Produsen air minum dalam kemasan di dalam negeri terancam terkena dampak negatif dari meletusnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
DIrjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, penutupan Selat Hormuz telah mengancam keberlangsungan pengiriman bahan baku pembuat kemasan plastik yang dibutuhkan industry air minum dalam kemasan nasional.
“Dampak penutupan Selat Hormuz yang dialami industri makanan dan minuman Itu adalah kemasannya.Jadi kemasannya itu biasanya dari plastik. Plastik ini adalah plastik petroleum based,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, kemasan plastik memiliki kontribusi besar dari komponen biaya produksi air minum dalam kemasan. Persentasenya beragam, tergantung dari kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan produsen.
Walaupun demikian, Putu menjamin kalau harga air minum dalam kemasan yang saat ini beredar belum belum terkena dampak dari penutupan Selat Hormuz karena produk yang beredar saar ini adalah produk yang dibuat sebelum perang Iran dengan AS dan Israel pecah.
Dia berharap perang bisa segera berakhir sehingga pengiriman bahan baku pembuat plastik kembali lancar sehingga dampak negatif dari berlanjutnya perang itu tidak berlangsung lama bagi industry dan masyarakat konsumen. Buyung N

