Perum BULOG berusaha meningkat produktivitas tanaman padi. Salah satu caranya dengan menjalin kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menerapkan teknologi budidaya di lahan milik Perum BULOG.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memastikan penyerapan berjalan lancar dan langsung dari tingkat petani, sehingga pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dapat berjalan sesuai target,” kata Pemimpin Kantor Cabang Perum BULOG Karawang Umar Said, usai acara Perum BULOG dan BRIN melakukan serap panen padi dengan teknologi budidaya intensif pada lahan kemitraan BULOG, di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (22/2/2025).
Menurutnya, Perum BULOG terus bekerja sama dengan stakeholder dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Perum BULOG ditugaskan untuk menyerap hasil panen sebesar 3 juta ton setara beras di seluruh Indonesia.
Terkait hal itu, ungkap Umar, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh Bintara Pembina Desa, Komandan Rayon Militer, Komando Distrik Militer Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi untuk membantu menginformasikan terkait panen di wilayahnya, agar petani dapat menjual hasil panennya kepada BULOG.
Dia optimis untuk tahun ini Perum BULOG Karawang akan mampu menyerap beras petani sebanyak 75.000 ton sampai akhir April nanti.
Sementara itu Manager Budidaya Mitra Tani Perum Bulog Abdillah Luhur menjelaskan metode ataupun teknologi yang diterapkan oleh BRIN di lahan kemitraan dengan Perum BULOG yaitu dengan menggunakan tiga varietas yang ditanam di lahan seluas enam hektar tersebut, yakni varietas inpari 32, inpari 49, dan inpari 9G.
Adapun teknologi yang diinjeksi adalah penerapan tersebut adalah dengan adanya silika dan biosilika untuk memperkuat batang tanaman dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Sedangkan untuk menguatkan batang, BRIN memberikan bantuan untuk meningkatkan bulir-bulirnya sehingga bulir itu semakin banyak dan menambah berat atau bobot dari hasil panen. Ada juga penyubur tanah yang mengandung mikroba, sehingga tanah setelah dari panen ini tidak menjadi kering dan masih tetap subur sehingga siap untuk dilakukan penanaman di musim tanam selanjutnya.
Hasil dari kerjasama itu sangat memuaskan. Jika sebelumnya hasil panen di lahan tersebut hanya sebanyak tiga ton beras per hektar, dengan metode yang diberikan BRIN, hasil panennya melonjak menjadi lima ton per hektar.Buyung N








