BULOG Telah Salurkan 1,32 juta Kilogram Beras ke Masyarakat Korban Gempa NTT

https://agroindonesia.co.id/wp-content/uploads/2026/08/mutuagung.jpeg

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, total realisasi penyaluran beras yag dilakukan Perum BULOG untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga tanggal 1 September 2026 telah mencapai 1,32 juta kilogram.

“Total realisasi sampai dengan hari ini adalah beras adalah 1.321.550 kg,” ujar Rizal dalam konferensi pers mengenai perkembangan terbaru soal penanganan bencana di NTT, di Kantor Perum BULOG, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap melalui sinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan di wilayah terdampak bencana. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui beberapa skema. Di antaranya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam sebanyak 881.980 kg dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 101.800 kg. Selain itu, terdapat bantuan pangan dengan total penyaluran beras mencapai 337.770 kg.

Selain beras, ungkap Rizal,  BULOG juga telah menyalurkan bantuan minyak goreng dengan merek Minyakita sebanyak sekitar 7.000 liter ke tujuh kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Fokus penyaluran bantuan Bulog saat ini meliputi wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Rizal menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak di daerah, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri hingga aparat desa.

Untuk memastikan kebutuhan beras tetap tersedia di wilayah terdampak, BULOG juga menyiapkan stok di sejumlah gudang. Saat ini, BULOG mengoperasikan 46 unit gudang di NTT dengan kapasitas sekitar 50.400 ton.

Dari kapasitas tersebut, per 1 September 2026 stok beras yang tersedia di 46 gudang BULOG di NTT tercatat sekitar 24.134 ton. BULOG juga terus mengirimkan tambahan stok beras dari sejumlah wilayah untuk memperkuat ketersediaan di NTT.

Baca juga:  Infrastruktur Primadona Kegiatan PSP Tahun 2020

Pengiriman tersebut berasal antara lain dari Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

Rizal memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota tersebut juga dipersilakan mengajukan tambahan bantuan apabila stok yang tersedia belum mencukupi kebutuhan di lapangan.

“Kalau memang masih butuh beras silakan diajukan tambahannya, monggo silakan diajukan lagi kuotanya kalau memang masih membutuhkan. Kami akan kirim sesuai dengan kebutuhan,” papar Rizal. Buyung N