Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pemerintah dan pelaku industri serta influencer berkolaborasi lebih intens lagi untuk mempromosikan brand-brand lokal di dalam negeri maupun tingkat internasional.
“Kita harus memanfaatkan momentum gaya hidup sehat di Indonesia yang saat ini sedang sangat diminati,” kata Menperin saat membuka Pameran Indonesia Sport & Active Wear (ISAW) 2024 di Plaza Kemenperin, Jakarta, Rabu (2024).
Menperin menjelaskan saat ini makin banyak brand-brand lokal memproduksi pakaian olahraga dengan banyak sekali fitur unggulan. Pakaian olahraga yang elastis, ringan, nyaman, breathable, mudah menyerap keringat, cepat kering dengan warna serta model yang bervariasi menjadi kunci utama untuk bersaing dengan brand-brand internasional, yang saat ini masih mendominasi pasar Indonesia.
“Padahal secara harga, tentunya harga pakaian olahraga brand-brand jauh lebih terjangkau daripada brand-brand internasional tersebut,” ujarnya.
Agus berharap ada langkah-langkah yang cepat dan jitu untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor industri pakaian olahraga ini, khususnya untuk membangkitkan kembali sektor industri pakaian jadi yang dalam dua tahun terakhir ini mengalami tantangan besar baik di pasar ekspor maupun pasar domestik.
“Apalagi saat ini kontribusi sektor industri pakaian jadi pada PDB Industri Pengolahan Non-Migas di Triwulan I Tahun 2024 mengalami kontraksi sebesar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023,” ucap Menperin.
Sementara untuk produk sepatu olahraga nasional, Menperin meminta semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal dan menggunakan sepatu olahraga buatan dalam negeri.
Saat ini, sepatu olahraga menjadi salah satu komoditi industri pengolahan non migas yang berkontribusi besar dalam ekspor nasional, dimana nilai ekspornya pada bulan Januari – Mei 2024 mencapai 1,86 Miliar dolar AS, meningkat 1,04 persen dari periode yang sama tahun 2023. Hal ini menempatkan sepatu olahraga sebagai 9 komoditi ekspor terbesar industri pengolahan non migas.
Sedangkan untuk industri alat olahraga, Agus Gumiwang Kartasasmita melihat banyak sekali peluang untuk mengembangkan potensi Industri Alat Olahraga di Indonesia.
“Saat ini kita sudah sangat mampu memproduksi maupun mengekspor alat-alat olahraga seperti shuttlecock, bola sepak, bola voli, meja tenis maupun alat olahraga lainya yang dipakai pada kegiatan olahraga kompetisi lokal maupun internasional,” ucapnya.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor industri alat olahraga pada periode Januari – Mei 2024 mencapai 107,4 juta dolar AS yang mana mengalami kontraksi sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun 2023 pada periode yang sama.
“ Perlu kejelian dan strategi yang tepat untuk memenangkan kompetisi alat-alat olahraga terutama di pasar-pasar luar negeri,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Diren Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, kalau pameran ISAW 2024, yang merupakan kedua kali, mengangkat tema ‘Boost Up : Go Beyond” yang bermakna mengajak masyarakat mendukung perkembangan industri dan jenama pakaian, alas kaki dan alat olahraga dalam negeri.
“Tujuan pameran ini adalah membangun eksistem industri pakaian, alas kaki dan alat olahraga dengan memberikan wadah berkolaborasi antar stakeholder,” jelasnya.Buyung N
.


















