Gerai Starbucks di Dunia

https://agroindonesia.co.id/wp-content/uploads/2026/08/mutuagung.jpeg

Dari kota-kota besar hingga pasar yang lebih kecil, Starbucks telah membangun kehadiran global yang mencakup hampir 90 pasar dunia.

Dari visualisasi yang dibuat Iswardi Ishak di visualcapitalist.com menunjukkan peta lokasi Starbucks di seluruh dunia dengan menggunakan angka kuartal ketiga tahun 2026, termasuk toko berlisensi dan toko yang dioperasikan perusahaan.

Negara Mana dengan Gerai Starbucks Terbanyak?

Dari tabel menunjukkan Amerika Serikat memimpin dengan 16.933 gerai, diikuti oleh China dengan 8.103 gerai, Korea Selatan (2.174) dan Jepang (2.138) berada di peringkat berikutnya, sementara Kanada melengkapi lima besar dengan 1.438 lokasi.

Secara bersama-sama, AS, Kanada, dan Meksiko mencakup hampir setengah dari jejak global Starbucks, yang mencerminkan akar perusahaan di Amerika Utara dan ekspansi selama beberapa dasawarsa. Sementara itu, Korea Selatan dan Jepang masing-masing memiliki lebih banyak gerai daripada pasar Eropa mana pun, yang menyoroti kehadiran Starbucks yang kuat di Asia.

Pasar Mana yang Tumbuh dan Menyusut?

China memimpin ekspansi Starbucks antara kuartal ketiga tahun 2024 dan kuartal ketiga tahun 2026, dengan menambahkan 797 lokasi meskipun menghadapi persaingan ketat dari jaringan kedai kopi domestik. Angka tersebut hampir empat kali lipat peningkatan yang tercatat di AS (+203). Korea Selatan (+237) dan Jepang (+190) juga mencatatkan peningkatan yang signifikan.

Sementara itu, Malaysia (-136), Arab Saudi (-59), dan Kanada (-30) mengalami penurunan terbesar, termasuk Indonesia menyusut 17 gerai. Boikot yang terkait dengan konflik Gaza telah menekan Starbucks di Malaysia dan beberapa bagian Timur Tengah, termasuk Yordania dan Kuwait. Namun, penutupan toko tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan boikot.

Di Kanada, persaingan yang semakin ketat dari kafe independen dan alternatif dengan harga lebih rendah telah menantang posisi tradisional Starbucks sebagai tempat berkumpulnya komunitas.

Baca juga:  AgroIndonesia, Edisi No. 771 (7-13 Juli 2020)

Apakah Starbucks Masih Menguntungkan?

Meskipun terjadi penutupan gerai di beberapa pasar, Starbucks tetap menguntungkan. Hasil keuangan kuartal ketiga tahun 2026 melaporkan pendapatan triwulanan sebesar 9,3 miliar dolar AS, dengan peningkatan penjualan toko yang sebanding secara global sebesar 7,9%.

Namun, pendapatan menurun 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian mencerminkan transisi operasionalnya di China ke model usaha patungan berlisensi. Dengan 67% gerai kini berlisensi, Starbucks semakin bergantung pada mitra untuk mengoperasikan gerai, mengurangi keterlibatan langsungnya dalam operasional gerai sehari-hari.

Seiring dengan evolusi industri kopi global, pertumbuhan Starbucks di masa depan akan bergantung pada keseimbangan antara ekspansi internasional, persaingan lokal, dan perubahan preferensi konsumen. AI