Mendag Agus Suparmanto membuka Forum Bisnis Indonesia-Korea Selatan

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak para  pengusaha  Indonesia dan Korea Selatan agar  dapat memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) semaksimal  mungkin dan meningkatkan hubungan bisnis dan investasi mereka. 

“Dengan penandatanganan IK-CEPA, nilai perdagangan kedua negara di masa depan akan meningkat secara  signifikan karena akses yang lebih baik. Untuk itu, saya meminta semua sektor swasta dari kedua negara agar  mengambil keuntungan dari peluang ini. Ini saatnya mempersiapkan masa depan IK-CEPA ,” ujar Mendag Agus saat membuka Forum Bisnis  Indonesia-Korea Selatan dan penjajakan  kesepakatan dagang (bussiness matching) di Busan, Korea Selatan,    Rabu (27/11/2019).

Mendag   juga mengajak pebisnis Korea Selatan berpartisipasi di Trade Expo Indonesia  (TEI). Menurutnya,  Korea Selatan adalah pembeli tetap. Pada TEI ke-34 yang diadakan Oktober lalu di Jakarta, tercatat sebanyak 85  delegasi bisnis Korea Selatan mengunjungi acara tersebut. Transaksinya mencapai 34,9 juta dolar AS.

Adapun produk- produk yang diminati seperti makanan olahan, produk Agro, produk kulit, kopi, alas kaki, perhiasan, mebel,  minyak esensial, dan kerajinan tangan.

Transaksi Potensial  

Usai Forum Bisnis, para pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan melakukan penjajakan kesepakatan dagang  (business matching).  Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward menyampaikan, dari  business matching diperoleh transaksi potensial sebesar 20,38 juta dolar AS.

“Produk-produk yang diminati, yaitu kopi, coklat, teh, rumput laut, bubuk kakao, biji kopi, umbi porang, kayu  lapis, kerajinan tangan, furnitur, woodpellet, teh sosro, larutan cap kaki tiga, bumbu, kacang-kacangan, minyak  kelapa sawit, serta ikan layang dan ikan teri. Diharapkan ke depan akan semakin banyak produk-produk Indonesia  yang bisa diminati di Korea Selatan,” jelas Dody. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai perdagangan kedua negara di tahun 2018 mencapai  18,62 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar  9,54 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar  9,08 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia surplus perdagangan terhadap  Korea Selatan sebesar 460 juta dolar AS.

Adapun lima produk ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan yaitu batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu  lapis dan timah tidak tempa. Sementara lima produk impor utama Indonesia dari Korea yaitu karet sintetis, baja  besi gulung datar, sirkuit terpadu elektronik, kain tenunan dari benang filamen sintetis, dan kapal.

Korea Selatan merupakan investor ketiga terbesar di Indonesia. Investasinya antara lain di sektor industri baja dan  besi, petrokimia, serta aluminium. Korea Selatan juga masuk dalam 5 ekonomi teratas di kawasan, dengan produk  domestik bruto (PDB) sebesar 31,350 dolar AS per kapita per tahun pada tahun 2018, serta memiliki kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Buyung N