BPTP Kaltim-Pemda Bulungan Kembangkan Komoditas Tanaman Pangan

0
169

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten  Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pengembangan komoditas pertanian penyumbang inflasi seperti padi, bawang merah dan cabai dengan penerapan teknologi pertanian.

Keseriusan Pemda untuk mengembangkan komoditas dengan menerapkan teknologi pertanian tersebut diawali dengan penandatangan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan, Bank Indonesia Perwakilan Kaltara,  Kodim 0903/Tanjung Selor dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian, Kalimantan Timur (Kaltim), di Tanjung Selor,  Kabupaten Bulungan, Sabtu (26/06/2021).

Disaksikan Gubernur Kalimantan Utara,  Zainal Arifin Paliwang, nota kesepaham ini dilakukan terkait dengan pengembangan komoditas  pertanian penyumbang inflasi seperti padi, bawang merah dan cabai.

Lokasi pengembangan diantaranya dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan.

Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim  Fausiah T. Ladja mengatakan hingga saat ini Kaltara (Kalimantan Utara) masih menjadi wilayah kerja dari BPTP Kaltim.  Untuk itu, perlu segera dibentuk BPTP Kaltara agar tidak meng-induk ke BPTP Kaltim lagi.

Dia menyebutkan untuk menindaklanjuti dari kesepakatan kerjasama ini, tim  BPTP selalu siap  mendampingi pelaksanaan inovasi teknologi yang spesifik lokasi untuk membangun pertanian di Kaltara khususnya di Bulungan.

“Tim BPTP siap mendampingi pelaksanaan inovasi teknologi yang sesuai dengan lokasi. Hal ini penting untuk keberhasilan dalam pengembangan pertanian,” katanya.

Bupati Bulungan , Syarwani berharap dengan adanya sinergi ini akan meningkatkan produksi pertanian. “Selama ini, pendampingan tim BPTP dalam menerapkan teknologi di bidang pertanian terbukti mampu meningkatkan hasil dan adaptif,” kata Syarwani yang didampingi Wabup Ingkong Ala.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang sangat mendukung kegiatan ini dan menjamin bahwa hasil produksi pertanian ini sangat dibutuhkan masyarakat Kaltara.

Kedepan, lanjutnya, Pemerintahan Provinsi Kaltara akan membuat kebijakan agar segenap ASN dan perusahaan yang ada di Kaltara bisa menjadi konsumen aktif untuk setiap produk pertanian yang dihasilkan oleh petani Kaltara, terutama untuk komoditas beras.

“Kami juga berharap BPTP Kaltara bisa segera dibangun, sehingga tidak tergantung lagi dengan BPTP di Kaltim,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Litbang Pertanian, Fadjry Djufry menyebutkan proses pembentukan BPTP Kaltara sudah diusulkan Kementerian Pertanian. “Kita tinggal menunggu persetujuan dari Menpan RB,” katanya.

Sementara Yufrizal dari Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, menambahkan melalui kegiatan ini diharapkan produksi dan produktivitas komoditas penyumbang inflasi dapat meningkat, seperti cabai dan bawang merah sehingga secara tidak langsung laju inflasi dapat ditekan. Jamalzen/Etha