BPDPKS Kucurkan Dana Penelitian Lewat Grant Riset Sawit

0
367

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali menggelar  Program Grant Riset Sawit untuk periode penetapan tahun 2021 guna memberikan dukungan dana penelitian yang berasal dari Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau biasa dikenal dengan Dana Sawit.

“Grant Riset Sawit merupakan salah satu program BPDPKS yang kami laksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya kami untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit, yang hasilnya untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri sawit nasional yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman, di Jakarta, Kamis (19/08/2021).

Menurutnya, dana ini dimanfaatkan untuk penelitian dan pengembangan kelapa sawit serta sekaligus guna penguatan lembaga penelitian nasional. BPDPKS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan pendanan penelitian dan pengembangan dalam rangka mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit nasional sesuai dengan tugas yang diberikan berdasarkan Peraturan Presiden No 61 Tahun 2015 juncto Perpres No. 66 Tahun 2018.

Setelah melewati proses penyeleksian yang ketat terhadap 448 proposal yang dilakukan oleh BPDPKS bersama dengan Komite Penelitian dan Pengembangan sejak tahun 2020, pada tahun 2021 ini ditetapkan diberikan dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan bagi 28 proposal penelitian yang melibatkan 18 Lembaga Penelitian dan Pengembangan di Indonesia.

Masih dalam suasana peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 76, pada hari ini, Kamis, 19 Agustus 2021 dilaksanakan Acara Penandatangan Perjanjian Penelitian dan Pengembangan antara BPDPKS dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan.

Pada kegiatan ini terdapat 25 Perjanjan Kontrak Kerja sama (PKS) penelitian dan 2 MoU kerja sama untuk 3 penelitian yang ditandatangani. Total dana yang disetujui untuk 28 penelitian baru ini adalah sekitar Rp42.4 Milyar dengan pendanaan multiyear 1 sampai dengan 3 tahun.

25 PKS dan 2 MoU yang ditandatangani hari ini merupakan kerja sama BPDKS dengan 18 Lembaga Penelitian dan Pengembangan yaitu Direktorat Riset dan Pengembangan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, LPPM Institut Pertanian Bogor,  Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,  Institut Tekonologi Sepuluh November,  Lembaga Penelitian (LP) Univ Sumatera Utara,  LPPM Univ Malikussaleh, Univ Riau.

Kemudian  LPPM Univ Bengkulu, LPPM Univ Lampung,  LPPM Univ Tanjungpura,  LPPM Univ Lambung Mangkurat, LPPM Univ Tadulako, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia,  Pusat Penelitian Kelapa Sawit,  Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia,  Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa dan  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Topik-topik penelitian yang didanai diantaranya adalah Pengembangan Palm Crete Beton, Peningkatan Kestabilan Oksitasi Biodiesel, Teknologi Produksi Hidrogen, Produk benang dan kain biomassa sawit, Produksi Palmkernelamidopropyl Betaine, Teknologi Produksi Stabiliser Termal Polyvinyl Chloride, Pemanfaatan Bungkil Sawit, Rapid test 3MCPD, Pemanfaatan Spent Bleaching Earth, Teknologi Paludilutur pada PSR, Alat Deteksi dini Ganoderma, Mobile Mini Crane Untuk Loading, Sawit dan SDGs,  Perbaikan Status Kesehatan Reproduksi, Status Gizi dan Penyimpangan Kerja pada Pekerja, Model Reintegrasi Sosial-Ekonomi Eks Kombatan GAM, Penguatan Modal Sosial Kelembagaan Petani Swadaya, Strategi dan Insentif untuk Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan, Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam Kawasan Hutan.

Penelitian dan Pengembangan merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan sektor perkebunan sawit, sehingga Penelitian dan Pengembangan harus menjadi salah satu bagian dari proses utama dalam upaya pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Penelitian dan Pengembangan harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit saat ini, seperti peningkatan produktivitas/efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, dan mendorong penemuan/inovasi produk/pasar baru.Buyung N