Menurut penelitian, permukaan tanah yang terbuka dan reflektif dalam beberapa kasus ternyata dapat lebih efektif mendinginkan planet. Bagaimana hal itu terjadi?
Pohon menyerap karbon dioksida yang memanaskan planet, sehingga semakin banyak pohon seharusnya membantu mengurangi pemanasan global, bukan?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Para peneliti menemukan bahwa kanopi pohon yang rimbun dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, terutama ketika menutupi wilayah yang permukaannya efektif memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa — seperti salju, tanah terbuka, dan padang rumput.
Nah, pohon-pohon di lokasi seperti ini justru dapat menurunkan apa yang disebut “efek albedo”, atau tingkat reflektivitas Bumi, dan bahkan dapat meniadakan manfaat pendinginan dari penyimpanan karbon yang mereka berikan. Itulah kesimpulan sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature, sebuah jurnal ilmiah yang ditinjau sejawat (peer-reviewed).
Penelitian ini menimbulkan kekhawatiran tambahan terhadap manfaat iklim dari proyek karbon berbasis hutan, yang menghasilkan kredit untuk setiap satu ton CO₂ yang dihindari atau dihilangkan dari atmosfer. Sebelumnya, para peneliti telah mengungkap kasus di mana klaim manfaat pengurangan emisi dari proyek tersebut ternyata dilebih-lebihkan. Tuduhan greenwashing itu menyebabkan calon pembeli korporat menarik diri dari pasar offset karbon dan menyebabkan pasar tersebut jatuh.
Meskipun telah dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas proyek-proyek ini, temuan mengenai efek albedo menyoroti masalah baru yang mungkin sebelumnya terabaikan. “Meskipun albedo berpotensi mengurangi, bahkan meniadakan, manfaat mitigasi iklim dari beberapa proyek karbon hutan, hingga saat ini penghitungan terhadap efek albedo belum dipertimbangkan dalam protokol pemberian kredit karbon mana pun,” kata salah satu penulis makalah tersebut, Libby Blanchard, seorang peneliti di Wilkes Center for Climate Science & Policy di University of Utah.
William Anderegg, penulis studi lainnya mencatat, protokol penghijauan terbaru dari registri (pencatatan) penghapusan karbon berskala kecil Isometric mempertimbangkan albedo, namun dia mengatakan hingga 22 Agustus registri tersebut belum mengeluarkan kredit apa pun berdasarkan protokol tersebut.
Peneliti lain juga membuat temuan serupa. Layanan Kehutanan Departemen Pertanian AS dalam sebuah studi data satelit yang diterbitkan pada Juni menemukan, penurunan albedo mengimbangi sekitar setengah dari manfaat penyimpanan karbon non-tanah dari pohon. Hasil ini “dapat mengurangi ekspektasi terhadap penanaman hutan sebagai sarana mitigasi perubahan iklim global,” tulis para penulis.
Sebuah makalah sebelumnya menemukan, kehilangan hutan di beberapa area pegunungan di bagian barat AS justru menyebabkan pendinginan planet secara bersih. Kelompok peneliti ketiga menemukan bahwa perubahan albedo akibat penanaman pohon “mengimbangi bahkan meniadakan manfaat penghilangan karbon” di sebagian besar lokasi.
Para penulis studi di Nature menyimpulkan bahwa proyek offset karbon tidak boleh diizinkan di tempat-tempat di mana pemanasan yang disebabkan oleh penurunan albedo melebihi manfaat penyimpanan karbon, seperti di beberapa hutan boreal atau daerah kering semi-arid dengan vegetasi jarang.
Sebagai alternatif, para penulis menyarankan agar jumlah kredit yang diterbitkan oleh sebuah proyek dapat dikurangi untuk memperhitungkan perubahan albedo yang diperkirakan terjadi.
“Dengan konfigurasi saat ini, program offset karbon berbasis hutan belum memberikan banyak manfaat bagi iklim,” kata Blanchard. AI


















