Geliat Sektor Pertanian di Masa Pandemi

0
517

Kinerja sektor pertanian menggeliat di masa pandemi. Nilai ekspor komoditas di sektor itu terus menunjukkan tren meningkat.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor pertanian periode Januari-Juli 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni 8,72% (YoY). Total ekspor pada sektor pertanian secara keseluruhan dari Januari hingga Juli 2021 mencapai 2,24 miliar dolar AS.

Komoditas yang jadi unggulan ekspor pun tidak hanya bertumpu pada kelapa sawit, karet dan kakao saja tetapi juga berasal dari komoditas rempah-rempah, susu dan telur, ikan dan udang serta buah-buahan.

Geliat sektor pertanian juga ditandai dengan Pelepasan Merdeka Ekspor 2021 dari 17 titik pelabuhan dan bandara di Indonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Agustus 2021.

Program ini mengakomodasi berbagai produk hasil pertanian untuk diekspor ke berbagai negara. Nilai total ekspor tersebut tercatat sebesar lebih dari Rp7,29 triliun.  Menurut Presiden, pelepasan ini sebagai momentum penguatan ekspor komoditas pertanian Indonesia juga menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Kinerja apik sektor pertanian mendapat apresiasi dari Lembaga Penyelidik Ekonomi Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia. Peneliti LPEM UI, Riyanto menyatakan membaiknya kinerja sektor pertanian terjadi karena kolaborasi apik yang dibangun antara petani, eksportir, dan pemerintah, berjalan dengan sangat baik. Terlebih dalam urusan permodalan usaha yang digenjot melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

“Kolaborasi ini sangat bagus karena ada sinergi kuat antarsemua pihak, khususnya dalam membangun sektor pertanian. Apalagi kemarin saya lihat pemerintah baru saja menggelar kegiatan merdeka ekspor,” katanya.

Walaupun begitu, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) mengingatkan masih ada beberapa hal yang bisa menghambat laju ekspor sektor pertanian. Untuk itu, GPEI meminta agar pemerintah memanfaatkan lahan tidur di luar Pulau Jawa, peningkatan ekspor komoditas pertanian perlu disiapkan mulai sektor hulu yakni penataan sentra produksi berbagai jenis tanaman pertanian/perkebunan agar menghasilkan panen berkualitas sesuai kebutuhan pasar internasional.

Selain itu, GPEI juga meminta agar tanaman perkebunan yang potensial ekspor perlu diremajakan atau diganti bibit unggul agar lebih produktif dan berkualitas dan meminta Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian perlu lebih proaktif mensosialisasikan regulasi tentang kekarantinaan.

Kinerja apik sektor pertanian di bidang ekspor juga harus diikuti dengan penurunan nilai impor sektor itu.  Masih banyak komoditas sektor pertanian yang harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. AI