Gerah dengan Lonjakan Harga Migor, BULOG Siapkan Langkah Stabilisasi

0
119

Lonjakan harga minyak goreng yang menggila ternyata membuat Perum BULOG gerah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan itu siap terjun menstabilkan  minyak goreng (migor) di pasar.

“BULOG sudah menyiapkan langkah untuk menghadapi peningkatan minyak goreng,” kata Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso  saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Budi Waseso mengakui kalau dalam hal pengelolaan migor, BULOG tidak memiliki kewajiban PSO (Public Service Obligation), untuk itu pihaknya akan terjun menstabilkan migor melalui jalur komersil.

“BULOG akan memanfaatkan produk yang dibeli dengan harga lama, sehingga bisa dijual dengan harga murah,” ujar pria yang akbar dipanggil dengan sebutan Buwas itu.

Walaupun begitu, Buwas mengakui kalau amunisi yang dimiliki BULOG untuk stabilisasi harga migor tidaklah banyak. Hal itu disebabkan karena BULOG tidak mempunyai pabrik minyak goreng, sehingga jumlah yang disiapkan untuk stablisasi harga jumlahnya sedikit.

“Kita beli dan kontrak jauh hari dengan harga sudah disepakati lebih murah dan jual sekarang. Tapi amunisi terbatas,” ucapnya.

Sementara untuk  menambah stok minyak goreng saat ini tidaklah mudah. Pasalnya, produsen sudah memasang harga tinggi, sehingga tidak mungkin BULOG bisa menjual dengan harga murah lagi.

“Untuk menjual dengan harga murah, BULOG tidak mudah mendapatkan barang, karena produksi CPO banyak yang diekspor,”  tegasnya

Sebelum melakukan stabilisasi harga migor, Buwas menyatakan pihaknya akan berkordinasi terlebih dulu dengan instansi-instansi terkait yakni, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menurutnya, BULOG harus bekerjasama dengan kementerian dan lembaga. Ada Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian  dan Kementerian Perindustrian.

“Mudah-mudah gejolak harga sembako tersebut bisa tertangani,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini harga minyak goreng di dalam negeri melonjak tinggi akibat peningkatan harga jual minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional.

Harga minyak goreng kemasan yang sebelumnya hanya berkisar Rp 12.000- Rp 14.000 per liter, kini melonjak di atas Rp 20.000 per liter.

Dalam mengatasi gejolak harga minyak goreng, pemerintah terkesan gamang dengan hanya menfokuskan pada pemenuhan pasokan ke konsumen saja. Buyung N