Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki posisi yang sangat krusial dalam peta ketahanan pangan nasional.
“Selain sentra produksi pertanian di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan merupakan wilayah strategis sebagai penyangga pangan nasional. Dengan dukungan pemerintah melalui sarana dan prasarana pertanian, kami optimistis produksi beras di Sulsel akan semakin meningkat dan penyerapan gabah dapat berjalan optimal,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani usai menghadiri kegiatan Panen Raya dan Launching Serapan Gabah Petani di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (06/02/2026).
Melalui panen raya dan launching serapan gabah ini, ungkapnya, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendorong terwujudnya swasembada dan kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.
“Panen raya ini menegaskan peran strategis Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sekaligus menjadi momentum dimulainya percepatan penyerapan gabah petani oleh BULOG,” ujarnya.
Menurut Rizal, sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, dan aparat di lapangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga gabah serta menjamin kepastian serapan hasil panen petani.
Kegiatanpanen raya ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa dan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengapresiasi keterlibatan aktif TNI, khususnya Babinsa, dalam pengawalan harga gabah di tingkat petani.
“Kalau tidak dibantu TNI, tengkulak masih banyak memukul harga. TNI turun, Dandim turun, Babinsa turun, alhamdulillah harga gabah sudah sesuai standar,” ujarnya.
Zulkifli Hasan juga menyampaikan rencana penguatan infrastruktur logistik pangan melalui pembangunan gudang BULOG di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Ia menambahkan bahwa tren produksi beras nasional terus meningkat.
“Tahun lalu BULOG serap 3 juta ton setara beras. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton. Kalau tercapai, insyaallah kita tidak hanya tidak impor, tapi bisa ekspor beras,” tegasnya.Buyung N


















