Ditjen PSP Dorong Pertanian Sumut Melek Teknologi

Kemajuan teknologi dan digitalisasi sudah turut merambah ke sektor pertanian. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), mendorong agar pertanian di daerah juga melek teknologi, termasuk di Sumatera Utara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pentingnya pelaku pertanian memperbarui pengetahuan. “Penerapan teknologi dalam pertanian tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, kita harus bisa beradaptasi dan juga menerapkan teknologi dalam menjalankan usaha di sektor pertanian,” katanya.

Syahrul mengatakan, era 4.0 telah dilewati dan Indonesia akan segara memasuki era 5.0. Pada era baru ini, pertanian akan tetap menjadi sektor penting. Artinya, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi di bidang pertanian tidak terhindarkan.

“Menurut saya, bangsa yang maju itu kalau agamanya baik dan pertaniannya bagus. Saat ini, kita ada di era itu. Artinya, kalau mau desanya bagus, kecamatan bagus, kabupaten bagus, provinsi bagus, dan negara bagus, perbaiki agama dan pertanian,” ujarnya.

Pria yang pernah menjadi Gubernur Sulawesi Selatan ini menegaskan, bertani adalah kegiatan yang hebat dan keren. Bahkan, saat pandemi COVID-19 menghentak dunia dan membuat semua orang tidak berdaya serta melambatkan pertumbuhan perekonomian dunia, pertanian mampu menjadi sektor yang tetap bertahan dan tumbuh.

“Kalau kita lihat dari pendapatan domestik bruto (PDB), hanya pertanian yang naik. Sektor lain semua minus. Ekspor pertanian Indonesia juga naik 15,79% dengan nilai Rp451,77 triliun pada 2020,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, triwulan I-2021 Indonesia sudah menyumbang 39,99% pendapatan sektor ekspor pertanian.

Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil, saat memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), mengatakan, pertanian harus maju, mandiri dan modern. “Pertanian kini harus terkomputerisasi. Karena, banyak sekali alat-alat penunjang pertanian yang sudah canggih serba otomatis,” katanya di Kampus UISU, Kota Medan, Selasa (26/10/2021).

Pada kuliah umum tersebut, Dirjen mengangkat materi mengenai ‘Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Strategi Peningkatan Ekspor di Era Teknologi Digital’.

“Bekerja harus nyata, dan dibuktikan di lapangan. Di masa pandemi, yang bisa eksis hanya sektor pertanian. Buktinya, PDB pertanian positif, ekspor naik 15,79%,” tegasnya.

Ali menambahkan, teknologi sudah tidak jauh lagi. Contoh sederhananya adalah tiap warga pasti sudah memiliki telepon pintar (smartphone).  “Oleh sebab itu, Kementan berharap pertanian Sumut melek teknologi. Ditjen PSP pun mendukung anak muda yang ingin belajar pertanian, atau berkontribusi di bidang pertanian,” katanya.

Menurutnya, para anak muda itu harus difasilitasi dan dukung dengan cara memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan minat tinggi pada bidang pertanian.

“Ada berbagai cara ada merdeka belajar, ada kampus merdeka, pemerintah support penuh anak muda berprestasi agar berkontribusi langsung tanpa ada halangan. Semua ada bagiannya, pertanian itu bisnis, profit dan kesejahteraan. Ekspor harus digalakkan,” katanya.

Rektor UISU, Yanhar Jamaluddin memberikan apresiasi dalam hal dukungan peningkatan kemampuan mahasiswa dan budaya akademik di UISU.

“Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam ketahanan pangan. Sumut memiliki banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan,” katanya.

Dalam kegiatan itu, dilakukan juga MoU antara PSP dengan UISU, salah satunya untuk saling mendukung pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

PSP Salurkan Alsintan

Masih di Sumatera Utara, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan  berupa traktor roda 4 (R-4) itu diberikan saat Panen Raya Padi dan Peringatan Hari Pangan Dunia ke-41,  di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (26/10/2021).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemanfaatan Alsintan untuk pertanian harus dilakukan. “Untuk mendukung produktivitas, Alsintan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena dengan cara itu, kita bisa menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Kegiatan Panen Raya dan Peringatan Hari Pangan Dunia di Langkat dihadiri Ditjen PSP Ali Jamil, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, Bupati dan Wakil Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin dan H. Syah Afandin, SH.

Dirjen PSP Ali Jamil mengatakan, Alsintan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan indeks pertanaman (IP). “Mudah-mudahan IP 4 atau 4 kali tanam dalam setahun bisa terealisasi di lahan Langkat ini. Supaya ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terpenuhi,” katanya.

Ali menambahkan, Sumut surplus berkat penanaman padi. Oleh sebab itu, kalau sudah fokus di padi, Ali berharap penanaman padi lebih dimaksimalkan.

“Kementan akan bantu aksesibilitas KUR agar petani makin semangat dan makin produktif. KUR kita sudah hampir Rp70 triliun,” katanya.

Ali mengatakan, pertanian itu sektor yang menjanjikan. Bunga 6% pun dirasa ringan jika melihat potensi hasil tani di Sumut ini yang sangat bagus.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengucapkan syukur tanah Sumut dikaruniai panen raya, tanah yang subur serta lahan yang luas. “Saya harap petani Sumut, khususnya Langkat, terus semangat dan produktif agar panen raya kedepannya lebih maksimal lagi,” katanya.

Edy juga berharap bahwa 3 kali musim tanam saat ini bisa maksimal jadi 4 kali musim tanam agar hasil panen maksimal.

“Selain semangat petani, peran serta bibit atau benih unggulan sangat berpengaruh pada hasil panen ke depannya serta mengutamakan pupuk organik,” katanya. PSP

Kementan-Kejagung Pantau Bantuan Alsintan

Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada petani untuk Tahun Anggaran 2021. Salah satunya di Pulau Dewata, Bali.

“Kami bersama Kejagung langsung on the spot ke lapangan untuk memastikan program bantuan Alsintan ini dalam pelaksanaannya betul-betul tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” kata Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah.

Tim Pengamanan Pembangunan Strategis Nasional Kejagung — yang dipimpin Kasubdit Pengairan, Perikanan dan Peternakan, Jamintel Kejagung, Rini Hartati — memantau distribusi Alsintan di Desa Saba, Kecamtan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/10/2021)

Andi Nur Alam menuturkan, di tahun anggaran 2021 ini, Kementan mengalokasikan anggaran pengadaan Alsintan untuk petani sebesar Rp654 miliar lebih.

Provinsi Bali sendiri mendapatkan total alokasi bantuan Alsintan sebanyak 376 unit. Dengan rincian, traktor roda empat 12 unit, traktor roda dua 139 unit, rice transplanter 6 unit, pompa air 39 unit, handsprayer 122 unit dan cultivator 58 unit. Sementara petani di Desa Saba sendiri menerima dua unit handtractor roda 2.

Andi Nur Alam menegaskan, pihaknya memastikan bantuan Alsintan yang masuk ke Pulau Dewata ini sudah berdasarkan penetapan calon petani calon lokasi (CPCL) berdasar permintaan dan kebutuhan petani.

Bahkan, Alsintan ini pun dipastikan telah melalui proses quality control, sehingga produk yang diterima petani tidak ada cacat atau kerusakan awal.

“Di bantuan Alsintan ini juga sudah ada masa garansi dari penyedia. Kalau dalam masa garansi ini terjadi kerusakan, maka penyedia wajib melakukan perbaikan dan itu gratis. Di modul yang kami berikan ada nomor kontak service center-nya. Ini harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Andi Nur Alam mengakui, mengelola Alsintan ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia optimis investasi yang dilakukan negara setiap tahunnya kepada petani dalam bentuk Alsintan ini bisa bermanfaat sehingga hasilnya nyata dirasakan petani.

“Tapi kami juga meminta, ketika tahun ini diberi 1, maka tahun depan bisa beli 1 juga dong secara swadaya atau mandiri, karena banyak petani juga yang butuh. Sehingga ke depannya petani di wilayah ini tidak perlu lagi sentuhan pemerintah (bantuan, Red.) karena sudah bisa melakukan pengadaan sendiri,” tuturnya.

Andi Nur Alam minilai, sudah banyak petani yang mampu mengadakan unit Alsintan secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang digelontorkan mampu menstimulasi petani untuk pengadaan sendiri.

“Pemerintah juga mengalokasikan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk mendukung permodalan petani untuk pembelian Alsintan. Jadi, petani tidak hanya mendapat bantuan, tapi juga difasilitasi untuk mandiri dan mengembangkan pertaniannya lebih maju,” jelasnya.

Andi Nur Alam berpesan agar bantuan ini dimaksimalkan, dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Bantuan tersebut harus bisa digunakan semua anggota, tidak boleh hanya pengurus saja.

Dengan demikian, tegasnya, manfaat mekanisasi yang digelontorkan pemerintah benar-benar mempercepat olah lahan, tanam, panen dan terjadi peningkatkan produksi serta efisiensi biaya usaha tani. PSP