Edukasi Generasi Milenial Soal Kelapa Sawit Berkelanjutan

0
683

Pentingnya komoditas kelapa sawit bagi kehidupan belum disadari sebagian besar generasi muda/milenial. Bahkan sering muncul persepsi negatif terhadap kelapa sawit. Terkait hal itu, Apical dan Asian Agri, bekerjasama dengan Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) University  mengadakan program Summer Course dengan tema Inclusive and Sustainable Agribusiness.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya agribisnis yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya komoditas sawit untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional.

Program Summer Course yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting pada 23 Agustus-7 September 2021 ini diikuti oleh 50 mahasiswa S1 dan pascasarjana yang berasal dari lima negara, yakni Jepang, Filipina, Inggris, Bangladesh, dan Indonesia.

Prof Iskandar Z Siregar, Direktur Program Internasional IPB University mengatakan summer course saat ini adalah platform global yang baik untuk menjaga dan memperluas relasi serta dapat menguatkan kolaborasi akademik dan juga kolaborasi dengan sektor privat.

Ivan Novrizaldie, Certification & Traceability Senior Manager Asian Agri mengatakan melalui kesempatan ini, Asian Agri ingin membagikan pemahaman dengan kalangan akademik mengenai keberlanjutan yang telah dilakukan perusahaan.

“Begitu banyak aspek positif dari kelapa sawit yang harus kita sebarkan khususnya kepada generasi muda,” katanya.

Dia menyebutkan pentingnya pengelolaan sawit berkelanjutan yang bersifat menyeluruh mulai dari produksi dan rantai pasok.

“Selain itu, industri sawit juga berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit,” katanya, Sabtu (28/8/2021)

Bremen Yong, Director of Sustainability Apical mengatakan selama ini persepsi masyarakat secara global mengenai minyak sawit masih cenderung negatif.

Padahal, lanjutnya,  minyak sawit merupakan minyak nabati paling produktif karena menggunakan lahan lebih sedikit dibanding minyak nabati lainnya.

Menurut Bremen Yong, minyak sawit juga berkontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk negara berkembang.

Sebagai salah satu perusahaan minyak sawit terintegrasi secara global, Apical juga turut berkontribusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mengembangkan sumber daya yang berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs.

Pada kesempatan yang sama, Apical dan Asian Agri juga menyelenggarakan diskusi terbuka mengenai bagaimana mengedukasi generasi muda tentang pentingnya komitmen keberlanjutan di industri kelapa sawit. Jamalzen