Suhu Laut Global Cetak Rekor Panas

Foto: Reuters

Suhu lautan mencetak rekor pada Februari, di mana rata-rata suhu permukaan laut global mencapai 21,060 Celsius, demikian diumumkan Copernicus Climate Change Service (C3S) Uni Eropa pada Kamis (7/3).

Rata-rata suhu muka laut selama Februari 2024 telah melampaui rekor terpanas di posisi 20,980C yang tercipta pada Agustus 2023, dalam kumpulan data yang berasal dari tahun 1979.

Rekor suhu panas pada muka laut terjadi selama bulan Februari yang juga mencatat rekor terpanas, yang menandai panas selama sembilan bulan berturut-turut dan menjadi tonggak bersejarah selama bulan tersebut.

Para ilmuwan kelautan telah mengeluarkan peringatan pada Senin (4/3) bahwa pemutihan massal terumbu karang skala global yang keempat kemungkinan besar terjadi di belahan Bumi Selatan, yang didorong oleh memanasnya suhu air, dan kemungkinan bisa jadi sejarah paling buruk untuk Bumi ini.

Terumbu karang memutih akibat suhu panas, yang menyebabkan alga berwarna-warni yang hidup bermanfaat di jaringannya hengkang dan tinggal menyisakan kerangka yang pucat. Hal ini membuat terumbu karang rentan mengalami kelaparan dan penyakit, dan banyak yang mati. Hal ini bisa memicu ambruknya ekosistem terumbu karang yang rapuh, di mana garis pantai yang ada menjadi tidak terlindungi dari erosi, badai dan menurunnya tangkapan ikan.

Pola iklim El Nino, yang disebabkan suhu muka laut di Pasifik Timur yang memanas dari biasanya, ditambah dengan perubahan iklim yang disebabkan manusia, makin memicu panas.

“Yang lebih mengejutkan adalah suhu muka laut mencetak rekor tinggi di kawasan yang jauh dari pusat terjadinya El Nino, seperti di kawasan tropis Samudera Atlantik dan Samudera Hindia,” ujar ilmuwan iklim University of Reading, Richard Allan, seperti dikutip Reuters.

Hal ini, katanya, menunjukkan pengaruh yang kuat dari naiknya emisi gas rumah kaca di atmosfer.

Meskipun suhu rata-rata muka laut global tidak termasuk lautan di kawasan kutub, namun kondisi atau keadaan di sana juga tak kalah buruk.

Lapisan es laut Antartika telah mencapai tingkat minimum tahunannya pada Februari, yang tercatat sebagai rekor terendah ketiga sebesar 28% di bawah rata-rata.

El Nino kini sedang melemah di wilayah khatulistiwa Pasifik, kata C3S, namun suhu udara di atas samudera itu masih sangat tinggi. AI