Dukungan pemerintah berupa peningkatan margin penugasan dan keringanan bunga perbankan menjadikan kinerja keuangan Perum BULOG diyakini semakin positif. Hingga akhir tahun 2026, BULOG berpotensi membukukan laba sebesar Rp1,14 triliun.
“Capaian tersebut diproyeksikan menjadi yang pertama sepanjang sejarah berdirinya BULOG dan menjadi tonggak penting transformasi perusahaan, sekaligus mencerminkan lompatan signifikan dalam penguatan tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH. M.Han,dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (03/08/2026).
Keyakinan akan proyeksi itu muncul setelah pemerintah memberikan ruang yang lebih kuat bagi BULOG untuk menjalankan penugasan secara optimal, sekaligus menciptakan efisiensi fiskal bagi negara.
Pemerintah telah menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 tanggal 29 Juli 2026 yang secara resmi memberikan penyesuaian margin penugasan kepada BULOG menjadi 7 persen atau setara Rp970, meningkat signifikan dibandingkan skema sebelumnya yang hanya sekitar Rp50. Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam memperkuat keberlanjutan penugasan publik yang diemban BULOG.
Kemudian pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa keringanan bunga perbankan dalam pembiayaan operasional BULOG, yang menghasilkan efisiensi fiskal bagi pemerintah sebesar Rp1,07 triliun.
Menurut Ahmad Rizal, dukungan pemerintah tersebut menjadi fondasi penting bagi transformasi BULOG sebagai lembaga pangan negara yang semakin profesional, sehat secara finansial, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dukungan penuh Bapak Presiden beserta jajaran pemerintah merupakan energi besar bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja. Kebijakan-kebijakan strategis yang diberikan tidak hanya memperkuat pelaksanaan penugasan pemerintah, tetapi juga menciptakan tata kelola yang semakin sehat sehingga BULOG dapat menjalankan fungsinya secara berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, ungkapnya BULOG memproyeksikan kinerja keuangan yang semakin positif. Hingga akhir tahun 2026, BULOG berpotensi membukukan laba sebesar Rp1,14 triliun.
Dia menjelaskan, penguatan kondisi keuangan tersebut akan dikembalikan untuk semakin meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. BULOG akan menambah dukungan terhadap biaya operasional pemeliharaan gudang, memperkuat sistem penyimpanan komoditas pangan, serta menambah sumber daya manusia yang bertugas dalam pengawasan mutu (Quality Control) di seluruh rantai penugasan”, tambah Dirut BULOG.
“Langkah tersebut dilakukan agar seluruh komoditas pangan yang dikelola dan disalurkan BULOG tetap memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” papar Ahmad Rizal. Buyung N



