Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi untuk memastikan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan secara terpadu, mulai dari koordinasi antarpihak hingga penanganan langsung di lapangan.
Mengawali agenda di Jambi, Menhut memimpin rapat koordinasi pengendalian karhutla di Daops Manggala Agni Kemenhut Jambi. Rakor menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada wilayah-wilayah yang saat ini membutuhkan penanganan intensif.
Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan respons cepat dan kerja bersama seluruh pihak. Pemantauan kondisi lapangan, patroli, pemadaman, serta langkah pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten agar kebakaran tidak meluas.
“Kita tidak boleh lengah. Setiap titik api harus segera direspons dan ditangani. Kuncinya adalah kecepatan, kesiapsiagaan, dan kolaborasi. Manggala Agni Kemenhut tidak bekerja sendiri, tetapi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pihak terkait,” ujar Menhut Raja Antoni.
Usai rakor, Menhut Raja Antoni menempuh perjalanan darat menuju Desa Pandan Sejahtera, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, untuk meninjau langsung lokasi karhutla. Untuk mencapai lokasi, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju tenda komando dan titik penanganan kebakaran.
Di lokasi tersebut, Menhut Raja Antoni melihat langsung kondisi lapangan dan upaya pemadaman yang dilakukan petugas bersama masyarakat. Menhut juga bertemu dan berdialog dengan Suwarno, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat, yang ikut terlibat dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah tersebut.
Keterlibatan Suwarno dan masyarakat setempat menjadi salah satu gambaran pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian karhutla. Bersama Manggala Agni Kemenhut dan unsur lainnya, MPA menjadi bagian dari kekuatan di tingkat tapak karena berada dekat dengan lokasi, memahami kondisi wilayah, serta dapat membantu mendeteksi dan merespons kejadian kebakaran sejak dini.
“Saya ingin melihat langsung kondisi yang dihadapi teman-teman di lapangan. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat yang ikut turun bersama petugas. Pengendalian karhutla memang harus menjadi kerja bersama,” kata Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni menegaskan, pengendalian karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Upaya pencegahan melalui patroli, pemantauan hotspot, penguatan kesiapsiagaan masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pihak harus terus diperkuat.
Menurut Menhut Raja Antoni, keberadaan masyarakat seperti Suwarno dan anggota MPA lainnya sangat penting karena pencegahan dan penanganan awal akan lebih efektif apabila masyarakat di sekitar kawasan turut aktif menjaga wilayahnya.
“Yang paling penting adalah jangan sampai api membesar. Semakin cepat informasi diterima dan semakin cepat petugas bergerak, semakin besar peluang kita mengendalikan kebakaran sebelum meluas. Mari kita jaga hutan dan lahan ini bersama-sama,” tegas Menhut.
Kunjungan kerja di Jambi merupakan bagian dari langkah Kementerian Kehutanan untuk memastikan pengendalian karhutla dilakukan secara konsisten hingga tingkat tapak. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antara Manggala Agni Kemenhut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan unsur masyarakat lainnya dalam menjaga hutan serta melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.AI








