Mahasiswa Fahutan UGM Raih Prestasi Terbaik Tingkat Asia Pasifik

0
224
Faiha Azka Azzahira dan Anastasya Tesalonika Ambarita.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM menorehkan prestasi sebagai delegasi terbaik dalam kategori Best Overall Presentation dalam Asia-Pacific Regional Meeting International Forestry Student Association (IFSA) ke-8, yang diselenggarakan secara virtual dari Hokkaido, Jepang, 1 – 3 Juni 2021.

Tim Delegasi IFSA Local Committee (IFSA LC) Fakultas Kehutanan UGM diwakili oleh Faiha Azka Azzahira dan Anastasya Tesalonika Ambarita.

Dalam paparannya, Tim UGM menyajikan materi penelitian berjudul “the Impact of Covid-19 Pandemic Towards Eco-Tourism Activities in Kalibiru Local Community Forest”

“Sebagai bagian dari Tridarma perguruan tinggi khususnya terkait dengan kiprah mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, kami selalu memberikan kesempatan yang luas kepada mahasiswa untuk beraktivitas positif yang berhubungan langsung dengan isu terkini dan memberikan solusi yang terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat berbasis pada ilmu kehutanan yg dimilikinya,” kata Budiadi, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, menangggapi prestasi mahasiswanya, Rabu, 9 Juni 2021.

Ditambahkannya, paparan Mahasiswa Kehutanan UGM yang mengangkat topik upaya-upaya pengelolaan ekowisata oleh Pemegang Izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kalibiru, DIY di tengah pandemi Covid-19 tersebut, sangat relevan dengan persoalan dampak pandemi yang dihadapi masyarakat, khususnya solusi dari bidang kehutanan.

“Ekowisata Kalibiru yang telah sejak lama menjadi pembelajaran keberhasilan pengelolaan hutan oleh masyarakat, dapat menjadi contoh daya lenting masyarakat dalam mengatasi permasalahan ekonominya di tengah pandemi Covid-19”, ujar Budiadi.

Budiadi menggarisbawahi, mahasiswa didorong tetap optimis dalam belajar di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan tetap konsiten untuk aktif dalam forum-forum nasional maupun internasional.

“Hal ini merupakan bagian nyata dari pengejewantahan dari konsep belajar merdeka yang diterapkan kampus UGM,” tutur Budiadi.

Terhadap kegiatan IFSA LC UGM yang merupakan wadah aktivitas mahasiswa kehutanan dunia tersebut, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) turut menyambut baik dan memberikan dukungannya.

”IFSA adalah wadah organisasi dan forum internasional yang sangat strategis bagi mahasiswa kehutanan Indonesia untuk mempromosikan upaya Indonesia dalam mengelola hutannya secara lestari”, kata Purwadi Soeprihanto, Direktur Eksekutif APHI.

Purwadi menuturkan, topik ekowisata yang dipaparkan mahasiswa UGM dalam forum IFSA tersebut, sejatinya adalah bagian dari konsep multiusaha kehutanan yang saat ini mendapat payung kebijakan yang kuat pasca terbitnya UU Cipta Kerja (UUCK).

”Melalui transformasi perizinan pemanfaatan hasil hutan menjadi Perizinan Berusaha dalam UUCK dan peraturan turunannya, telah diberikan ruang yang luas dalam memanfaatkan hasil hutan, baik hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, kawasan dan jasa lingkungan, termasuk ekowisata,” ungkap Purwadi.

Melalui pendekatan multiusaha kehutanan tersebut, ujar Purwadi, pemanfaatan hutan dapat lebih dioptimalkan, tidak hanya bersandar pada hasil hutan kayu.

“Pengembangan ekowisata oleh masyarakat Kalibiru menjadi pembelajaran yang menarik, bagaimana upaya rehabilitasi dan perlindungan hutan dapat dikemas menjadi ekowisata yang mampu menggerakkkan perekonomian masyarakat,” kata Purwadi.

Mewakili Tim Delegasi IFSA LC Mahasiswa Kehutanan UGM, Faiha Azka Azzahira mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan dalam forum tersebut.

“Terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungan kepada Tim Delegasi, dan selanjutnya kami berharap inisiatif ekowisata yang dikembangkan masyarakat Kalibiru, dapat diterapkan di tempat lain dan memperoleh dukungan secara luas baik dari pengambil kebijakan maupun pegiat dan praktisi kehutanan,” pungkas Faiha.

Sugiharto