BULOG Cetak Rekor, Serap 4,537 Juta Ton GKP di Tahun 2025

Perum BULOG menorehkan sejarah baru setelah di tahun 2025 berhasil mencatatkan pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton, yang berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras.
‘’Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah keberadaan Perum BULOG. Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani,’’ ujar Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dalam konferensi pers awal tahun 2026, di Jakarta,Jumat (02/01/2026).
Dirut BULOG menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan. “Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” tegasnya.
Selain beras, BULOG yang dibentuk pemerintah tahun 1968, juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial. Langkah ini menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional.
Di sisi distribusi, BULOG telah menyalurkan Bantuan Pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Sementara itu, penyaluran SPHP Beras menyentuh angka 803 ribu ton dan SPHP Jagung sebesar 51.211 ton menjadi instrumen penting dalam menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
“Intervensi pasar melalui SPHP kami lakukan secara terukur dan terawasi. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas harga tanpa merusak mekanisme pasar, sekaligus melindungi konsumen dan petani,” jelas Direktur Utama.
Dalam upaya memperluas akses pangan terjangkau, BULOG bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia, yang mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari MURI.
Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat sebesar 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah pencapaian stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
Dalam situasi darurat, BULOG juga menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, dengan distribusi mencakup Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton. Penyaluran ini mencerminkan tingginya kebutuhan respons darurat pangan di kawasan Sumatera sebagai salah satu wilayah dengan intensitas risiko bencana yang signifikan.
“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan bencana tersedia, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Langkah Strategis BULOG Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, BULOG menyiapkan langkah strategis utama berupa penugasan penyerapan gabah/beras setara 4 juta ton, jagung sebesar 1 juta ton, dan penyerapan minyak goreng sebanyak 35 persen DMO untuk 3 BUMN Pangan (BULOG, ID Food, dan Agrinas Palma).
Selain itu BULOG juga bertugas untuk menyalurkan 720.000 ton Bantuan Pangan yang akan disalurkan untuk 18 juta PBP, untuk alokasi 4 bulan. Guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, sebanyak 1,5 juta ton Beras SPHP akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui GPM serta pengecer. Penugasan ini menegaskan kepercayaan negara terhadap BULOG sebagai pilar stabilisasi pangan nasional.
“Target penyerapan 4 juta ton setara beras dan jagung 1 juta ton adalah amanah besar. Ini adalah upaya konkret negara untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, harga terjaga, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” ujar Direktur Utama.
Untuk mencapai target penyerapan beras dan jagung itu, Rizal berharap Perum BULOG mendapatkan dukungan dana dari APBN sehingga tidak lagi menanggung beban bunga yang begitu besar.
Selain itu, Perum BULOG juga menginginkan adanya kenaikan margin fee sehingga nantinya bisa menerapkan beras satu harga di seluruh Indonesia. Saat ini, patokan harga beras dibagi menjadi tiga bagian, untuk wilayah barat, tengah dan timur.
Saat ini, margin fee yang diterima BULOG dari kegiatan pengadaan dan penyaluran beras adalah Rp 50 per kilogram. ’’Kami ingin seperti BUMN lainnya, yakni Pertamina dan PLN dalam perolehan margin fee sehingga bisa menerapkan beras satu harga,’’ papar Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.
Dia juga menyampaikan bahwa BULOG merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir.
“Penguatan infrastruktur pascapanen adalah investasi strategis. Kami ingin hasil produksi petani tidak hanya terserap, tetapi juga terjaga mutunya dan memiliki nilai tambah,” pungkasnya.Buyung N