Inilah Pentolan Perang Dagang Trump: Menkeu Scott Bessent

Menkeu AS Scott Bessent bersama pasangan hidupnya John Freeman

Pada sidang kabinet kabinet Kamis (10/4) lalu, di saat indeks saham AS menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran baru terkait kebijakan dagangnya, Presiden Donald Trump menoleh ke Scott Bessent untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pasar.

“Saya tidak… melihat sesuatu yang tidak biasa hari ini,” jawab Bessent, sang Menteri Keuangan berusaha memberi rasa nyaman kepada Trump. Dia pun mengutip angka inflasi yang lebih rendah, penurunan harga minyak, lelang obligasi AS yang diterima dengan baik, serta hasil-hasil positif yang diharapkan dari pembicaraan untuk meredakan ketegangan dengan mitra dagang besar Amerika.

“Kita akan sampai pada titik yang penuh kepastian dalam 90 hari mendatang terkait tarif,” janji bekas anak buah George Soros ini.

Namun, bisa jadi itu hanya angan-angan (wishful thinking) yang terlalu idealis dari pria berusia 62 tahun yang sebelumnya mengelola hedge fund di South Carolina ini.

Para Menteri Keuangan Amerika sebelum dirinya sudah menghadapi masa-masa sulit yang melanda dunia ekonomi dan keuangan, mulai dari Tim Geithner dan Hank Paulson saat krisis keuangan hingga Steven Mnuchin dan Janet Yellen pada puncak pandemi COVID-19.

Namun, Bessent memang punya tugas yang lebih berat: bagaimana mengelola dampak dari guncangan besar yang ditimbulkan dari tindakan Presiden yang dia layani, setelah Trump menerapkan bea masuk 10% pada berbagai jenis barang impor dari seluruh dunia, tarif yang lebih tinggi untuk banyak mitra dagang utama, serta tarif sangat tinggi pada China.

Bessent berisiko bakal dikenal bukan hanya karena memimpin lepasnya Amerika dari perekonomian global, tetapi juga dampak yang diberikan pada pasar AS

Meski Trump tiba-tiba mencabut sebagian rencananya minggu ini sebagai respons terhadap tekanan investor, harga aset AS terus menderita. Bessent berisiko bakal dikenal bukan hanya karena memimpin lepasnya Amerika dari perekonomian global, tetapi juga dampak yang diberikan pada pasar AS — yang bisa membahayakan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia.

“Kita mungkin sedang menuju krisis keuangan serius yang sepenuhnya dipicu oleh kebijakan tarif pemerintah AS,” tulis Lawrence Summers, mantan Menteri Keuangan AS, di X (dulu Twitter) awal pekan ini.

Tapi buat para pendukungnya, Bessent justru dianggap sebagai sosok penyelamat, pejabat senior yang berdiri paling depan di antara Trump dan perang dagang global yang nyata, dalam pemerintahan yang didominasi oleh para pengambil kebijakan garis keras. Setelah bertemu dengan Trump di Florida pada Minggu (6/4), sang presiden membuka pintu untuk pembicaraan dengan Jepang dan Korea Selatan, dan menempatkan Bessent sebagai pimpinan. Bessent juga hadir di Oval Office pada hari Rabu (9/4) ketika Trump mengumumkan penghentian sementara selama 90 hari pengenaan tarif baru AS, dengan pengecualian untuk China.

“Dia orang yang tepat untuk mengembalikan agenda Presiden Trump ke jalur yang benar, agar kita tidak merusak ekonomi atau pasar keuangan,” kata Michael Oliver Weinberg, profesor keuangan dan ekonomi di Sekolah Bisnis Universitas Columbia. “Beberapa orang di pemerintahan tidak terlalu paham tentang ekonomi, pasar, lonjakan dan kemunduran, sementara Scott menguasai itu semua.”

Bessent lahir tahun 1962 di Conway, dekat kota pesisir Myrtle Beach, South Carolina. Ayahnya adalah seorang investor properti, sementara ibunya membantu menjalankan bisnis keluarga. Di Universitas Yale, dia memperoleh gelar ilmu politik sebelum mengembangkan minat yang mendalam pada dunia keuangan. Kesuksesan pertamanya datang pada awal 1990-an ketika dia bergabung dengan Soros Fund Management, yang dikelola sang investor miliarder: George Soros. Dari kantor di London, dia memainkan peran kunci dalam taruhan menguntungkan grup tersebut terhadap poundsterling.

“Scott adalah orang yang ada di lapangan di London, benar-benar memberikan dasar ekonomi, alasan, dan tesis tentang mengapa Inggris harus keluar dari mekanisme nilai tukar,” kata Weinberg. Bahkan selama masa kerjanya yang kedua di Soros, Bessent ada di barisan terdepan taruhan sukses lainnya — kali ini melawan yen Jepang.

Pada tahun 2011, dia menikahi John Freeman, pria mantan jaksa New York. Mereka memiliki dua anak (dari ibu pengganti) dan baru-baru ini menjual rumah mewah mereka yang bersejarah di Charleston, South Carolina. “Jika Anda memberi tahu saya tahun 1984, ketika kami lulus, dan orang-orang meninggal karena AIDS, bahwa 30 tahun kemudian saya akan menikah secara sah dan kami memiliki dua anak melalui ibu pengganti, saya tidak akan mempercayainya,” katanya dalam wawancara dengan majalah alumni Yale tahun 2015.

Tahun 2015, Bessent meninggalkan Soros untuk mendirikan Key Square Group, hedge fund miliknya sendiri. Langkah ini bertepatan dengan semakin besarnya dukungannya terhadap aspirasi politik Trump. Dia menyumbang dana untuk pelantikan Trump pada 2017 dan menjadi donatur besar dalam kampanye 2024 — mendukung ajakan pemotongan pajak dan deregulasi. “Dia selalu punya uang,” kata seorang bohir keuangan yang dekat dengannya. “Dia hidup dengan baik — pesawat jet pribadi, rumah-rumah indah.”

Setelah kemenangan kedua Trump, Bessent mendapat dukungan untuk menjadi Menteri Keuangan dari Stephen Bannon, ahli strategi politik. “Dia orang saya,” tulis Bannon dalam pesan teks kepada Financial Times. Dia “Kontributor ‘War Room’ selama 2 tahun — MAGA menyukainya,” tambah Bannon, mengacu pada siniar yang kini dia jadi host-nya.

Bulan-bulan awal menjabat sebagai Menkeu bukanlah penjalanan yang mudah buat Bessent. Trump memberi tugas untuk meraih kesepakatan dengan Ukraina guna mengamankan akses AS ke mineral dan sumberdaya alam Ukraina. Kesepakatan itu hingga kini belum ditandatangani.

Indeks S&P 500 juga melorot 13% sejak dia dilantik, dan imbal hasil (yield) obligasi Treasury tenor 10 tahun, yang jadi indikator pasar paling disorot, sedikit naik meskipun terjadi aksi jual saham — yang menunjukkan bahwa investor kehilangan kepercayaan pada statusnya sebagai tempat aman. Kubu Demokrat pun menyerangnya sebagai sosok yang tidak berdaya dan terkesan jauh dari dunia nyata. “Kita membutuhkan Menteri Keuangan yang berada di dunia nyata,” kata Elizabeth Warren, minggu ini.

Penilaian akhir masih menunggu apakah Bessent mampu membentuk perang dagang Trump sedemikian rupa sehingga dapat diterima oleh pasar, ekonomi, dan pemerintah asing. “Dia selalu menjadi orang yang sangat pribadi, bekerja dalam tim kecil… di bawah radar,” kata seorang finansier yang mengenalnya. “Dan sekarang, tiba-tiba dia menjadi sosok publik yang sangat terkenal di tengah badai kekacauan total ini.” AI