Penerapan Industri 4.0 Pulihkan Ekonomi Nasional

0
254

Penerapan industri 4.0  dapat memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Bahkan, penerapan industri 4.0 di Indonesia diharapkan akan menarik investasi di sektor manufaktur, sehingga struktur industri di Indonesia bisa lebih dalam, serta mampu produktif dan berdaya saing tinggi dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam mengadopsi teknologi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada Forum Merdeka Barat 9, Senin (05/04/2021).

Menperin menegaskan, peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 pada tahun 2018 oleh Presiden Joko Widodo merupakan inisiatif percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0 dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

Adapun tujuh sektor industri telah ditetapkan sebagai fokus prioritas pada Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan. “Ketujuh sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65% ekspor manufaktur, dan 60% pekerja industri,” sebut Agus.

Menperin optimistis, penerapan industri 4.0 juga dapat mendorong percepatan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah selaku pembuat kebijakan akan terus memacu dan memfasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 secara optimal. “Dalam upaya strategis ini, pemerintah daerah juga dapat ikut berperan dalam penerapan industri 4.0 ini,” imbuhnya.

Sejak peluncuran Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian telah mengimplementasikan industri 4.0 kepada sektor industri manufaktur melalui berbagai upaya. Misalnya, pelaksanaan program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk memberikan asesmen kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam implementasi industri 4.0.

“Proses yang dilakukan melalui penyiapan dokumen, pelatihan, pelaksanaan asesmen, pilot project teknologi kunci industri 4.0, hingga monitoring dan evaluasi,” sebut Menperin.

Langkah selanjutnya, Kemenperin menyelenggarakan INDI 4.0 Award Winners, yakni pemberian penghargaan kepada industri yang sudah siap untuk bertransformasi ke era industri 4.0.

Kemenperin juga membangun Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0), dengan tujuan untuk membangun sinergi, koordinasi, kolaborasi di antara pemangku kepentingan terkait untuk mengakselerasi transformasi industri 4.0. “Tentunya dalam satu ekosistem yang sama, di antara pemerintah, konsultan, akademisi, industri, finansial, dan provider teknis,” tandasnya.

Kemudian, Kemenperin melaksanakan program Pelatihan Manajer Transformasi Industri 4.0, yang berisi pengetahuan utama aspek teknologi, hukum, kontrol kinerja untuk menyiapkan menjadi pemimpin dalam penerapan industri 4.0 di perusahaan. Pelatihan ini diakui oleh lembaga sertifikasi, dengan kualifikasi yang telah disusun dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.Buyung N