PT Pupuk Indonesia Siapkan Stok Tiga Kali Lipat

* Kebutuhan Pupuk Subsidi MT Asep 4,43 Juta Ton

0
83

Kebutuhan pupuk subsidi subsidi pada musim tanam (MT) April-September (Asep) 2021 mencapai 4,43 juta ton dengan luas tanam 5,16 juta hektare (ha).  PT Pupuk Indonesia menyatakan telah menyiapkan stok tiga kali lipat dari ketentuan.  Alokasi pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari urea sebanyak 1,75 juta ton, SP-36 269.000 ton, ZA 329.000 ton, NPK 1,12 juta ton, NPK formula 7.000 ton dan organik granul 320.000 ton.

Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan, target luas tanam pada musim tanam kedua yang akan berlangsung pada April-September seluas 5,16 juta ha dan akan dipanen Juli-Desember 2021. Dengan luas tanam tersebut, kebutuhan benih mencapai 258.000 ton atau 117% di atas kebutuhan.

Sedangkan luas panen selama Januari-Mei 2021, kata Suwandi, berdasarkan angka potensi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 5,37 juta ha dengan produksi sebanyak 27,73 juta ton gabah kering giling (GKG). “Artinya, selama musim tanam periode Januari-Mei tersebut ada potensi surplus padi sebanyak 3,66 juta ton GKG,” kata Suwandi.

Suwandi mengakui, peran atau kontribusi biaya pupuk terhadap harga gabah di Indonesia mencapai Rp289,8/kg. Hasil kajian IRRI, angka ini tidak jauh beda dengan India, Vietnam, bahkan lebih rendah dari Filipina, China dan Thailand. Sedangkan hasil kajian BPS tahun 2018, biaya pupuk rata-rata sebesar Rp1,28 juta/ha dan kontribusinya terhadap total biaya sekitar 9,43%.

Adapun hasil kajian Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Badan Litbang Pertanian, penggunaan urea, SP-36 dan NPK berpengaruh positif dengan nilai elastisitas 0,026. Jadi, jika penggunaan pupuk meningkat 10%, maka produksi akan meningkat sebesar 0,26%.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy menyatakan, untuk tahun 2020, realisasi pupuk subsidi hingga 31 Desember mencapai 97,98%. Dari target alokasi sebanyak 8,9 juta ton, terealisasi sebesar 8,72 juta ton.

Untuk realisasi penyaluran pupuk subsidi tahun 2021, Sarwo mengatakan, dari target dalam setahun sebanyak 9,04 juta ton, sampai 30 Maret sudah terealisasi sebesar 1,9 juta ton atau 21,05%.  Untuk urea, dari target 4,166 juta ton terealisasi 885.428 ton atau 21,25%, SP-36 dari target 640.812 ton terealisasi 75.973 ton (11,86%), ZA dari target 784.144 ton terealisasi 159.535 ton (20,35%).

Sedangkan NPK dari alokasi 2,66 juta ton, realisasinya sebanyak 648.118 ton (24,35%), NPK formula khusus alokasi 17.000 ton baru realisasi 1.696 ton, Organik granul (alokasi 770.850 ton, realisasi 132.360 ton), organik cair (alokasi 1,5 juta ton, realisasi belum ada).

Sarwo mengatakan, dampak penggunaan pupuk bersubsidi cukup besar. Pertama, pupuk subsidi penerima manfaat langsung adalah petani kecil dengan luas garapan 2 hektare (ha). Kedua, sasaran penerima subsidi pupuk adalah 16,6 juta petani berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) mencakup 32 juta ha luas tanam.

Ketiga, dengan alokasi subsidi sebesar Rp25,27 triliun, berarti rata-rata alokasi subsidi sebesar Rp1,52 juta/petani/tahun atau Rp766.000/ha/tahun.  “Subsidi harga pupuk akan mendorong penggunaan pupuk untuk mengoptimalkan potensi produktivitas varietas unggul,” katanya.

Sarwo Edhy mengatakan, pendistribusian pupuk bersubsidi mengacu pada data e-RDKK atau Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok secara elektronik. Jumlah pupuk subsidi sangat terbatas. Oleh karena itu digunakan sistem tertutup melalui e-RDKK untuk mendistribusikannya.

“e-RDKK berisi data petani penerima manfaat serta jumlah pupuk yang akan diterimanya. Jumlahnya tentu disesuaikan dengan kuota yang ada,” jelasnya.

Kriteria penerima pupuk bersubsidi sendiri telah diatur dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020. “Kriteria penerima pupuk bersubsidi adalah petani memiliki KTP, memiliki lahan maksimal 2 ha, tergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun e-RDKK,” katanya.

Diharapkan mencukupi

Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Taufik Eko Wibowo menyatakan, selama enam minggu ke depan pupuk subsidi telah didistribusikan ke seluruh Indonesia dan diharapkan bisa mencukupi kebutuhan para petani.

“Kami selalu berusaha memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan pemerintah. Stok tersebut dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dari stok minimum ketentuan pemerintah,” kata Taufik.

Stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 1,5 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk alokasi selama enam minggu ke depan.

Dia menjelaskan, stok pupuk subsidi ini tersebar di seluruh Indonesia. Adapun rinciannya, pupuk Urea 689.000 ton, NPK Phonska 304.000 ton, ZA 198.000 ton, SP-36 172.000 ton, dan pupuk organik Petroganik 145.000 ton.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 2,1 juta ton pupuk untuk stok menghadapi musim tanam. Mulai dari lini 1 hingga ke lini 4.

“Pupuk Indonesia bertanggung jawab dalam penyediaan dan penyaluran pupuk subsidi secara keseluruhan. Untuk proses distribusinya telah dimonitor melalui teknologi distribution planning and control system (DPCS) ke seluruh Indonesia dan seluruh kios,” ujarnya.

Adapun untuk fasilitas distribusi, Bakir mengaku Pupuk Indonesia telah memiliki 9 unit pengantongan, 6 unit distribution center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi.

“Itu semua fasilitas dan jaringan distribusi Pupuk Indonesia Grup. Kami pastikan berjalan optimal untuk menyambut musim tanam kedua ini,” tegas Bakir.

Sebagai produsen, lanjut Bakir, Pupuk Indonesia berkewajiban untuk menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada 2021, alokasi pupuk subsidi dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter (L) pupuk organik cair. Selain kewajiban menyalurkan pupuk subsidi, Bakir mengatakan, pihaknya juga menyediakan stok pupuk nonsubsidi yang saat ini berjumlah 754.000 ton. “Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang belum ter-cover dalam skema pupuk subsidi,” ujar Bakir. PSP

Di Kalimantan-Sulawesi, Pupuk Subsidi Aman

Para petani di wilayah Kalimantan dan Sulawesi bisa beraktivitas dengan tenang. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi di tempat tersebut dinyatakan aman untuk menghadapi musim tanam April-September 2021.

Jaminan tersebut diberikan pihak Pupuk Kaltim yang bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di delapan wilayah, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Hingga 7 April 2021, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 306.038 ton pupuk bersubsidi (Urea dan NPK). Pupuk Kaltim juga menyiapkan 217.499 ton pupuk subsidi dan 95.008 ton pupuk nonsubsidi di seluruh wilayah distribusi Pupuk Kaltim untuk memenuhi kebutuhan petani, baik yang telah terdaftar di e-RDKK maupun yang belum terdaftar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah akan selalu memantau ketersediaan pupuk subsidi untuk petani.

“Pupuk adalah hal yang penting bagi petani. Khususnya saat memasuki musim tanam. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian selalu memantau dan berkomunikasi dengan produsen pupuk untuk memastikan jika stok pupuk bersubsidi mencukupi bagi petani,” katanya, Selasa (13/4/2021).

Pentingnya manfaat pupuk bersubsidi juga disamaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy. “Dengan pupuk bersubsidi, kita berharap petani bisa meningkatkan produktivitasnya. Sehingga pendapatan mereka pun akan ikut bertambah,” katanya.

Namun, Sarwo Edhy mengatakan, jika pupuk bersubsidi tidak hanya diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas. “Tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk,” katanya.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi juga memastikan produksi dan distribusi pupuk dari Pupuk Kaltim aman selama periode musim tanam pertama 2021.

Menurut Rahmad, perseroan juga memastikan produksi lancar guna pemenuhan target stok pupuk. Pupuk Kaltim menerapkan teknologi dalam proses produksi dan distribusi pupuk.

Perusahaan telah mengimplementasikan teknologi berbasis industri 4.0 di seluruh lini perusahaan, mulai dari Smart Operation, Smart Maintenance, Smart Distribution, hingga Digital Performance Management System. PSP