Luas hutan dunia mencakup sekitar 4,1 miliar hektare (ha), yang membentang di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia.
Data visual berikut mengurutkan negara berdasarkan pangsa luas hutan global mereka pada tahun 2025 dan mengelompokkannya menurut wilayah, berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB melalui Our World in Data .
Segelintir Negara Mendominasi
Rusia menonjol dibandingkan negara lain, dengan menyumbang 20,1% dari luas hutan global. Luasnya hutan Rusia hampir dua kali lipat dari Brasil yang sebesar 11,7%, sementara Kanada berada di peringkat ketiga dengan 8,9%.
Dalam grafik, Rusia dikelompokkan dengan Asia-Pasifik, karena sekitar tiga perempat wilayah daratannya terletak di Asia.
Benua Amerika sangat menonjol di peringkat teratas global. Delapan dari 15 negara dengan luas hutan terbesar berada di wilayah ini, termasuk Brasil, Kanada, AS, Peru, Meksiko, Kolombia, Bolivia, dan Venezuela.
Afrika menyajikan gambaran yang berbeda. Benua ini memiliki 16,0% dari total hutan global, tetapi hutannya tersebar di sejumlah negara yang lebih banyak. Republik Demokratik Kongo memimpin kawasan ini dengan 3,4% dari luas hutan dunia.
Sementara itu, Timur Tengah hanya menyumbang 1,0% dari luas hutan global, yang menyoroti perbedaan besar dalam luas hutan di berbagai wilayah.
Kebakaran Hutan Menjadi Fokus Utama
Lokasi hutan-hutan di dunia sangat berpengaruh selama musim kebakaran hutan besar.
Menurut Visual Capitalist, Kanada mengalami tahun kebakaran terburuk kedua dalam sejarah pada tahun 2025, ketika kebakaran hutan menyebabkan hilangnya tutupan pohon seluas 5,3 juta ha. Kebakaran tersebut menyumbang 42% dari 25,5 juta ha tutupan pohon global yang hilang pada tahun itu.
Risiko itu tetap terlihat pada tahun 2026. Kebakaran hutan besar di British Columbia telah memaksa lebih dari 20.000 orang untuk mengungsi, sementara asapnya telah menyebar ke beberapa bagian Amerika Serikat.
Dengan hampir 3 dari setiap 10 ha hutan di dunia terletak di Rusia dan Kanada, kebakaran besar di salah satu negara tersebut dapat memengaruhi emisi karbon dan kualitas udara ribuan mil jauhnya. AI








