemegang saham di klaster 7 dan ada 427 pemegang saham di klaster 8. Karena itu, kami berharap mendapat arahan lanjutan dalam melanjutkan korporasi ini,” katanya.

Kementan telah menggelar kegiatan pendampingan dan pengawalan di lokasi food estate dengan mentransformasi kelembagaan petani dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) menjadi Gapoktan Bersama berbasis korporasi petani.

Proses pembentukan korporasi petani di kawasan food estate Kalteng telah dimulai sejak 14 November 2020 hingga terbentuk tiga Gapoktan Bersama di Kabupaten Pulang Pisau.

Tiga Gapoktan itu adalah Gapoktan Bersama Sepakat Khapas Mandiri dengan luas areal 3.737 ha, Gapoktan Bersama Jaya Sejahtera Mandiri dengan luas areal 4.804 ha dan Gapoktan Bersama Cahaya Kahayan Modern dengan luas areal 1.459 ha.  Kegiatan ini melibatkan 28 Gapoktan dan 175 poktan pada tahun 2020 dengan total luasan di Kapubaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha.

Tri mengatakan, garapan petani mengalami peningkatan signifikan, di mana rata-rata gapoktan mampu menggarap 420 ha dari garapan sebelumnya yang hanya 200 ha. Berdasarkan informasi yang diterima Tri, mereka bahkan mampu menghadirkan produksi padi sebanyak 6 ton dalam luasan 1 ha.

“Petani sangat senang dan mengharapkan keberlanjutan food estate ini.  Ada banyak hal yang dibantu Kementan, baik dari saprodi maupun Alsintan. Yang pasti, produksinya lebih murah dan hasilnya lebih bagus,” katanya.

Selain bentuk gabah, kata Tri, petani food estate juga menerima keuntungan lain dengan selalu tersedianya pasokan beras baik untuk konsumsi keluarga maupun ekapor ke wilayah desa tetangga.

“Yang biasa kami amati sekarang adalah beras yang biasanya kurang, sekarang malah surplus. Bahkan petani bisa menjualnya ke desa tetangga. Ini karena produksi beras food estate meningkat, bahkan surplus,” tutupnya. PSP