Peternak Handal dari Blitar

Bhakti Mahendra Putra

0
176
Bhakti Mahendra Putra

Subsektor peternakan sebagai bagian integral dalam pembangunan sektor pertanian berperan dalam penyediaan protein hewani, lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pengembangan potensi wilayah. Permintaan produksi peternakan mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dam kesadaran gizi masyarakat.

Pangan produk peternakan terutama daging, telur dan susu merupakan komoditas pangan hewani yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan. Mengingat, pangan produksi peternakan sangat elastik terhadap pendapatan masyarakat sehingga besar kecilnya konsumsi pangan yang berasal dari ternak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat

Usaha dan pengembangan subsektor peternakan saat ini menunjukan prospek yang sangat cerah dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam  pertumbuhan ekonomi pertanian. Sebagian masyarakat dunia mengakui bahwa  produk-produk peternakan memegang peranan yang sangat penting di masa yang akan datang. Karena itu, usaha peternakan ayam broiler menjadi daya tarik. Salah satunya pensiunan Kepala BPJS Bhakti Mahendra Putra yang mengembangkan usaha peternakan ayam pedaging di Blitar-Jawa Timur. Nah, bagaimana kisah suksesnya menjadi peternak berikut petikan wawancara Agro Indonesia akhir pekan lalu.

Menurut anda bagaimana pembagunan di bidang peternakan saat ini?

Pembangunan di bidang peternakan diarahkan untuk mengembangkan  peternakan yang maju dan efisien. Peternakan diharapkan dapat terus meningkatkan perannya sebagai penghasil pangan hewani yang bernilai gizi tinggi serta sebagai sumber kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan peternak. Untuk itu, pemerintah senantiasa berupaya mendorong peningkatan produksi  peternakan khususnya ayam ras untuk meningkatkan kesempatan berusaha, ekspor dan kesejahteraan rakyat.

Apa upaya untuk mencapai pembangunan sektor peternakan?

Untuk mencapai pembangunan pertanian pada umumnya dan sektor  peternakan khususnya, maka sebagai penunjang kebutuhan protein hewani yang merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia perlu di usahakan  produktivitas yang maksimal sehingga dapat meningkatkan pendapatan  peternak. Dalam upaya pemenuhan protein hewani dan peningkatan pendapatan peternak, maka pemerintah dan peternak telah berupaya mendayagunakan sebagian besar sumber komoditi ternak yang dikembangkan, diantaranya adalah ayam pedaging (broiler).

Ayam ras pedaging adalah ayam yang sangat efektif untuk menghasilkan daging, karakteristik ayam pedaging bersifat tenang,  bentuk tubuh besar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit dan produksi telur rendah. Pemeliharaan ayam ras pedaging dikelompokkan dalam dua periode, yaitu periode starter dan finisher. Pemeliharaan ayam pedaging dilakukan secara all in all out, artinya bahwa ayam dimasukkan dalam kandang yang sama secara bersamaan pula. Beternak ayam ras pedaging lebih cepat mendatangkan hasil dari pada beternak ayam buras. Pada umumnya pemeliharaan selama 5-8 minggu saja ayam sudah mempunyai bobot badan antara 1,5-2.8 kg/ekor dan bisa segera dijual. Dengan demikian perputaran modal berjalan dengan waktu yang tidak lama.

Bisa anda jelaskan keunggulan ayam ras pedaging?

Keunggulan ayam ras pedaging antara lain pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi  pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging  berserat lunak. Perkembangan yang pesat dari ayam ras pedaging ini juga merupakan upaya penanganan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Perkembangan tersebut didukung oleh semakin kuatnya industri hilir seperti perusahaan pembibitan (Breeding Farm), perusahaan pakan ternak (Feed Mill), perusahaan obat hewan dan peralatan peternakan .

Saat ini anda melakukan usaha peternakan dengan pola kemitraan bisa dijelaskan alasannya?

Pelaku usaha ternak ayam ras pedaging yang sebagian besar berbentuk  peternakan rakyat, pada umumnya kelemahan utama di dalam usahanya terletak  pada bidang permodalan ralatif kecil, kurangnya kemampuan manajemen  pemeliharaan, harga pakan relatif tinggi sedangkan kebutuhan ayam ras pedaging cukup besar berkisar antara 60-70% dari biaya produksi. Masalah lain yang muncul yaitu dibidang pemasaran, karena belum memiliki  pangsa pasar yang jelas sehingga harga yang diterima peternak dibawah harga  pasar. Salah satu cara terbaik yang dapat dianjurkan dalam pengembangan agribisnis peternakan ayam ras pedaging adalah menerapkan sistem koordinasi vertikal dengan pola kemitraan.

Bagaimana kondisi peternakan ayam pedaging di Blitar saat ini?

Peternakan ayam pedaging saat terdapat dua kondisi yang berbeda yaitu peternak yang mandiri artinya peternak tersebut memelihara  ayam  mulai dari DOC (Day Old Chicken) atau anak ayam usia sehari komersial hingga menjual ayam yang sudah layak konsumsi dilakukan sendiri. Ada sisi baik dan buruknya untuk peternak mandiri. Saat harga ayam sedang melonjak naik keuntungan yang didapatkan sangat luar biasa. Namun, apabila harga ayam di pasaran sedang mengalami penurunan bersamaan ayam saat dipanen peternak akan merugi bahkan harganya tidak sebanding dengan harga pakan. Hal inilah yang memicu peternak seperti saya memilih bermitra dengan perusahaan besar agar lebih aman.

Pola kemitraan seperti apa yang anda lakukan?

Pola kemitraan yang saya lakukan dengan PT Charoen Pokphan adalah mulai dari DOC, pakan hingga obat-obatan dan menjual ayam yang sudah dipanen adalah tanggung jawab perusahaan. Sementara  memelihara atau membesarkan ayam, menyiapkan kandang dan biaya operasional merupakan tanggung jawab peternak. Keuntungan yang diperoleh peternak adalah rasa aman. Tidak terpengaruh apakah harga ayam saat panen sedang merosot atau justru sedang melambung tinggi, karena harga sudah ditetapkan secara variable berdasarkan berat ayam. Meskipun keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar namun peternak merasa aman dan tidak perlu mencari pemasaran serta repot dengan harga ayam di pasaran.

Berapa jumlah ayam yang anda kembangkan saat ini?

Ada 26.000 ekor. Dari 26.000 ekor tersebut biaya operasional rata-rata yang harus  saya keluarkan sekitar Rp40 juta dengan rincian biaya karyawan Rp25 juta, listrik Rp7,5 juta, biaya panen Rp4,5 juta dan biaya lain-lain sebesar Rp2,5 juta.

Anda tidak mempunyai basic di bidang peternakan tetapi nampaknya anda cukup handal dalam menangani ternak ayam pedaging bagaimana awalnya?

Ya.. saya adalah pensiunan pegawai BPJS ketenagakerjaan, terakhir menjabat Kepala BPJS di Gresik. Jiwa bisnis saya sebenarnya sudah ada sejak lama tetapi pekerjaan saya yang mengharuskan untuk menahan diri hingga pensiun. Saya mula tertarik untuk mengembangkan peternakan ayam pedaging karena secara geografis Blitar sudah jaman dahulu sangat cocok untuk mengembangkan peternakan terutama ungags. Karena itu, saya mencoba peruntungan di bidang peternakan ayam pedaging dan saya sangat enjoy dalam bisnis ini, disamping itu, tentunya saya turut mendukung program pemerintah dalam mensukseskan program swasembada daging melalui ternak ungas.

Apa yang mendasari anda sehingga tertarik untuk berbisnis peternkan ayam pedaging?

Peternakan ayam pedaging menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang cerah. Mengingat, bisnis ayam pedaging bisa dikategorikan bisnis bau yang sangat menguntungkan. Meski menurut orang lain ini menjijikkan, tetapi setelah digeluti bisnis ini sangat menyenangkan karena keuntungan yang diraup luar biasa.

Ada pesan yang bisa anda sampaikan untuk pemula dalam bisnis ini?

Dalam beternak ayam pedaging jenis broiler usahakan agar letak kandang jauh dari pemukiman penduduk. Selan itu, tempatnya strategis agar transportasinya lebih mudah. Sumber air juga harus  mudah dijangkau dan kandangnya sebisa mungkin terarah membujur dari timur ke barat. Di samping itu, perhatikan juga ventilasi dan suhu udara dalam kandang. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor per meter persegi. Jika jumlahnya lebih dari itu, suhu kandang akan cepat meningkat terutama terjadi di siang hari.

Shanty