Kemenperin Dorong Generasi Muda Berkontribusi di Sektor Halal

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong generasi muda memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industi halal nasional agar Indonesia dapat menjadi pusat industri halal global.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Emmy Suryandari, menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi penduduk Indonesia didominasi generasi Z dan milenial yang produktif serta inovatif yang terdiri atas generasi milenial dengan komposisi 25,9 persen dan Gen-Z sebanyak 27,9 persen..
“Ini adalah momen yang tepat untuk generasi muda memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri halal nasional,” katanya di kuliah umum sebagai rangkaian acara Industrial Festival x Halalindo 2025, di Tangerang, Banten, Jumat (26/09/2025).
Menurutnya, kontribusi generasi muda bagi perkembangan industri halal nasional dapat dilakukan antara lain dengan memilih dan mengutamakan penggunaan produk halal, mempromosikan produk halal buatan dalam negeri di media sosial.
“Generasi muda juga harus aktif dalam komunitas maupun kegiatan yang bertema halal serta memanfaatkan platform digital untuk melakuan inovasi kewirausahaan halal,” ujarnya.
Emmy mengatakan, meski memiliki mayoritas penduduk Muslim, Indonesia saat ini baru menempati peringkat kesembilan pengekspor produk halal ke negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Sebaliknya, sejumlah negara non-Muslim seperti China, India dan Brasil justru mendominasi pasar ekspor produk halal di negara-negara Muslim.
Selain itu, dalam Global Islamic Economy Indicator Score, Indonesia hanya menempati posisi Ketiga, di bawah Malaysia dan Arab Saudi. “Padahal, jumlah penduduk Indonesia jauh lebih besar dari kedua negara itu,” jelas Emmy.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, ungkap Emmy, Kementerian Perindustrian bersama sejumlah kementerian dan lembaga menyiapkan kebijakan fiskal, pengawasan, serta infrastruktur halal.
Penguatan juga dilakukan pada sektor industri pengolahan, pengemasan, mesin pendingin, hingga alat angkut yang mendukung ekosistem industri halal.
‎Lebih lanjut, visi Indonesia menjadi pusat industri halal dunia diwujudkan melalui lima strategi utama, yakni, memperkuat pasar domestik, menjaga kualitas dengan sertifikasi halal.
Pemerintah juga berusaha memperluas kolaborasi nasional dan internasional, meningkatkan partisipasi dalam standar halal global, serta investasi pada infrastruktur seperti kawasan industri halal dan terminal logistik halal.
“Apabila ekosistem halal ini terbentuk dengan kuat, manfaatnya tidak hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kemandirian industri farmasi dan kosmetik,” ucap Emmy..Buyung N