Petani Rasakan Manfaat Ikut Asuransi Pertanian

0
231

Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah berhenti mengajak petani mengasuransikan lahan agar tidak mengalami kerugian di saat datang musibah. Manfaat dari asuransi sendiri sudah dirasakan petani di Jombang, Jawa Timur.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, asuransi akan membantu menjaga produktivitas pertanian. “Dengan asuransi, produksi pertanian tidak akan terganggu. Petani yang tanamannya rusak, bisa kembali menanam jika mengasuransikan lahannya,” kata Mentan SYL, Selasa (8/6/2021).

Untuk itu, Mentan selalu mengingatkan petani untuk ikut program asuransi. Apalagi, premi yang harus dibayar petani sangat ringan, yakni hanya Rp36.000/hektare/musim tanam. Dengan premi yang sangat ringan ini, rugi jika petani tidak memanfaatkannya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menyatakan bahwa asuransi sangat dibutuhkan. “Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan menjaga lahan dari perubahan iklim, cuaca ekstrem, bencana alam, juga serangan OPT dan dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Dengan mengasuransikan lahan, sambung Ali, petani tidak akan menderita kerugian.

Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati mengatakan, asuransi memiliki pertanggungan yang bisa dimanfaatkan petani.

“Dari premi yang dibayarkan petani, pihak asuransi bisa mengeluarkan pertanggungan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk tanam kembali. Inilah yang membuat petani tidak akan menderita kerugian meski gagal panen,” terangnya.

Manfaat asuransi itulah yang dirasakan petani asal Jombang, Mukadis. Dia tetap mampu bangkit bercocok tanam usai gagal panen lantaran sawah bidang garapnya diterjang banjir.

“Kemarin itu memang pernah kejadian banjir. Itu memang puso, gagal panen,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani dari Dusun Gondangmanis, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Mukadis mengaku sedikit bisa bernafas lega walaupun terkena dampak bencana tersebut. Dia mendapatkan pertanggungan asuransi pertanian dari Jasindo.

“Itu sangat membantu karena waktu itu petani sudah maksimal dengan biaya sendiri. Kami menunggu panen toh akhirnya gagal,” ucapnya.

“Ganti rugi dari asuransi itu bisa untuk garap lagi. Walaupun masih kurang, tetapi manfaatnya untuk biaya lagi, biaya tanam padi lagi, kita kembalikan ke sawah lagi,” ujar Mukadis.

Mukadis menyampaikan, empat hektare sawahnya yang ditanami padi hampir 80% gagal panen akibat diterjang banjir. Namun, untungnya dia mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Dari segi keuntungan, asuransi itu sangat membantu petani. Kemarin yang dijadikan percontohan itu ada lima kelompok tani dan yang mengalami gagal panen ada empat kelompok. Jadi, kalau ditotal, kurang lebih sekitar 100 hektare (ha) sawah yang terdampak banjir,” ucapnya.

Mukadis mengungkapkan, dirinya mendapatkan pertanggungan asuransi tersebut berupa uang tunai senilai Rp6 juta/ha dan diterima ke rekening kelompok.

“Saya dapat Rp 6 juta/ha. Waktu disurvei, dari 4 ha yang terdampak, ternyata yang memenuhi syarat untuk diklaimkan hanya 3 ha. Jadi, 3 ha dikalikan 6 ha (Rp6 juta/ha) sehingga menjadi Rp18 juta. Biaya itu untuk tambahan tanam padi lagi,” ujarnya.

Mukadis menjelaskan, untuk premi yang dibayarkan, para petani mendapatkan bantuan pembayaran premi dari pemerintah. “Premi per musim itu Rp36.000/ha, sebetulnya Rp180.000/ha, cuma ada bantuan dari pemerintah Rp144.000/ha,” ucapnya.

Asuransi Minimalisasi Kerugian

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali melansir data sekitar 100 ha-150 ha lahan sawah milik petani di Kabupaten Jembrana, rentan mengalami kekeringan.

Saat ini, ketika musim kemarau melanda, sekitar 30 ha sawah di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya sudah mengalami kekeringan.  Petani pun terancam mengalami gagal panen.

Dalam kondisi itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian agar tak mengalami kerugian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyarankan agar para petani mengasuransikan lahannya melalui program proteksi areal persawahan AUTP atau asuransi pertanian.

“Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menjaga lahan. Pertanian ini rentan terhadap segala situasi dan kondisi. Pertanian harus terus berjalan, tak boleh terganggu apapun,” katanya.

Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil menambahkan, AUTP atau asuransi pertanian merupakan proteksi bagi petani agar tetap produktif meski terjadi dampak perubahan iklim.

“Asuransi akan memberi pertanggungan sebesar Rp6 juta/ha/musim tanam jika terjadi gagal panen. Dengan begitu, petani akan tetap bisa menjaga produktivitas mereka,” ujar Ali.

Dengan pertanggungan yang diberikan, Ali menyebut petani tetap memiliki modal untuk kembali memulai musim tanam.

“Pertanggungan yang diberikan asuransi untuk menjaga tingkat kesejahteraan petani. Dengan pertanggungan yang diberikan, petani tetap memiliki modal untuk memulai kembali pertaniannya,” papar Ali.

Direktur Pembiayaan Dirjen PSP Kementan, Indah Megahwati menyebutkan, AUTP atau asuransi pertanian memiliki cukup banyak manfaat untuk petani.

Dengan premi yang ringan, petani akan mendapatkan perlindungan dari dampak perubahan iklim dan serangan OPT. “Petani cukup membayar premi sebesar Rp36.000 /ha/musim tanam karena sisanya sebesar Rp144.000 dibantu oleh pemerintah melalui APBN,” tegasnya.

Cara mendaftarnya pun cukup mudah. Pertama-tama petani harus tergabung terlebih dahulu dalam kelompok tani. “Kemudian mendaftarkan lahan sawah mereka 30 hari sebelum masa tanam dimulai di tahun berjalan,” ucapnya. PSP

KUR Bantu Permodalan Petani Tapanuli Selatan

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) ternyata memberikan manfaat yang besar bagi para petani di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

Salah satu petani, Syaiful, mengatakan, kehadiran KUR untuk para petani sangat membantu dirinya dalam menyelesaikan masalah permodalan.

“Saya ambil yang Rp10 juta dengan masa pembayaran 2 tahun. Jadi saya bayar sekitar Rp 400.000 setiap bulannya, tahun ini pun saya ikut lagi,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Agro Indonesia, Jumat (11/6/2021).

Tahun ini, Syaiful juga kembali menggunakan KUR Tani. Kini, dia memilih ikut program KUR Tani setelah sebelumnya digunakan untuk bertani kopi. Pengajuan KUR yang kedua akan digunakannya untuk modal beternak kambing.

“Sangat membantu, karena saya bisa mengembangkan usaha ternak saya dengan dana dari KUR tersebut. Bunganya pun kecil, sehingga tidak terlalu berat membayarnya tiap bulan,” paparnya.

Debitur lainnya yang menggunakan KUR Tani adalah Juliani. Dia mendapatkan pinjaman tanpa agunan. “Kalau saya hanya pinjam Rp3 juta untuk pupuk padi, jadi tidak pakai agunan,” kata Juliani.

Dia bersyukur bisa memperoleh pinjaman KUR saat dirinya tidak memiliki uang untuk membeli pupuk sawahnya. Bunga KUR yang kecil juga membuat cicilannya terasa tidak terlalu berat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan, KUR akan membantu menjaga produktivitas. “Dengan adanya KUR, masalah permodalan tidak lagi menjadi kendala dalam berusahatani. Jika modal teratasi, produktivitas pertanian bisa terus terjaga,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Indah Megahwati mengatakan, program KUR sejatinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai subsektor pertanian.

“Jadi, KUR bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses tanam, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pascapanen, bahkan packaging. Oleh karena itu, kami akan terus memaksimal petani pengguna KUR,” ujarnya.

Direktur Jenderal PSP Kementan, Ali Jamil mengatakan, KUR tidak akan memberatkan petani karena bunga pinjaman rendah dan tidak perlu agunan.

“KUR sifatnya pinjaman. Berarti petani harus mengembalikannya. Tapi jangan khawatir, karena KUR tidak memberatkan. KUR pertanian bisa dikembalikan dengan cara dicicil, atau setelah panen. Jadi, dukungan untuk petani akan sangat maksimal,” katanya. PSP