
Enam pabrik kelapa sawit Cargill menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi energi dan air bersih serta menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sejak tahun 2012. Capaian ini membuat pabrik Cargill diganjar Penghargaan Industri Hijau (Green Industry Award) 2019 level V yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Perindustrian
“Kami merasa bangga bahwa pabrik-pabrik kelapa sawit kami diakui atas upaya berkelanjutan mereka untuk memproduksi minyak kelapa sawit dengan cara yang etis, berkelanjutan secara lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua karyawan dan mitra kami, dan menggarisbawahi komitmen kami untuk membangun rantai pasokan minyak sawit yang transparan, dapat dilacak dan berkelanjutan,” kata Chief Executive Officer Cargill Tropical Palm Richard Low, Senin (23/12/2019).
Berdasarkan data per Mei 2018, emisi GRK yang berhasil diturunkan dari 6 pabrik Cargill adalah 108% di pabrik Sungai Lilin, 121,1% di pabrik Tanjung Dalam, 104% di pabrik Mukut, 149% di pabrik Manis Mata, dan 101% di pabrik Siriham, dan 109% di pabrik Paku Juang. Penurunan emisi GRK tersebut dihitung berdasarkan baseline tahun 2012.
Pabrik-pabrik itu juga berhasil meningkatkan efisiensi energi sebesar masing-masing sebesar 144% (pabrik Sungai Lilin), 81,2% (pabrik Tanjung Dalam), 144% (pabrik Mukut), 145% (pabrik Manis Mata), dan 46,01% (pabrik Siriham).
Selain peningkatan efisiensi energi, pabrik-pabrik tersebut juga berhasil meningkatkan efisiensi air bersih.
Keberhasilan menurunkan emisi GRK dan efisiensi energi tersebut dikarenakan keenam pabrik ini sebagian besar didukung oleh energi terbarukan yang bersumber dari konversi serat dan cangkang kelapa sawit. Sumber energi tersebut diolah menjadi listrik oleh boiler biomassa yang ada di setiap pabrik. Sumber energi bersih ini melampaui kebutuhan operasional listrik di pabrik dan disalurkan ke lebih dari 2.500 rumah karyawan Cargill di sekitar pabrik.
Sugiharto







