Terima KUR, Petani Optimis Produktivitas Meningkat

0
114
Sebanyak 1.964 petani di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian. Direncanakan tahun depan akan ada 21.000 petani lagi yang akan mendapatkan KUR.

Sebanyak 1.964 petani di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian. Para petani pun optimistis produktivitas pertanian bakal meningkat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap semua stakeholder bekerja keras agar KUR Pertanian bisa terus diserap oleh petani. KUR Pertanian memiliki banyak manfaat untuk petani, salah satunya adalah meningkatkan produktivitas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani itu sendiri.

“KUR ini adalah penyelamat negeri ini. Dengan KUR, roda perekonomian dasar masyarakat kembali bergerak saat pandemi ini,” ujarnya.

Sementara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menyelenggarakan kegiatan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (26/8/2021).

Kegiatan ini bertujuan agar Pemerintah Daerah serta Lembaga Penyalur KUR dan Penjamin KUR dapat turut mendorong penyaluran KUR dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Ini merupakan upaya pemerintah yang seimbang antara penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga, KUR saat ini bunganya disubsidi 3% sampai akhir tahun ini dan kini sedang dibicarakan dengan OJK agar restrukturisasi ini bisa dilanjutkan.

“Jadi, perbankan diharapkan dapat lebih mendorong usaha kecil, menengah dan mikro. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, jumlah kredit yang disalurkan untuk UMKM harus naik menjadi 30% tahun 2024, yang artinya dari total kredit, 30% adalah UMKM,” terang Menko Airlangga.

Upaya keras pemerintah melalui program KUR dan berbagai indikator ekonomi yang menggambarkan tren perbaikan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan-II 2021 sebesar 7,07% (yoy).

Selama masa pandemi, pemerintah telah mengeluarkan relaksasi kebijakan KUR, antara lain peningkatan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta, tambahan subisidi bunga KUR sebesar 6% pada tahun 2020 dan 3% pada tahun 2021, penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

Pencapaian realisasi KUR pada masa pandemi tahun 2020 tercatat sebesar Rp198,53 triliun atau lebih baik dibandingkan pada masa sebelum COVID-19, yaitu sebesar Rp140,1 triliun (tahun 2019).

Pada Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021, realisasi KUR telah mencapai Rp167,19 triliun atau 58,66% dari target tahun 2021 sebesar Rp285 triliun (setelah perubahan target). Dana tersebut telah disalurkan kepada kepada 4,53 juta debitur.

Sesuai dengan kebijakan prioritas KUR tahun 2021, pelaksanaan KUR digunakan untuk mendukung korporatisasi petani dan nelayan, serta disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR Khusus. Hingga 23 Agustus 2021, realisasi penyaluran KUR Pertanian telah mencapai Rp50,3 triliun atau 71,8% dari target Rp70 triliun.

Adapun realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Tengah sejak Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021 telah mencapai Rp1,96 triliun kepada 51.539 debitur.

Porsi penyaluran KUR di Provinsi Sulawesi Tengah selama tahun 2021 per sektor terbesar disalurkan pada sektor perdagangan (41,92%) dan disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (39,67%), dan jasa-jasa (10,49%).

“Pemerintah berharap dalam penanganan pemulihan ekonomi ini KUR bisa terus didorong. Apalagi, Provinsi Sulawesi Tengah potensi hortikulturanya luar biasa,” kata Menko Airlangga.

Sektor pertanian merupakan salah satu andalan bagi perekonomian di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal tersebut sejalan dengan penyaluran KUR pertanian jagung di provinsi tersebut sejak Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021 mencapai Rp36,05 miliar yang disalurkan kepada 1.662 debitur.

Tiga daerah tertinggi yang menerima penyaluran KUR di Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Buol Rp16,1 miliar, Kabupaten Parigi Moutong Rp4,01 miliar, dan Kabupaten Banggai Rp3,06 miliar.

“Khusus pertanian jagung, secara nasional KUR sejak Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021 telah mencapai Rp1,76 triliun yang disalurkan kepada 72.070 debitur,” jelas Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pemerintah terus berkomitmen mengoptimalkan penyaluran KUR bersama stakeholders penyalur dan penjamin KUR, yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo.

“Jadi, Pak Gubernur, dari sini banyak yang bisa didorong melalui KUR. Dengan demikian, banyak masyarakat bisa memanfaatkan,” katanya.

KUR Penyangga Ekonomi

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, KUR Pertanian merupakan penyangga ekonomi keluarga dan ekonomi dasar di semua daerah, selain mampu membuka lapangan pekerjaan.

Dengan sokongan dari KUR, pertanian pada akhirnya menjelma menjadi kekuatan pemerintah untuk keluar dari krisis yang dihadapi saat ini akibat pandemi COVID-19.

Untuk menggairahkan sektor pertanian, Ali menyebut APBN tak cukup untuk mendanainya. Maka, diperlukan pendanaan lain di luar APBN agar sektor pertanian semakin bergairah.

“KUR adalah kebijakan pemerintah. KUR itu dana bank dengan bunga yang disubsidi pemerintah. Gunakan KUR karena dia adalah fasilitas negara,” tutur Ali.

Ali mengatakan, KUR pertanian terbukti membantu petani baik dari hulu sampai hilir. Menurutnya, perguliran KUR Pertanian di seluruh daerah harus terus didorong sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi COVID-19.

Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan, Indah Megahwati mengatakan, pelaksanaan perkreditan KUR dibagi menjadi beberapa klaster. Di antaranya klaster padi, jagung, hortikultura, peternakan dan tanaman pangan. “Jadi, kami infokan bahwa KUR ini sistemnya sudah klaster, di mana ada klaster tanaman pangan, padi, jagung dan lainnya. Dengan KUR, kita akan memiliki keuntungan yang berlipat,” jelasnya.

Bupati Tapanuli Tengah, Bahktiar Ahmad Sibarani mengatakan, direncanakan tahun depan akan ada 21.000 petani yang akan mendapat KUR Pertanian.

“Dengan adanya off taker diharapkan petani tidak lagi sulit memasarkan hasilnya, karena sudah ada jaminan pasar, sehingga diharapkan produksi dapat meningkat,” katanya.

Padi dan Jagung

Bahktiar Ahmad bersama Bank BNI cabang Sibolga menyerahkan secara simbolis KUR pertanian padi kepada 20 orang petani dari 1.964 petani untuk tahap pertama. Direncanakan tahun depan akan ada 21.000 petani yang akan mendapat KUR.

Para petani yang mendapat fasilitas kredit usaha pertanian tahap pertama dari Cabang BNI Sibolga berasal dari Kecamatan Sorkam dan Sosorgodang. Pemberian KUR tersebut bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan cukup bahagia dan senang menyalurkan KUR pertanian. Apalagi ini menjadi bagian dari salah satu visi besarnya dalam memimpin Tapanuli Tengah agar pertanian maju dan masyarakatnya  sejahtera.

Dalam penyaluran KUR tersebut, Bakhtiar mengatakan, pihaknya juga menggandeng PT Daun Agro Nusantara sebagai pendamping petani dari mulai tanam sampai panen.

“Dengan adanya off taker diharapkan petani tidak lagi sulit memasarkan hasilnya, karena sudah ada jaminan pasar, sehingga diharapkan produksi yang selama ini 5 ton menjadi 8 ton/hektare,” katanya.

Bakhtiar menyebutkan, KUR pertanian ini fokus hanya dua komoditi, yaitu padi dan jagung. “Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk fokus di Tapanuli Tengah sektor pertanian, termasuk dengan BNI wilayah Sumut. Diharapkan tersalurkan Rp150 miliar guna mendukung swasembada pangan Tapanuli Tengah dengan kolaborasi BNI ini secara nyata,” katanya.

Sementara itu, Kepala cabang BNI Sibolga Guntur Pangaribuan menyampaikan, pada prinsipnya siap mendukung program pemerintah dalam sektor pertanian, termasuk optimalisasi KUR pertanian di Tapanuli Tengah

Direktur Utama PT Daun Agro Nusantara, M. Hadi Nainggolan menyampaikan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Tapanuli Tengah dan BNI serta petani dalam mewujutkan swasembada pangan, khususnya di Tapanuli Tengah.

“Kami sudah mempersiapakan tenaga agronomis (budidaya, Red.) yang mendampingi petani untuk keberhasilan usaha taninya. Kami juga telah mempersiapkan harga yang baik untuk hasil panen nantinya,” katanya. PSP